Mohon tunggu...
Budi kenzin
Budi kenzin Mohon Tunggu... Manusia Biasa

Bukan Suasana Yang Selalu Di Ganti, Tapi HATI Yang Harus Di Perbaiki. HATI Yang Hidup Menghidupkan Suasana.

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup

Terjerumus Komunitas yang Viral

19 September 2020   16:05 Diperbarui: 19 September 2020   16:08 33 1 0 Mohon Tunggu...

"Di semangati" Itulah yang membuat saya akhirnya bisa terus berada bersama komunitas membaca Qur'an. Beruntung bisa tergabung dengan komunitas ini, karena bersamanya banyak memperoleh manfaat. Terutama dalam interaksi membaca Qur'an.

Manfaat mengubah pesimis jadi optimistis, mengubah ketidakmampuan jadi mampu, mengubah rasa malas jadi semangat. Itulah komunitas membaca Qur'an "One Day One Juz"

Komunitas yang berdiri dan di legalkan lewat SK pendirian di kemenkumham pada 02 Mei tahun 2014, yang kemudian dipromosikan melalui media sosial dan media online. Lalu menggelar Grand Lounching pada 04 Mei 2014 di Masjid Istiqlal yang dihadiri puluhan ribu jama'ah. Membuat komunitas ini jadi viral ke seluruh pelosok negeri dan bahkan dunia. Yang membuat banyak orang tertarik untuk ikut bergabung membersamainya termasuk saya.

Mulanya ada keraguan ketika niatan untuk bergabung dengan "one day one juz" Itu hadir. Di dalam hati bertanya, apakah nanti mampu menyelesaikan baca Qur'an satu hari satu juz ? Rasa pesimisme menghantui fikiran sehingga memperkuat alasan untuk tidak bergabung dengan komunitas itu.

Betapa tidak muncul keraguan, ketika harus membaca satu juz setiap hari. Sedang bagi yang belum terbiasa membaca Qur'an akan terasa sangat berat. Dan terbayang harus berapa lama waktu yang di butuhkan untuk membacanya. Apalagi dalam keseharian penuh dengan kesibukan berbagai urusan. Yang kemudian muncul dalam fikiran bahwa komunitas ini susah untuk di ikuti.

Namun dengan berjalannya waktu dan banyak broadcast yang masuk di grup Whatsapp dan juga testimoni dari teman-teman yang sudah tergabung. Tentang bagaimana mereka disemangati membaca Al Qur'an, saling memotivasi dalam berlomba-lomba menuntaskan satu juz sehari, dan bisa kenal dengan banyak teman dari berbagai daerah diseluruh Indonesia. Membuat fikiran kembali terusik dan berusaha mencari tahu lebih dalam akan komunitas ini.

Sampai akhirnya memutuskan dengan niat dan tekad ingin jauh lebih baik dalam interaksi bersama Qur'an, akhirnya bergabung dengan komunitas "One Day One Juz".

Benar saja, awal-awal berada dalam komunitas Qur'an, seperti muncul semangat yang kuat untuk bisa membaca satu hari satu juz. Mungkin karena merasa sudah menjadi member komunitas sehingga mempunyai tanggung jawab untuk menyelesaikan membaca. 

Dan alhamdulillah, ternyata tugas membaca satu juz bisa di selesaikan tanpa hambatan apapun. Bayangan di awal bahwa membaca satu juz sangat berat, ternyata di patahkan dengan membuktikan sendiri bisa menyelesaikan membaca di hari perdana. Meskipun harus berjuang menyempatkan waktu di sela sela kesibukan.

Lega rasanya ketika di tengah tengah aktivitas yang padat namun tetap bisa menyelesaikan membaca Qur'an satu hari satu juz. Dan itu menjadi Pengalaman yang membuat semangat semakin menguat untuk selalu membaca Al Quran.

Niat dan tekad yang kuat menjadikan semangat itu hadir. Sesibuk apapun dan sesempit apapun waktu yang kita punya, ternyata jika niat dan tekad itu di hadirkan akan memudahkan jalannya usaha kita untuk bisa menyelesaikan target membaca satu juz.

Memang dalam perjalanan atau proses untuk membiasakan aktivitas membaca satu juz satu hari, terkadang akan terhambat oleh lemah nya semangat karena terpengaruh oleh kondisi keimanan yang sedang turun. Sebagaimana keimanan seseorang akan naik dan turun, naik karena taat dan turun karena maksiat.

Memaksa diri untuk tetap membaca adalah cara yang paling ampuh ketika semangat melemah, agar target tetap tercapai. Usaha tersebut akan membuat hari hari kita selalu tetap berinteraksi dengan Qur'an, yang kemudian akan menjadikan kebiasaan dalam aktivitas harian.

Saat kebiasaan membaca Qur'an sudah melekat pada aktivitas harian, dan ketika satu hari tidak membacanya maka akan terasa ada yang kurang dan hilang. Dan itu merupakan kondisi yang paling membahagiakan karena aktivitas membaca satu juz satu hari sudah tidak di jadikan beban melainkan sudah menjadi kebutuhan.

Beryukur di pertemukan dengan komunitas one day one juz yang menjadi wasilah untuk membiasakan diri selalu berinteraksi dengan Al Quran. Semoga para pendiri, para pengurus dan semua member komunitas one day one juz diberikan keistiqomahan dalam menjaga, menyebarkan dan membudayakan membaca Al-Quran di bumi Indonesia yang tercinta dan diseluruh dunia.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x