Mohon tunggu...
Prof. Dr. Apollo (Daito)
Prof. Dr. Apollo (Daito) Mohon Tunggu... Seorang Kantian

Guru Besar Tetap Pascasarjana Universitas Mercu Buana; Guru Besar Tidak Tetap FEB Universitas Trisakti; Guru Besar Tidak Tetap Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie; Guru Besar Tidak Tetap Program Doktoral Ilmu Ekonomi Universitas Pancasila; Waktu Lahir Pernah Meninggal Dunia Selama 6 Jam, kemudian Hidup Kembali saat akan dimakamkan, Sejak lahir diberikan bakat metafisik dan indera keenam atau [Indigo]

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Romo Karl Edmund Prier dan Lagu Antar-bacan Pada Misa Kudus Katolik

21 Januari 2020   01:38 Diperbarui: 21 Januari 2020   01:40 55 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Romo Karl Edmund Prier dan Lagu Antar-bacan Pada Misa Kudus Katolik
Prof Apollo, Karl Edmund Prier SJ, dan Lagu Antar Bacan Pada Misa Kudus Katolik

Saya ambil dan copyfaste dari Wikipedia Karl Edmund Prier (lahir di Weinheim, Jerman, 18 September 1937; umur 82 tahun) adalah seorang pastor Katolik Jerman yang berkarya di Indonesia. 

Ia belajar piano pada usia 9 tahun. Pada 1953, ketika usianya 16 tahun dan bersekolah di Gymnasium Albertus Magnus Schule Viernheim. Enam tahun kemudian, belajar filsafat di Munchen. Setelah tamat pada 1962,  mengajar musik di Kolese Stella Matutina Feldkirch, Austria.

Setelah membaca sebuah buku yang mengisahkan perjalanan seorang misionaris di pedalaman Eskimo, ia menjadi novisiat di ordo Serikat Jesusit. Ia pertama kali datang ke Indonesia pada 1964  dan mendirikan Pusat Musik Liturgi di Yogyakarta pada 11 Juli 1971;  Pada 11 Februari 2018, Prier mengalami pembacokan saat memimpin misa di Gereja Santa Lidwina Bedog, Yogyakarta

Lalu apa karya Karl Edmund Prier SJ, dan Spiritualitas  Lagu Antar Bacan Misa Kudus Katolik yang bersifat melampaui keindahan dan harmoni universalitas umat manusia;

Romo Jesuit Karl Edmund Prier adalah pemusik mestro di tatanan gereja Katolik, khususnya pada Musik suci [Pusat  Musik Liturgi ] Kota Yogyakarta. Musik Suci atau bisa dikenal secara umum disebut musik liturgi, mengelompokkan genre musik yang terkait dengan praktik keagamaan kelompok sosial tertentu. Karena itu konsepnya bertentangan atau berbeda dengan tema-tema pada musik sekuler atau music keroncong, dangdut atau pop Indonesia. 

Secara episteme istilah ini lahir pada abad ketujuh belas:istilah ini digunakan untuk pertama kalinya pada tahun 1614 oleh Michael Praetorius,  Protestan dalam Syntagma musicum (klasifikasi genre musik); kemudian pada tahun 1640 Giovanni Battista Doni  Katolik menulis Dissertatio de musica sacra.  Dokumen resmi mengarah ke 1860,  pada kesempatan sinode provinsi Cologne; sementara di wilayah kepausan ditemukan untuk pertama kalinya pada tahun 1894.

Ada beda kategorial musik suci dari musik spiritual dan musik religius: [a] Musik suci adalah musik yang dianggap sebagai modal, penting bagi seseorang atau komunitas dari sudut pandang agama. [b] Musik spiritual adalah musik yang memungkinkan Anda untuk mengangkat jiwa Anda kepada Tuhan, namun tidak ditempatkan dalam konteks praktik keagamaan.

Oleh karena itu musik suci melampaui musik spiritual oleh karakter pribadi atau komunitasnya: musik dapat dianggap sakral bagi kultus (pembesar untuk Gereja Katolik misalnya), tanpa menjadi yang lain. Pada saat yang sama, musik profan dapat dianggap spiritual. Musik religius sering disucikan oleh teks atau doa keagamaan, itu berbeda dari yang sebelumnya dengan fungsinya.  Musik dengan demikian dapat menjadi kombinasi dari tiga karakter ini.

Musik Liturgi  Katolik mencakup berbagai genre dan bentuk di dalamnya dan mencakup semua periode sejarah Kekristenan.  Pada Abad Pertengahan keunggulan musik suci adalah nyanyian Gregorian, kemudian musik suci mengalami perkembangan yang sangat inovatif mulai dari abad kelima belas sampai mencapai bentuk yang sangat besar dan kompleks pada abad ketujuh belas dan kedelapan belas dalam apa yang disebut musik barok.

Pada abad keenam belas Martin Luther menerjemahkan beberapa bagian dari Alkitab ke dalam bahasa Jerman untuk dinyanyikan.  Dan persis di sini mental dan transformasi spiritualitas itu dilakukan oleh Romo Jesuit Karl Edmund Prier mendirikan Pusat  Musik Liturgi Gereja Katolik di Jl. Ahmad Jazuli No.1, Kotabaru, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55224;

Saya mengambil salah satu karya dan trans substansi spiritual yang dilakukan oleh Romo Jesuit Prier pada teks Misa Kudus atau ada pada teks PS {"Puji Syukur"} dipakai pada Misa Kudus atau perayaan kelahiran nabi Isa pada lagu antar bacan dengan Mazmur 96 berisi ayat-ayat tengah dari mazmur yang dinyanyikan Daud untuk masuknya tabut perjanjian ke Yerusalem (1 Tawarikh 16: 23-33), menyatakan Nabi  Daud adalah penulisnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x