Mohon tunggu...
Anjar Anastasia
Anjar Anastasia Mohon Tunggu... ... karena menulis adalah berbagi hidup ...

saya perempuan dan senang menulis, menulis apa saja maka lebih senang disebut "penulis" daripada "novelis" berharap tulisan saya tetap boleh dinikmati masyarakat pembaca sepanjang masa FB/Youtube : Anjar Anastasia IG /Twitter : berajasenja

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Lebaran adalah Kenangan Indah

12 Mei 2021   11:35 Diperbarui: 12 Mei 2021   11:39 74 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Lebaran adalah Kenangan Indah
Gambar dan pengolahan dokpri

Keluarga besar saya banyak yang muslim. Bapak kandung juga sampai akhir hayatnya menjadi muslim yang taat.
Pernah beberapa kali ke tanah Arab, ada yang umrah atau menemani mbah putri haji.
Jadi, nggak aneh kalau sering ikutan mempersiapkan banyak hal di hari-hari jelang lebaran begini.

Saat ibu masih hidup, beliau malah seringnya dimintai tolong untuk membuatkan kue. Zaman sekarang semacam buka PO gitu....
Makanya tahu nastar, kastangel, kue satu atau kue lebaran enak dengan kwalitas premium, ya karena ibu memang buatnya tiada lawan...

Tidak jarang, ibu seperti "disewa" untuk bantu masak di rumah bude alm di Lampung. Plus lemper, yang konon buatan ibu beda rasanya.
Ibu sampai beberapa hari bolak balik ke rumah bude untuk bantu itu bukan sekadar "disewa", tetapi ada tugas mulia lainnya.
Tugas itu adalah mencicipi masakan yang dibuat.
Kan sekeluarga bude puasa semua.
Kami adalah andalan mereka untuk memastikan rasa masakan
Tentu saja, saya adalah orang yang paling bahagia sebab tiap pulang sekolah bisa makan siang enak. Gratis pula...

Kalau kenangan dengan bapak saat beliau pulang ke Lampung pas mau lebaran. Beliau pun mengajak saya ikut sholat Ied di lapangan Pahoman.
Saya kecil senang saja. Apalagi habis itu akan diajak ke rumah om tante kenalan bapak yang rumahnya tidak jauh dari situ untuk silahturahmi dan tentu saja makan dong...
Tante asli orang Lampung. Punya andalan masakan ketan (lupa namanya) yang selalu membuat saya nambah. Tanpa malu-malu
Kadang malah dibekelin buat ibu di rumah hehe...

Tapi, yang paling tidak terlupa adalah saat kotbah (atau selesainya ya?) diedarkan semacam kaleng untuk memasukkan dana.
Saya kecil diminta bapak memasukkan uang seratus dua buah ke kaleng itu lalu sengaja saya kocok-kocok hingga menimbulkan bunyi dan membuat mata ke arah kami berdua.
Haha...
Itu keisengan masa kecil yang tidak saya lupa.

Sekarang, ibu, bapak, bude, tante, om yang saya cerita di sini sudah abadi di rumahNya. Andaikata ada persiapan lebaran di sana, mungkin ibu dan tante adalah orang paling sibuk menyiapkan makanan.
Hihi....

Selamat menjelang hari lebaran bapak, bude, tante dan om..
#katanjar #anj2021

VIDEO PILIHAN