Mohon tunggu...
Berty Sinaulan
Berty Sinaulan Mohon Tunggu... Penulis, Pewarta, Pelatih Pembina Pramuka, Arkeolog

Pewarta, Pelatih Pembina Pramuka, Arkeolog, Penulis, Peneliti Sejarah Kepanduan, Kolektor Prangko dan Benda Memorabilia Kepanduan, Cosplayer, Penggemar Star Trek (Trekkie/Trekker), Penggemar Petualangan Tintin (Tintiner), Penggemar Superman, Penggemar The Beatles

Selanjutnya

Tutup

Muda Pilihan

Ketika Kapten Haddock Mencari Tintin

4 Oktober 2016   11:39 Diperbarui: 4 Oktober 2016   11:55 0 1 0 Mohon Tunggu...
Ketika Kapten Haddock Mencari Tintin
Kapten Haddock yang kebingungan mencari Tintin. (Foto: R. Andi Widjanarko, ISJ)

Masih ingat atau pernah tahu siapa Kapten Haddock? Ya, dialah salah satu pemeran dalam kisah “Petualangan Tintin” karya Herge, komikus asal Belgia. Dalam kisah itu, selain Tintin sang reporter muda dan Kapten Haddock, juga ada tokoh-tokoh lainnya, seperti Snowy si anjing kesayangan Tintin, lalu Profesor Calculus, detektif kembar Thompson dan Thomson, dan masih banyak lagi.

Kisah “Petualangan Tintin” itu demikian terkenalnya di seluruh dunia, sampai diterjemahkan lebih dari 50 bahasa termasuk Bahasa Indonesia. Lewat kisah dengan gambar-gambar menarik dan berwarna-warni itulah, kita diajak berkeliling dunia.

Tapi tunggu dulu. Kini Kapten Haddock terbangun dari tidurnya. Dia bergegas mengenakan pakaian khas miliknya, sweater biru dengan logo jangkar, celana panjang hitam, sepatu hitam, ditambah jas atau jaket hitam, dan dilengkapi dengan topi pelautnya. Tentu tak lupa dengan pipa cangklong yang selama ini menemani sang kapten. Dia ingin mencari Tintin, karena sudah beberapa hari tak berjumpa dengan sahabatnya itu.

Kapten Haddock melihat bangunan
Kapten Haddock melihat bangunan
Dia lalu berjalan ke sana ke mari, mencari informasi di manakah Tintin berada. Ada yang bilang bahwa Tintin ada di acara Indonesia Comic Convention (Indo Comic Con) 2016 di Jakarta Convention Center, 1-2 Oktober 2016. Maka ke sanalah Kapten Haddock pergi. Tiba-tiba dia melihat sebuah bangunan berwarna-warni dengan gambar-gambar lucu. Sang kapten mendekati, memasukinya, dan dia melihat tulisan besar di atap bangunan “Sanrio Festival – Sanrio Character”.

Kapten Haddock bertemu dua gadis penjaga bangunan Sanrio. (Foto: R. Andi Widjanarko, ISJ)
Kapten Haddock bertemu dua gadis penjaga bangunan Sanrio. (Foto: R. Andi Widjanarko, ISJ)
“Hmm, ini tentunya karakter-karakter “imut” dari Jepang. Ya, kalau begitu saya akan cari Hello Kitty, siapa tahu dia bisa membantu memberikan info di mana Tintin,” ujar Kapten Haddock dalam hati.

Kapten Haddock diajak berkeliling bangunan Sanrio. (Foto: R. Andi Widjanarko, ISJ)
Kapten Haddock diajak berkeliling bangunan Sanrio. (Foto: R. Andi Widjanarko, ISJ)
Sayang, dia tak bisa menemui Hello Kitty, hanya menemui dua gadis penjaga bangunan itu. Tak bisa bertemu Hello Kitty, Kapten Haddock malah diajak berkeliling bangunan tersebut.

Setelah sekian waktu, Kapten Haddock pamit dan meneruskan perjalanannya mencari Tintin. Di tengah jalan, tanpa sengaja dia masuk ke dalam USS Enteprise. “Captain on the bridge,” terdengar suara, dan Kapten Haddock dengan tenangnya duduk di kursi kapten.

Kapten Haddock duduk di bangku kapten dalam pesawat USS Enterprise. (Foto; R. Andi Widjanarko, ISJ)
Kapten Haddock duduk di bangku kapten dalam pesawat USS Enterprise. (Foto; R. Andi Widjanarko, ISJ)
Wah, salah ini bukan kapten dari pesawat USS Enterprise yang ada dalam kisah fiksi ilmiah “Star Trek”. Ini adalah Kapten Haddock dari kisah “Petualangan Tintin”. Akhirnya sang kapten pun kembali meneruskan perjalanannya.

Kapten Haddock bertemu Si Topi Merah. (Foto: koleksi Anna)
Kapten Haddock bertemu Si Topi Merah. (Foto: koleksi Anna)
Dia bertemu Gadis si Topi Merah (Red Riding Hood). Kapten Haddock bertanya kepada sang gadis, tapi sang gadis tak bisa memberi informasi tentang Tintin. Si Topi Merah hanya menunjuk ke arah Utara, dan ke sanalah sang kapten berjalan.

Bertemu sekawanan pejuang Bajaeger 1. (Foto: R. Andi Widjanarko, ISJ)
Bertemu sekawanan pejuang Bajaeger 1. (Foto: R. Andi Widjanarko, ISJ)
Alih-alih bertemu Tintin, Kapten Haddock malah bertemu sekawanan pejuang Bajaeger. Sempat berfoto bersama, akhirnya Kapten Haddock melanjutkan perjalanan. Dia terus mencari di manakah gerangan Tintin.

Kapten Haddock jadi detektif? (Foto: R. Andi Widjanarko, ISJ)
Kapten Haddock jadi detektif? (Foto: R. Andi Widjanarko, ISJ)
Ke sana ke mari, mencari tak bertemu. Anehnya, sang kapten sempat dianggap seorang detektif. Ada yang memberikannya senjata api laras pendek, meminta bantuannya untuk mencari penjahat. Kalau bisa ditangkap, tapi kalau sang penjahat melawan, ditembak saja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x