Mohon tunggu...
Anthony Bryan Vernico Sany
Anthony Bryan Vernico Sany Mohon Tunggu... Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Ad Maiorem Dei Gloriam

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Persepsi Masyarakat terhadap Janda

29 September 2020   18:02 Diperbarui: 13 Oktober 2020   14:54 127 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Persepsi Masyarakat terhadap Janda
pinterest.com/memeperempuan.blogspot.com

Dalam menjalani kehidupan pastinya setiap orang menginginkan kehidupan perkawinan yang harmonis. Kehilangan pasangan hidup akibat perceraian atapun kematian pasangan dapat membuat seseorang menyandang status janda (bagi wanita) dan duda (bagi laki-laki). Hidup sebagai janda merupakan hal yang sulit, karena di sisi lain mereka harus bertanggung jawab untuk menjadi orang tua tunggal bagi anak-anaknya dan di sisi lain mereka merasakan beban psikologis dari masyarakat yang umunya menganggap kehidupan menjadi janda sebagai hal yang negatif. 

Menjadi nda karena cerai atau ditinggal mati memiliki beban sosial yang sama beratnya. Masyarakat tanpa ingin melihat berbagai faktor penyebab atau kondisi perempuan menjanda cenderung menghakimi para janda. Hal ini sama seperti apa yang dikatakan Samovar dimana persepsi seseorang ditentukan atas informasi verbal dan non-verbal yang telah dikumpulkan. 

Hal ini sering ditemui di dalam komunikasi antar budaya karena dalam banyak kasus akan berurusan dengan hal-hal yang asing (Samovar, 2017). Pernyataan Samovar menunjukkan bahwasannya banyak masyarakat mempresepsikan janda secara negatif karena banyak mengumpulkan informasi secara verbal dan non-verbal atas beberapa tindakan oknum janda yang dinilai negatif.

Persepsi adalah cara kita memahami dunia dan membangun realitas sosial dari proses menerima, mengidentifikasi, memaknai sebuah pesan melalui indera kita (Samovar, dkk, 2017). Dari pernyataan samovar diatas busa diartikan bahwasaanya persepsi sebagai salah satu sumbangan pemikiran yang berasal dari masyarakat merupakan suatu proses yang didahului oleh proses penginderaan, yaitu merupakan proses diterimanya stimulus melalui alat indera. Berkaitan dengan hal tersebut, Hurlock (1980: 360) juga menjelaskan bahwa: Bagi perempuan yang dicerai, masalah sosial lebih sulit diatasi daripada kalau dihadapi duda. 

Perempuan yang diceraikan bukan hanya dikucilkan dari kegiatan sosial, tetapi lebih buruk lagi, ia seringkali kehilangan teman lamanya. Sementara beberapa orang akan tetap mempunyai teman-teman, namun banyak juga teman-temannya mengucilkan dan memboikotnya atau mendukung bekas suaminya. Seorang janda harus dapat menjaga harkat dan martabat serta harga dirinya sendiri, maka ia harus berbuat apa yang patut dikerjakan selaku orang yang tidak mempunyai teman hidup untuk bernegosisasi dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya

     Persepsi negatif yang muncul di masyarakat mengenai status janda biasanya yaitu janda merupakan seseorang yang harus dipantau karena kesendiriannya apalagi dengan janda yang memiliki usia yang masih muda yang dianggap masih ingin mencari pasangan lagi, sehingga akan lebih banyak gunjingan muncul di masyarakat itu sendiri. Ada banyak faktor memang yang menbuat masyarakat mempresepsikan janda sebagai hal yang negatif dan menjadi bahan gunjingan di lingkungan mereka tinggal. Maka dari itu kita sebagai masyarakat yang baik harus lebih objektif dalam memberikan persepsi, sehingga kita bisa hidup harmonis dan berdampingan saling menghargai hak setiap orang.

Sumber:

Samovar, L. A., Porter, R. E., McDaniel, E. R., & Roy, C. S. (2017). Communication Between Cultures Ninth Edition. Boston: Cengage Learning

Hastanti Widy N. 2004. Diskriminasi Gender: Potret Perempuan dalam Hegemoni Laki-laki. Yogyakarta: Hanggar Kreator.Hurlock, Elizabeth B. 1992. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x