Mohon tunggu...
IQuotee Bowie Brotosumpeno
IQuotee Bowie Brotosumpeno Mohon Tunggu...

ikuti iQuotee :)

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi

SKTM, Kartu Sehat atau eKTP, solusi pengobatan gratis Cagub DKI

13 Juni 2012   22:12 Diperbarui: 25 Juni 2015   04:01 1701 0 0 Mohon Tunggu...

Sistem pengobatan gratis bagi warga DKI Jakarta menjadi salah satu tema yang cukup banyak dibahas oleh para Cagub DKI. Masing-masing kandidat menawarkan solusi yang berbeda-beda. Dari 6 pasangan calon gubernur, terdapat 3 yang sudah memiliki gambaran yang cukup jelas. Mereka adalah pasangan incumben Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Jokowi dan Ahok serta Alex Noerdin dan Nono Sampono. Semua sumber informasi di artikel ini dapat dilihat di http://iquotee.com/topik/645/SKTM/ dan http://iquotee.com/topik/329/kartu%20sehat.

SKTM solusi pengobatan gratis Fauzi Bowo

SKTM merupakan kepanjangan dari surat keterangan tidak mampu, dengan berbekal SKTM seseorang dapat berobat di rumah sakit publik ataupun puskesmas. Cara mendapatkan SKTM pun sebenarnya tidak begitu rumit, yaitu :


  1. Surat pengantar dari RT, RW, setempat.
  2. Surat Pernyataan tidak mampu dengan materai 6000.
  3. Surat keterangan tidk mampu yang ditandai oleh lurah setempat.
  4. Mengisi form keterangan keluarga miskin.


(berdasarkan sumber).

Urutannya adalah RT, RW dan kelurahan. Solusi ini juga bukan solusi orisinil DKI Jakarta, karena didaerah-daerah lain juga sudah diterapkan. Fauzi Bowo dalam sebuah pernyataannya mengatakan agar jangan sampai birokrasi menghambat masyarakat. Karena walaupun sebenarnya membutuhkan RT, RW dan Kelurahan namun karena persoalan birokrasi pengurusan SKTM dapat menjadi berbelit-belit. Berikut kutipan dari Fauzi Bowo.

Jaga agar masalah-masalah seperti birokrasi tidak menghambat masyarakat untuk mendapatkan kecepatan dan kualitas pelayanan yang prima. Pemprov DKI telah mengalokasikan dana yang cukup besar untuk mensubsidi peningkatan kualitas layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat golongan bawah. (red mengenai SKTM)


Dari pernyataan ini dapat terlihat sikap Fauzi Bowo yang akan meneruskan SKTM dengan memperbaiki masalah birokrasi.

Sebelum masuk kepada solusi-solusi lain, terlebih dahulu dibahas mengenai kekurangan SKTM. Setidaknya kekurangan yang diklaim oleh Calon gubernur lain. Berikut kutipan mengenai kekurangan SKTM.

Oleh Alex Noerdin

Proses pengurusan SKTM yang harus ada surat pengantar mulai dari RT/RW, kelurahan dan seterusnya membuat yang sedang sakit keburu meninggal.


Oleh Hidayat Nur Wahid

Adanya anekdot di masyarakat bahwa orang miskin dilarang sakit masih terlihat di Jakarta. Buktinya walaupun ada program kesehatan gratis bagi warga miskin, namun mereka kerap di ping-pong untuk mendapatkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Kemudian ketika sudah masuk Rumah Sakit maka administrasinya sulit sehingga mereka seperti ditelantarkan. Maka kita akan adakan pengobatan gratis yang bermartabat


Oleh Joko Widodo

Iya, itukan sudah saya sampaikan bolak-balik bahwa SKTM itu bukan sistem yang baik, ini loh sudah saya bikinkan sistem kartu, itu sistem yang sudah 7 tahun berjalan. Ya itu! Kartunya ini harus diberikan semua masyarakat, dan setiap warga harus punya.


Disini terlihat isu yang sama, yaitu untuk mendapatkan SKTM ternyata dapat berbelit-belit. Padahal apabila menyangkut dengan kesehatan, penyakit dan pengobatan waktu adalah hal yang sangat penting. Kita dapat membayangkan apabila pengurus RT atau RW tidak dapat dihubungi (karena keluar kota dan lain sebagainya). Solusi dari masalah ini sebenarnya ada yaitu pengurusan SKTM yang paralel dengan pengobatan. Berobat dahulu administrasi belakangan.

Kartu Sehat ala Jokowi

Kartu sehat Joko Widodo yang sudah diterapkan di Solo adalah kartu yang dapat ditunjukan kerumah sakit atau puskesmas untuk kemudian mendapatkan pengobatan gratis (atau diganti sebagian). Di kartu ini akan tertera hak-hak apa saja yang boleh didapatkan oleh warga. Kemudian untuk warga yang tidak mampu atau setengah mampu dapat mendapatkan pengobatan gratis. Walaupun secara detilnya masih belum jelas, namun kartu sehat ini adalah pengganti SKTM oleh Joko Widodo.

Permasalah potensial dari Kartu sehat adalah rawannya pemalsuan kartu-kartu, sehingga mungkin harus dibuat kartu dengan kualitas yang cukup bagus dan dilengkapi dengan foto diri misalnya. Sedangkan pembuatan kartu dengan kualitas seperti itu tentu akan memakan dana dan proses yang banyak, apakah ini tidak menjadi kontra produktif ?

E-KTP oleh Alex Noerdin

Solusi Alex Noerdin lebih sederhana lagi, yaitu dengan menggunakan eKTP, tanpa menggunakan kartu sehat atau SKTM seseorang dapat mendapatkan pengobatan gratis. Pertanyaannya apakah seluruh pemilik eKTP jakarta yang berarti seluruh penduduk Jakarta baik miskin ataupun kaya berhak mendapatkan pengobatan gratis ? apabila iya apakah APBD Jakart mampu untuk menutupinya sedangkan apabila tidak bagaimana caranya agar dengan eKTP saja seseorang dapat mengetahui pendapatan orang lain (setidaknya mengetahu apakah seseorang harus dibantu atau tidak pengobatannya). Tentu ini tidak mudah dan menuntut penjelasan lebih lanjut dari Alex Noerdin.

Bagaimana dengan solusi anda ? SKTM kah ? Kartu sehat atau eKTP ?

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x