Bibie Albar Whiancaka
Bibie Albar Whiancaka

Semesta bersauh mesra— sepasang ain melingkarinya. Ya Allah Maalik ul-Mulk

Selanjutnya

Tutup

Puisi highlight

Puisi | Candaan Monstera Tua

8 Oktober 2017   19:51 Diperbarui: 8 Oktober 2017   20:38 600 4 0
Puisi | Candaan Monstera Tua
pinimg.com

Ketika dunia hanyalah malam

Terbatas pangkal keladi - kaladi berumur kecil

Jemari yang mengkilat

Menopang beban lahir

Beban semenjak kuncup merekah

berasal dari bilah ke bilah lain

Tersimpul bahagia . . . benar?

Hingga terbentuk tunas mungil


Jemarinya masih lembut

kulitnya belum hijau, masih semu

Angin masih meledek, kadang menimangmu

Biangnya itu yang perkasa ─ jemarinya kokoh, penuh tebuk


Tebuk-tebuk terbentuk 

Kala mudanya berbaris dalam gelap

Sebelum menghirup terai dunia


Apa ?

Untuk apa gunanya ?

Semakin berumur penuh jemari berhias tebuk

Ajaib bukan . . .? hanya untuk menyilap

Para ngengat, kupu - kupu, maupun kalian. Manusia . . .

Bisiknya pelan saja. 

Tawa kecilku berkerumun meriah

pada daun bertebuk.


Yogyakarta, 10 Oktober 2017