Mohon tunggu...
budi prakoso
budi prakoso Mohon Tunggu... mari jaga kesehatan

seorang yang gemar berolahraga

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Jangan Saling Caci Maki, Jaga Media Sosial dengan Toleransi

8 Juli 2019   23:08 Diperbarui: 8 Juli 2019   23:13 0 1 0 Mohon Tunggu...
Jangan Saling Caci Maki, Jaga Media Sosial dengan Toleransi
Stop Caci Maki - hafizdoll.id

Manusia pada dasarnya mempunyai rasa benci. Manusia juga mempunyai rasa cinta. Keduanya merupakan anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita semua. Apapun latar belakang kita, apapun agama kita, apapun suku dan budaya kita, pasti memiliki yang namanya rasa. Dan rasa itu bisa berbentuk positif ataupun sebaliknya, tergantung kita mengarahkan untuk tujuan apa. Jika kita melihat lingkungan sekitar saat ini, banyak rasa yang diarahkan untuk kepentingan yang tak baik. Ujaran kebencian begitu marak di dunia maya.

Intinya, jika kita tak bisa mengendalikan hawa nafsu, emosi dan ego, maka diri kita akan dengan mudah dikendalikan oleh yang namanya kebencian. Ketika kebencian membabi buta, tentu dampak yang lebih buruk yang akan dirasakan. Ketika masa tahun politik seperti kemarin misalnya, begitu masif ujaran kebencian menyebar di jagad maya. Dan kebencian ini, tidak hanya menyebar. Tapi juga mempengaruhi alam bawah sadar banyak orang, karena sudah terprovokasi dengan informasi yang salah dan menyesatkan.

Ketika ujaran kebencian bertemu dengan hoaks dan provokasi, akan membuat keramahan masyarakat bisa berubah menjadi amarah. Dan ketika amarah muncul membabi buta dan tak terkendali, maka disitulah bibit radikalisme dan intoleransi akan mudah masuk. Tak hanya itu, persatuan dan kesatuan yang sudah dicapai selama ini juga berpotensi akan tergaggu. Bahkan, potensi konflik akan terus mengantui, karena kuatnya provokasi dan kebencian di tengah masyarakat.

Di era yang sudah modern seperti sekarang ini, kebencian tidak hanya menyebar dari mulut ke mulut. Tapi juga bisa menyebar melalui dunia maya. Seperti kita tahu, media sosial yang berkembang saat ini begitu banyak penggemarnya. Hampir semua aktifitas manusia bisa dilakukan di media sosial.

Awalnya, hanya digunakan sebagai media untuk bertukar informasi, mencari teman, ataupun mengungkapkan ekspresi, media sosial telah berubah menjadi segalanya. Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang lebih percaya informasi di media sosial dibandingkan media mainstream. Kuatnya provokasi di media sosial, juga menjadi pemicu semakin banyaknya masyarakat yang menjadi korban.           

Mari kita kembalikan media sosial dan dunia maya ini ke jalur yang positif. Mari bersihkan media sosial dari segala bibit kebencian, apapun alasannya. Mari kita berinteraksi secara santun di media sosial. Karena apa yang kita perbuat di media sosial, akan mudah diserap publik. Ketika yang disebar di media sosial mengandung konten yang positif, menyejukkan, inspiratif, menyatukan tentu tidak masalah.

Yang menjadi masalah jika konten yang disebar justru yang bersifat negatif. Konten semacam inilah yang harus kita hilangkan. Dan untuk menghilangkan itu, harus dimulai dari diri kita sendiri, lalu disebarkan ke orang lain dan generasi berikutnya.

Jadikan media sosial sebagai media tempat bertemunya nilai-nilai kearifan lokal. Jadikan media sosial sebagai media perekat persatuan, penyebar toleransi, dan menjadi media yang bisa memberikan edukasi ke semua pihak. 

Jadikan media sosial sebagai tempat berkumpulnya keragaman. Jika kita bisa menjalankan semua itu, betapa indahnya dunia ini, karena terbebas dari segala bentuk kebencian, caci maki, persekusi dan perilaku radikal. Karena semua orang bisa mengakses media sosial, maka berperilakulah yang positif. Salam damai.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x