Mohon tunggu...
B Budi Windarto
B Budi Windarto Mohon Tunggu... Guru - Pensiunan

Lahir di Klaten 24 Agustus 1955,.Tamat SD 1967.Tamat SMP1970.Tamat SPG 1973.Tamat Akademi 1977

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Manisnya Kerajaan Allah, Amisnya Kerajaan Agama!

7 Juli 2021   11:32 Diperbarui: 7 Juli 2021   11:48 64 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Manisnya Kerajaan Allah, Amisnya Kerajaan Agama!
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Bacaan Rabu 7 Juli 2021

Mat 10:1 Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. 2 Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, 3 Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, 4 Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia. 5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, 6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. 7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.

Renungan

Indonesia punya dr. Lie Agustinus Dharmawan, Ph.D, Sp.B, Sp.BTKV. Dokter Lie Tek Bie ini lahir 75 tahun lalu, di Padang, Sumatra Barat 16 April 1946. Dokter Lie adalah seorang dokter ahli bedah, dikenal sebagai pendiri rumah sakit apung (floating hospital) swasta yang pertama di Indonesia. Di bawah Yayasan doctorSHARE, Rumah Sakit Apung (RSA) dr. Lie Dharmawan memberikan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma kepada masyarakat di daerah miskin dan terpencil di Indonesia yang tidak terjangkau oleh pelayanan kesehatan secara reguler (https://id.wikipedia.org/wiki/Lie_A._Dharmawan)

Berdasarkan bacaan Injil hari ini, apa yang dilakukan oleh dr.Lie itu amat sangat sesuai dengan panggilan Yesus kepada dua belas murid-Nya. Tindakannya merupakan perwujudan konkret, nyata, real dari tugas kemuridan dan kerasulan yang diamanatkan Yesus. Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya. Ini berarti Yesuslah yang berinisiatif memulai, mengawali, menyeleksi, memilih dan menjadikan  mereka dari antara sekian banyak orang yang mengikuti-Nya, sebagai tim inti-Nya. Pilihan ini sebagai kasih karunia, rahmat belaka. Yesus memberikan kuasa-Nya sendiri kepada mereka. Ia memberi modal bekal, kekuatan, "senjata", kuasa-Nya untuk mengusir roh-roh jahat. Kuasa untuk mengalahkan, menaklukan, mematahkan kuasa kejahatan yang masuk merasuki manusia, kuasa yang memperbudak manusia. Sehingga hidup, sikap, tutur kata, perilaku dan kiblat tindakannya   serba jahat, bertabiat bangsat,  bejat, sesat, khianat, laknat, cacat, nekat, penuh umpat, suka mencela, gaduh, ricuh, kacau, ngelantur ngawur,   suka kekerasan, sadis bengis bin dan binti iblis.  

Juga kuasa untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. Kuasa untuk menghadapi, menghilangkan, mempersihkan hal-hal yang merintangi, menghambat, mengancam  terwujudnya kesehatan, kewarasan, kewajaran, kenormalan, kecerdasan,  keluhuran, kemuliaan,  keutuhan dan kepenuhan  kemanusiaan. Kuasa-Nya memampukannya untuk tekun, ulet, setia, bertanggung jawab, solider, berani meninggalkan  zona aman, nyaman dan mapan, terus dan terus belajar, maju bertindak sekalipun menghadapi reaksi komentar tanggapan banyak pihak yang menyakitkan dan melemahkan.

Kedua belas rasul pilihan Yesus itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,  Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus,  Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.

 Menarik mencermati kedua belas rasul itu. Yang disebut pertama adalah Simon alias Petrus. Rupanya Petrus istimewa. Menjadi yang pertama, dasar, "ketua kelas" dari dua belas rasulnya. Selanjutnya ada nama  kembar dari mereka. Yang eksplisit disebut adalah Simon Petrus dan Simon Orang Zelot, Yakobus anak Alfeus dan Yakobus anak Zebedus.

Ada pula kesamaan kekerabatan, kekeluargaan. Yaitu Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya. Kesamaan nama dan persaudaraan kiranya semakin menyatupadukan mereka. Yang satu adalah  bagian lainnya.  

Juga tanpa "tedheng aling-aling" mau menutup-nutupi, mealinkan terus terang jelas disebutkan "kelemahan" pada beberapa nama seperti Matius pemungut cukai dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia. Mereka yang dipilih sebagai  rasul tetaplah manusia seperti manusia lainnya,  tidak sempurna, lemah dapat jatuh dalam dosa, kejahatan, menyangkal bahkan mengkhianati-Nya. Namun menariknya, penyangkalan yang dilakukan Simon Petrus, dan ketidak percayaan Tomas  tidak disebutkan. Tentu ini bukan diskriminasi, pilih kasih. Bukan mau menutupi kelemahannya. Yang membedakannya dengan Yudas Iskariot, dalam proses perjalanan kemuridan-Nya, Petrus dan Tomas tidak meninggalkan komunitas-Nya. Sementara Yudas Iskariot melepaskan diri dari komunitas. Ia menutup diri, hati untuk kembali kepada Yesus, memilih memisahkan diri dari Yesus  dan komunitas-Nya. Ia putus asa dan tidak percaya bahwa   belas kasih Yesus tanpa batas. Sedangkan Petrus dan Tomas tidak putus asa, seperti anak hilang kembali bertobat ke rumah Bapa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN