Mohon tunggu...
Martha Weda
Martha Weda Mohon Tunggu... Freelancer - Penulis, Content Creator

Nomine BEST In OPINION Kompasiana Awards 2022 Suka nyanyi, main musik (gitar, piano), penyuka kucing dan anjing, pemerhati masalah keluarga, parenting, pendidikan, literasi, kerohanian, dan sosial budaya

Selanjutnya

Tutup

Parenting Artikel Utama

Ini 5 Manfaat Berharga Anak Naik Angkutan Umum ke Sekolah

7 November 2022   13:38 Diperbarui: 7 November 2022   15:55 364
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi anak naik angkot di Jakarta (Sumber: gridoto.com)

Sejak anak saya, "si Ganteng" duduk di kelas 8, saya membiarkan dia mulai menggunakan angkutan umum saat pulang dari sekolah. 

Sebelumnya, dari TK hingga SD dan sebelum pandemi, tugas saya yang mengantarkan dan menjemputnya dari sekolah. 

Setelah masa sekolah di rumah selama pandemi berakhir, dan sekolah mulai perlahan aktif kembali sejak awal tahun 2022, si ganteng pulang sekolah menumpang ojek online. 

Tarif ojek online dari sekolahnya ke rumah rata-rata 19.000 rupiah untuk satu kali jalan. Sesekali bila sedang ada promo, tarif bisa turun beberapa ribu rupiah. 

Tarif itu berlaku sebelum ada isu kenaikan BBM. Ketika isu kenaikan BBM mulai merebak, tarif ojek online melesat ke angka 29.000- 31.000 rupiah. Hingga sekarang setelah BBM resmi naik, tarifnya masih sama pada kisaran harga tersebut. 

Sekolah si ganteng ada di Pejaten Jakarta Selatan, sedangkan rumah kami ada di kawasan Depok perbatasan dengan Jakarta Selatan. Jarak tempuhnya sekitar 7 km dengan waktu tempuh antara 30-45 menit menggunakan motor. 

Sejak di kelas 7 semester akhir, saya sudah mulai mewanti-wantinya. Bahwa di kelas 8 nanti, si ganteng harus mulai naik angkutan kota (angkot) saat pulang sekolah. 

Kalau berangkat sekolah tidak ada masalah karena diantar papanya sekalian berangkat ke kantor. 

Banyak pertimbangan saya memutuskan hal tersebut. Salah satunya biaya ojek online yang cukup mahal. 

Kita rata-ratakan saja 30.000/hari x 20 hari (sabtu libur) = 600.000 per bulan. Sebuah angka yang lumayan besar. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Parenting Selengkapnya
Lihat Parenting Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun