Mohon tunggu...
Martha Weda
Martha Weda Mohon Tunggu... Menulis untuk mengurangi antrean ide dalam kepala

Email: berlianamartha@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Gara-gara Ulang Tahun yang Tertunda, Ibu pun Turun Tangan

14 April 2021   04:00 Diperbarui: 14 April 2021   06:42 104 22 7 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gara-gara Ulang Tahun yang Tertunda, Ibu pun Turun Tangan
Ilustrasi ulang tahun (Sumber : Pexels.com/Anna Shwets)

Kejadian in terjadi dua tahun lalu ketika anak saya "Si Ganteng" duduk di kelas 4 SD.

Bagi anak-anak, ulang tahun merupakan momen yang selalu ditunggu. Ada hadiah yang sudah diimpikan beberapa hari sebelumnya, ada kue ulang tahun bahkan terkadang ada acara tiup lilin.

Khusus di sekolah anak saya, setiap siswa yang berulang tahun akan mendapatkan perlakuan khusus.

Sebagai sekolah Katholik, setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, seorang guru piket akan memimpin doa bersama melalui pengeras suara yang bisa didengar di seluruh sudut sekolah.

Sebelumnya didahului dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan Pancasila.

Selain itu, akan ada ucapan selamat ulang tahun kepada para siswa yang berulang tahun pada hari itu, atau hari sebelumnya jika ulang tahun siswa jatuh pada hari libur sebelumnya.

Ternyata, anak saya begitu menunggu-nunggu momen namanya disebut dan diucapkan selamat, lalu didoakan bersama dalam doa pagi. Hal ini bahkan dikatakannya dengan wajah gembira di pagi harinya sebelum berangkat ke sekolah.

Tetapi hari itu, entah kenapa namanya tak disebut. Beberapa nama siswa lain disebut, sedangkan namanya tidak. Si guru piket sepertinya melewatkan nama si ganteng. Teman-temannya pun mengatakan si ganteng berbohong karena mengatakan kalau dia berulang tahun hari itu.

Sepulang sekolah si ganteng menceritakan hal tersebut. Wajahnya memang terlihat biasa saja, tidak marah, tidak juga terlalu kesal. Cara berceritanya khas anak-anak yang kecewa seolah tidak mendapatkan hadiah balon dalam sebuah acara.

Untuk menghiburnya, saya katakan bahwa ibu gurunya mungkin lupa. Mungkin besok harinya baru akan disebutkan. 

Demi menebus rasa kecewanya, jam lima keesokan paginya, diam-diam tanpa sepengetahuan si ganteng, saya mengirim pesan WA kepada guru wali kelasnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN