Mohon tunggu...
ellazuardi
ellazuardi Mohon Tunggu... Menyukai buku

www.jurnaljasmin.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Drama Uang Seratus Ribu

31 Desember 2020   14:41 Diperbarui: 31 Desember 2020   15:17 182 29 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Drama Uang Seratus Ribu
Foto koleksi pribadi

Tahun 2020 akan segera berakhir.Hanya dalam hitungan jam kita akan segera. berpisah dan memulai tahun 2021.Bagaimana kehidupan kompasioner sekalian di tahun kembar ini?Apakah baik-baik saja,atau kurang menyenangkan?

Mayoritas pasti menjawab kurang menyenangkan.Ya, tahun bershio tikus ini merupakan tahun penuh kesulitan dan kesedihan bagi banyak orang.Serangan virus Corona pada awal tahun lalu sebagai penyebabnya.

Umat manusia didera banyak cobaan.Masalah kesehatan dan resesi ekonomi adalah masalah utama yang harus dihadapi penduduk bumi.Banyak orang kalang kabut dibuatnya.

Sungguhpun tahun 2020 ini adalah tahun yang berat bukan berarti tak ada pencapaian positif yang bisa diraih.Setidaknya bagi penulis secara pri adi.Prestasi receh yang sebenarnya biasa-biasa saja namun berkesan bagi penulis.

Kisah bermula dari ajang Pemilihan Kepala Desa.Sebagaimana jamaknya Pemilu,mulai dari Pemilihan Kepala Desa sampai Pemilihan Kepala Daerah dan Anggota Legislatif sering terkontaminasi oleh politik uang.Alias bagi-bagi uang maupun barang kepada calon pemilih agar memilih calon-calon tertentu.Maka didaerah tempat penulis menyalurkan hak pilihpun hal ini terjadi.

Malam hari sebelum hari-H tim sukses salah satu calon mendatangi penulis.Sambil berbasa basi tim sukses itu bilang,"ini kebetulan saya dapat amanah dari calon X untuk membagikan uang ini dan diharapkan besok kamu nyoblos  calon X",ujarnya sambil menyodorkan selembar uang seratus ribu.

Penulis sempat galau dan bingung dengan permintaan tim sukses calon X ini.Karena prinsip yang penulis pegang adalah menolak politik uang tersebut.Lagipula penulis berencana memilih calon Y bepas pencoblosan nanti.Karena calon Y punya track record yang lebih bagus menurut pandangan penulis.

Yang bikin perasaan makin galau adalah yang datang sebagai tim sukses calon X ini adalah teman sendiri.Kami sudah kenal akrab dan tiap hari bertemu.Penulis merasa tak enak hati dan khawatir dia salah paham dengan prinsip penulis.

Tapi penulis harus mengambil keputusan apapun resikonya.Penulis menolak pemberian uang berwarna merah bergambar tokoh Proklamator itu.

"Maaf,uangnya untuk kamu saja",kata penulis."Besok saya golput saja" kata penulis lagi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN