Mohon tunggu...
Bea Putri Saraswati
Bea Putri Saraswati Mohon Tunggu... Mahasiswi UAJY

we cannot not communicate

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Ini Dia Pengaruh Jurnalisme Multimedia bagi Para Jurnalis

16 Februari 2020   21:52 Diperbarui: 16 Februari 2020   21:55 93 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ini Dia Pengaruh Jurnalisme Multimedia bagi Para Jurnalis
Gabungan dari beberapa media (dok. strategicsocialmedialab.com)

New Media membuat jurnalisme mengalami perubahan. Tak hanya dari segi produksi dan konsumsi, namun juga terdapat konsekuensi dan skills yang harus dikembangkan jurnalis. New Media secara tidak langsung menuntut jurnalis untuk multitasking.

Pada dasarnya jurnalisme merupakan kegiatan mengumpulkan, memilih, memproduksi, mendistribusikan, dan menafsirkan suatu berita (Mindy McAdams). Namun, berkembangnya teknologi menghadirkan new media. Terdapat perbedaan, konsekuensi, dan kompetisi antara jurnalisme dulu, saat ini, dan masa depan. Berikut perbedaan dan konsekuensinya.

Proses produksi yang telah berubah (dok. Kompasiana.com)
Proses produksi yang telah berubah (dok. Kompasiana.com)

Perbedaan Produksi Zaman Dahulu dan Sekarang

Zaman dahulu, majalah, koran, radio, dan televisi menjadi sumber informasi masyarakat (Tan, Kook, Salimat). Sesuai dengan The Hypodermic Needle Theory, semua informasi dari media akan diterima secara langsung oleh masyarakat.

Dulu, media menjadi sumber utama informasi masyarakat (dok.talal-is-at)
Dulu, media menjadi sumber utama informasi masyarakat (dok.talal-is-at)

Dengan begitu, informasi bergerak dari point to multipoint. Proses produksi berita pun tidak diketahui masyarakat. Proses produksi zaman dulu, reporter dan kameramen akan bertugas mencari berita.

Mereka akan mencari tambahan informasi dari sumber terkait. Kemudian, berita akan diproduksi dan dipublish di media. Setelah dipublish, masyarakat baru memperoleh informasi.  

Namun, cara ini sudah tidak relevan lagi pada jurnalisme saat ini dan masa depan. Kini, media membuat jurnalisme lebih interaktif. Informasi tak lagi bergerak dari point to multipoint, namun multipoint to multipoint (Tan, Kook, Salimat).

Masyarakat saat ini menjadi pengawas sekaligus memproduksi berita. Menulis berita bukan lagi dari ranah jurnalis, namun masyarakat biasa pun bisa. Hal ini disebut citizen journalism. Audiens dapat dengan mudah memproduksi berita dari relasi yang mereka miliki. Kemudian menyebarkannya di sosial media maupun blog.

Perbedaan Konsumsi Zaman Dahulu dan Sekarang

Informasi dalam satu genggaman (dok. IDN Times)
Informasi dalam satu genggaman (dok. IDN Times)

Cara audiens mengonsumsi berita pun senantiasa berubah. Dilansir dari artikel daring Tirto.id, pada tahun 2014 sebanyak 79% memilih televisi sebagai sumber informasi sedangkan internet hanya 8%.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN