Mohon tunggu...
Benny Rhamdani
Benny Rhamdani Mohon Tunggu...

Menulislah hal yang bermanfaat sebanyak mungkin, sebelum seseorang menuliskan namamu di nisan kuburmu. http://bennyrhamdani.com/ | follow @bennyrhamdani_

Selanjutnya

Tutup

Finansial

Malu Ngaku Generasi Milenial Kalau Belum Bisa Lepas Dompet

6 Desember 2018   14:34 Diperbarui: 7 Desember 2018   09:45 0 0 0 Mohon Tunggu...
Malu Ngaku Generasi Milenial Kalau Belum Bisa Lepas Dompet
images-5c09de7aaeebe1665b2ec192.jpg

Istilah generasi milenial sedang akrab terdengar. Hampir di setiap acara yang saya ikuti beberapa tahun terakhir selalu menggunakan frasa ini. Istilah generasi milenial atau generasi Y juga akrab disebut generation me atau echo boomers. Para pakar menggolongkannya berdasarkan tahun  kelahiran. Mereka yang disebut generasi milenial ini  lahir pada 1980 - 1990 atau pada awal 2000, dan seterusnya.

Apakah saya generasi milenial? Bukan, itu sudah jelas jika melihat tahun kelahirannya. Tapi saya juga bukan generasi kolonial lho, karena saya juga mau belajar hal-hal yang terjadi di generasi ini.

Selain dari tahun kelahiran, kita bisa menentukan termasuk ke generasi milenial atau bukan adalah dengan gaya hidup. Mereka yang dari generasi milenial sudah terbiasa hidup tanpa uang tunai dan menjadi bagian cashless comunity. Saya tak perlu mencari jauh-jauh untuk mengetahui fakta itu. Cukup di ruang kantor.

www-nontunai-com-e-money-atau-uang-elektronik-yang-ada-di-indonesiabca-flazz-5c09deb96ddcae28171874d3.jpg
www-nontunai-com-e-money-atau-uang-elektronik-yang-ada-di-indonesiabca-flazz-5c09deb96ddcae28171874d3.jpg
Suatu hari ketika di kantor, saya harus mengisi pulsa agar bisa mengaktifkan layanan Internet di handphone.  Sialnya, saat itu saya tidak membawa dompet. Jadi saya tidak punya uang cash dan tidak bisa ke ATM dulu karena kartu ATM ada di dalam dompet.

Karena butuh banget, saya memberanikan diri pinjam duit kepada rekan saya, Reevi. Dia mengatakan tidak bawa duit karena sebagai generasi milenial dia mengaku tak pernah bawa duit tunai. Tapi dia bilang bisa mengisikan pulsa di handphone saya. Dengan cepat dia mengeluarkan handphone-nya, tak sampai lima menit kemudian dia mengatakan pulsa  saya sudah terisi.

Saya takjub mengetahui hal itu. Karena penasaran, saya pun menanyakan cara dia mengisikan pulsa saya. Akhirnya, Reevi yang jauh lebih muda dari saya itu menceritakan tentang uang elektronik yang dipakainya dari HP. Namanya Sakuku dari BCA. Dia juga mengajak saya memakai uang elektronik Sakuku karena saya sendiri sebenarnya sudah menjadi nasabah BCA.

Cara Mendaftar Sakuku

Yang namanya generasi milenial itu mengaku ogah ribet-ribet untuk mendapatkan layanan perbankan. Nah, untuk mendapatkan dan menggunakan layanan Sakuku BCA, langkah-langkahnya tak seberapa sulit. Bukan cuma buat generasi milenial tapi juga buat generasi sebelumnya seperti saya. begini caranya:

1) Pastikan punya handphone  dengan versi sistem operasi yang cocok. Jika memakai Android usahakan  Versi 4.0 atau jika punya iOS harus Versi 7.1 keatas.
2) Download aplikasi sakuku di Google Play Store atau Apple App Store.
3) Lakukan pengisian data pribadi dan lakukan verifikasi.
4) Tentukan dan buat PIN sakuku Anda (6 digit numerik).
5) Lakukan Top Up saldo.
Nah, sekarang Sakuku BCA siap digunakan.

Cara Mengisi Saldo

Karena Sakuku ini ibarat dompet, maka selayaknya jika ingin digunakan harus diisi terus. Untuk  melakukan isi ulang/Top Up saldo Sakuku ada beberapa cara. Berikut adalah cara-caranya:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2