Mohon tunggu...
Budiman Hakim
Budiman Hakim Mohon Tunggu... Administrasi - Begitulah kira-kira

When haters attack you in social media, ignore them! ignorance is more hurt than response.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Nasionalisme ala Keluarga Koeswoyo

17 Agustus 2018   17:38 Diperbarui: 17 Agustus 2018   19:50 799
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sejak masih kecil, saya adalah fans berat band Koes Plus. Saya mengoleksi seluruh kaset mereka. Tentu kita semua masih ingat rangkaian seri lagu Nusantara yang begitu melegenda. Lagu Nusantara I adalah salah satu lagu Pop Indonesa karya Koes Plus yang kalo gak salah diproduksi tahun 1971. Setelah sukses dengan lagu tersebut lalu muncul serial lagu Nusantara 2, Nusantara 3, Nusantara 4 sampai akhirnya sampai Nusantara 9.

Begitu ngefansnya saya pada Koes Plus, sehingga setiap saya hendak berkunjung ke rumah teman di bilangan Kebayoran Baru, saya sengaja melewati Komplek Keluarga Koeswaoyo yang berlokasi di Jalan, Haji Nawi Raya no. 72. Kalo kebetulan ada personil Koes Plus yang lagi berada di luar, saya langsung dadah-dadah... Halo Om Tony, halo Om Yok, Halo Om Yon. Norak banget ya gue? Hehehehe.

Nah, hari ini, berpuluh-puluh tahun kemudian, saya kebetulan lewat lagi di komplek tersebut. Saat memasuki jalan itu, saya gak berharap apa-apa. Karena saya tau Om Tony sudah meninggal dunia. Om Yon juga sudah gak ada. Apakah Om Yok masih tinggal di situ? Bukan cuma gak tau, saya malahan gak yakin apakah rumah besar di sana masih dimiliki oleh keluarga Koeswoyo.

Baru saja sampai di rumah tersebut, saya melihat ada keramaian di sana. Banyak orang berkumpul lesehan, mereka makan dengan lahap sambil ngobrol dengan riang gembira. Saya tersenyum dan ikut bahagia ngeliat pemandangan menyenangkan tersebut. Beberapa ibu-ibu berjilbab tersenyum dan mengajak saya masuk namun saya menggelengkan kepala lalu berlalu meninggalkan tempat itu.

Belum lagi bergerak lebih dari 10 langkah, tiba-tiba saya mendengar suara musik dari tempat itu. Bukan suara musik dari CD tapi suara live music. Dan tau gak apa lagunya? NUSANTARA! Masya Allah! Apakah ini kebetulan? Bisa jadi. Bisa juga tidak. Lagu tersebut melemparkan saya ke jaman masih unyu-unyu dulu. Ya ampuuun...

Saya jadi terharu banget sampe melangkah balik lagi lalu berdiri di luar pagar untuk menikmati lagu tersebut. Band itu beranggotakan anak-anak muda yang cukup piawai karena mampu menyanyikan lagu Nusantara dengan persis seperti para pendahulunya.

Saat lagu berakhir, saya masih bengong dengan mata agak berkaca-kaca karena terharu. Pikiran saya melompat ke beberapa panggung Koes Plus yang pernah saya datangi. Pernah saya nonton mereka main di Istora bersama group Panbers dan The Mercy's. Pernah juga di Taman Ria Monas, di Ancol, rasanya cukup banyak saya ngikutin mereka manggung

"Hey, Mas! Ngapain kamu bengong di situ dari tadi. Ayo masuk!" Sekonyong-konyong sebuah suara perempuan menyapa saya.

"Oh, terima kasih. Saya cuma numpang dengerin lagu aja," sahut saya tersenyum.

"Kalo mau dengerin musik ya masuk aja. Yuk, sambil makan?" kata perempuan itu lagi. Dia memakai baju putih dan berkacamata. Wajahnya selalu tersenyum dan parasnya menyenangkan.

"Gak usah! Saya bukan undangan, kok," kata saya berkeras.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun