Mohon tunggu...
Martha Weda
Martha Weda Mohon Tunggu... Berbagi kisah kasih kehidupan

Email: berlianamartha@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Tidak Perlu Bertemu Muka, Konsultasi Kesehatan Kini Bisa secara Online

1 November 2020   06:24 Diperbarui: 1 November 2020   12:48 185 62 14 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tidak Perlu Bertemu Muka, Konsultasi Kesehatan Kini Bisa secara Online
Ilustrasi : Pexels.com/Gustavo Fring

Sudah beberapa minggu ini saya merasakan gejala yang tidak enak pada tubuh saya.

Semula gejala-gejala tidak enak ini saya diamkan saja, karena saya pikir pasti akan hilang dengan sendirinya. Bukannya membaik, gejala sakit yang saya rasakan semakin menjadi. Yang paling mengganggu adalah seperti ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokan serta perasaan sesak napas yang datang berulang-ulang.

Muncul keinginan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit. Akan tetapi mengingat belum berakhirnya pandemi Covid-19, membuat langkah saya mundur bahkan sebelum maju. Menghindari rumah sakit untuk sementara waktu adalah pilihan terbaik untuk saat ini.

Melihat kondisi saya yang tidak kunjung membaik dan saya pun menolak untuk ke rumah sakit, pada 28 Oktober kemarin, suami menyarankan untuk konsultasi kesehatan secara online melalui aplikasi www.halodoc.com. Saya pun bersedia.

Kebetulan aplikasinya sudah diinstal di gawai. Jadi kami tinggal membuka aplikasinya, lalu memilih layanan "chat dengan".

Kemudian muncul nama -nama dokter yang bersiap untuk melayani saya saat itu. Saya hanya perlu memilih salah satunya. Dan saya memilih dr. Ilham, seorang dokter umum yang memiliki lokasi praktik di Surabaya. 

Chat diawali salam dari sang dokter dan menanyakan apa yang bisa beliau bantu. Diiringi permintaan maaf dari beliau bila responnya bisa saja sedikit lebih lama karena sedang melayani beberapa pasien dalam waktu bersamaan. 

Lalu mengalirlah percakapan saya dengan Dokter Ilham. Saya menyebutkan gejala sakit yang saya rasakan. Dilanjutkan dengan pertanyaan beliau apakah saya merasakan demam atau batuk, yang saya jawab tidak. Beliau juga menanyakan apakah saya merasakan kondisi-kondisi tertentu seperti yang beliau sebutkan. 

Hanya dengan beberapa tanya jawab percakapan via chat, beliau mendiagnosa kemungkinan asam lambung saya meningkat. Gejala-gejala yang beliau paparkan persis sama seperti yang saya rasakan.

Meningkatnya asam lambung disebabkan banyak faktor, seperti sudah makan tepat waktu tetapi ada jenis makanan yang membangkitkan gejala. Akibatnya perut kembung, mual, muntah, begah, dada dan tenggorokan panas, nyeri ulu hati dan lainnya. Bisa pula dipengaruhi oleh stress.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x