Mohon tunggu...
Purwanto (Mas Pung)
Purwanto (Mas Pung) Mohon Tunggu... Guru - Pricipal SMA Cinta Kasih Tzu Chi (Sekolah Penggerak Angkatan II) | Nara Sumber Berbagi Praktik Baik | Writer

Kepala SMA Cinta Kasih Tzu Chi | Sekolah Penggerak Angkatan 2 | Narasumber Berbagi Praktik Baik | Kepala Sekolah Inspiratif Tahun 2022 Kategori Kepala SMA | GTK Berprestasi dan Inspirasi dari Kemenag 2023 I Penyuluh Agama Katolik Non PNS Teladan Nasional ke-2 tahun 2021 I Writer | Pengajar K3S KAJ | IG: masguspung | Chanel YT: Purwanto (Mas Pung) | Linkedln: purwanto, M.Pd | Twitter: @masguspung | email: bimabela@yahoo I agustinusp134@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Generasi Milenial Menjadi Pahlawan?

14 November 2019   15:56 Diperbarui: 14 November 2019   15:55 125
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pertanyaan itu menjadi topik utama lomba pidato kebangsaan SMA/K se-Jakarta Barat yang dilaksanakan Minggu, 10 November 2019 di Kantor Walikota Jakarta Barat. Kegiatan lomba pidato kebangsaan ini terselenggara berkat kerja sama tiga pilar yakni Walikota Jakarta Barat Bapak Haji Rustam Effendi, Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Henky Haryadi Sik dan Bapak Dandim Kolonel Kav Valian Wicaksono Magdi. 

Sos dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2019. Dalam kata sambutan baik Bapak Walikota, Kapolres maupun Dandim menekankan pentingnya membangun nilai-nilai kebangsaan dan menjaga keutuhan NKRI oleh generasi muda. Generasi milenial yang akan menjadi pemimpin masa depan haruslah generasi yang memiliki kecerdasan, akhlak mulia dan kemampuan bernarasi yang mampu memengaruhi kalayak berperilaku positif.

Para finalis yang terdiri dari 10 peserta dari 10 SMA/K swasta maupun negeri di Jakarta Barat menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam berpidato setelah diseleksi melalui video yang mereka kirimkan.

 Kegiatan ini digagas bukan hanya untuk memfasilitasi para pelajar menunjukkan kemampuan mereka berbicara didepan publik tetapi juga pembentukan karakter yang cinta tanah air, persatuan  melawan radikalisme, dan gaya hidup yang semakin melunturkan nilai-nilai luhur bangsa.

Dok Pri
Dok Pri
Belajar dari Para Pahlawan dan Para Pejuang Kekinian
Ruangan lomba yang didisain sangat familiar tanpa menghilangkan kesan hari pahlawan menjadi saksi bagaimana peserta dan hadirin disuguhi nilai-nilai luhur para pejuang melalui kata sambutan tiga petinggi dari tiga pilar penyelenggara. Bangsa ini telah direbut dengan perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. 

Tidak ada kesuksesan tanpa sebuah perjuangan dan pengorbanan. Menjadi pejuang dan pahlawan generasi milenial bukannya tidak lebih mudah dibandingkan berjuang merebut kemerdekaan. 

Jonatan Wijaya dari SMA Cinta Kasih Tzu Chi yang meraih juara pertama pada lomba ini menegaskan hal itu dalam pidatonya dengan mengutip ungkapan Ir. Sukarno "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri". 

Hal senada disampaikan oleh Kombes Pol Henky Haryadi Sik, perjuangan berat saat ini adalah melawan bahaya narkoba yang merusak  generasi muda, dan telah masuk dikalangan para pelajar. Inilah pejuang kekinian. Inilah pahlawan generasi milenial.

Dok Pri
Dok Pri
Membangun Persaudaraan, Kebanggaan dan Percaya Diri
Melalui perlombaan pidato ini para peserta -- juga supporter-belajar banyak hal positif untuk bekal pertumbuhan menjadi generasi yang kuat dan nasionalis. Mereka belajar membangun persaudaraan dengan para peserta dari sekolah lain. Ini kentara dari moment menari bersama. 

Dengan berpidato didepan para juri dan para hadirin, para peserta membangun kebanggan diri dan rasa percaya diri. Hal ini menjadi pondasi bagi keseksesan berikutnya. Meraih juara memang membanggakan. Namun, munculnya rasa bangga dan percaya diri karena bisa masuk finalis 10 besar jauh lebih penting dalam pembentukan karakter yang kuat. 

Karena itu semua finalis layak diberi predikat sebagai siswa berprestasi. Rasa bangga dan percaya diri ini akan melahirkan prestasi berikutnya. Selamat dan proficiat kepada 10 finalis. Teruslah berlatih dan berlatih bicara didepan public karena ini adalah kompetensi yang sangat penting bagi seorang pemimpin. "Jika kalian ingin menjadi pemimpin besar kalian menulislah seperti wartawan dan bicaralah seperti orator" ungkap Bapak Dandim Kolonel Kav Valian Wicaksono Magdi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun