Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Penerbit Gramedia Pustaka Utama

Gramedia Pustaka Utama adalah penerbit buku terbesar di Indonesia. Berdiri sejak 1974, Gramedia Pustaka Utama telah menerbitkan lebih dari 30 ribu judul buku, dan banyak di antaranya sukses menjadi bestseller. Buku-buku terbitan Gramedia Pustaka Utama juga banyak diterbitkan oleh penerbit luar negeri, khususnya di wilayah ASEAN. Saat ini, dengan jalinan kerja sama dengan lebih dari 200 penerbit asing terkemuka dari AS, Belanda, Jerman, Belgia, Brasil, Denmark, Hong Kong, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada Malaysia, dan Swiss, Gramedia Pustaka Utama berhasil mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penerbit buku terbaik di Indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Eka Kurniawan Meraih Prince Claus Award 2018

7 Desember 2018   17:10 Diperbarui: 7 Desember 2018   17:43 596 13 4
Eka Kurniawan Meraih Prince Claus Award 2018
Photo credit: Pontas Agency

Penulis Eka Kurniawan meraih penghargaan Prince Claus Awards 2018 kategori Sastra/Literatur, pada Kamis (6/12) malam, di Belanda. Penghargaan tahunan ini diberikan kepada individu, kelompok, atau organisasi yang bergerak di bidang kebudayaan, yang karya-karyanya yang memberikan dampak positif pada pengembangan masyarakat, terutama di Afrika, Asia, Amerika Latin dan Karibia.

Tercatat 213 orang diundang secara resmi untuk mengajukan diri sebagai nominasi Prince Claus Awards 2018. 85 di antaranya kemudian diterima dan diseleksi kembali oleh Biro Prince Claus Awards.

Mereka yang terpilih selanjutnya diundang untuk menerima penghargaan pada sebuah upacara formal di Royal Palace, Amsterdam, di hadapan anggota keluarga kerajaan dan tamu-tamu dari seluruh dunia. Penghargaan ini juga akan diberikan di negara masing-masing penerima, disertai upacara oleh Duta Besar Belanda.

Selain Eka Kurniawan, beberapa nama lain yang juga menerima Prince Claus Awards 2018, yaitu Adong Judith dari Uganda untuk bidang Teater, Marwa al-Sabouni dari Syria untuk kategori Arsitektur dan Urbanisme, Kidlat Tahimik dari Filipina untuk Visual Arts/Film, dan O Menelick 2 Ato dari Brasil, untuk kategori Media/Jurnalistik. 

Sementara, Market Photo Workshop dari Afrika Selatan meraih Principal Prince Claus Award 2018 untuk bidang Fotografi, dan Dada Masilo yang juga berasal dari Afrika Selatan meraih Next Generation Award 2018 untuk bidang Tari.

Cantik Itu Luka 2017
Cantik Itu Luka 2017
Berdasarkan keterangan dari panitia Prince Claus Award, Eka Kurniawan terpilih sebagai peraih Prince Claus Award 2018 karena kemampuannya menarasikan kisah-kisah imajinatif lewat keindahan prosa-prosanya, dan juga universalitas materinya.

Eka dianggap mampu memberikan perlawanan terhadap tindakan politik yang sewenang-wenang, membawa isu-isu sosial dalam bentuk yang akrab dengan masyarakat, juga membentuk pemahaman sejarah di masyarakat, guna membangun persepsi tentang sebuah negara dengan lebih baik.

Tidak hanya itu, Eka juga dinilai berhasil mengangkat budaya Indonesia lewat penceritaan kembali kisah dan mitologi lokal yang selama ini mulai terabaikan. Ia menggunakan kekuatan sastra dan literatur sebagai penyampai topik-topik krusial, terutama dalam masa-masa ketika kebebasan berpendapat banyak dibungkam.

Dan yang terakhir, terutama karena Eka berhasil menarik perhatian dunia dengan menyampaikan sejarah Indonesia alternatif, yang berdampak pada meningkatnya kesadaran dan pemahaman terhadap Indonesia.

Eka Kurniawan
Eka Kurniawan
Eka Kurniawan lahir 28 November 1975 di Tasikmalaya. Penulis yang pernah mengenyam pendidikan filsafat di Universitas Gadjah Mada ini sangat menggemari karya-karya Pramoedya Ananta Toer. Eka pun memilih menulis dan kesusastraan sebagai jalan hidupnya.

 Novel pertamanya Cantik Itu Luka telah diterjemahkan ke lebih dari 30 bahasa, sementara novel keduanya, Lelaki Harimau, telah diterbitkan dalam bahasa Inggris, Italia, Korea, Jerman dan Prancis. Novel keduanya ini juga berhasil mengantar Eka Kurniawan ke jajaran sastrawan dunia, sehingga pada 2015 Jurnal Foreign Policy menobatkannya sebagai salah satu dari 100 pemikir paling berpengaruh di dunia, karena berhasil menegaskan posisi Indonesia di peta kesusastraan dunia.

Pada Maret 2016, Lelaki Harimau berhasil mencatatkan prestasi sebagai buku Indonesia pertama yang dinominasikan di ajang penghargaan sastra bergengsi dunia: The Man Booker International Prize. (Wisnu/GPU)