Mohon tunggu...
Baja StephanusRazqi
Baja StephanusRazqi Mohon Tunggu... Freelancer - Mahasiswa

Baru mulai menulis

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Skyhook: Jembatan Masa Depan

23 Desember 2019   03:32 Diperbarui: 23 Desember 2019   03:56 202
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: comitatofesteteolo.xyz

Perjalanan luar angkasa merupakan sesuatu yang sulit,mahal, dan memakan banyak sumber daya. Tapi pernahkah kita berpikir, apakah suatu saat nanti kita dapat menjelajah luar angkasa dengan mudah? Jawabannya mungkin saja. Mungkin ketika kita sudah dapat membangun infrastruktur luar angkasa.

Sama halnya seperti di daratan, dahulu mungkin kita berpikir, bagaimana caranya kita berpergian ke tempat yang jauh, bagaimana kita dapat menyebrangi pulau yang dipisahkan oleh sungai? Sekarangnya semuanya bisa terjawab karena manusia sudah berhasil membangun infrastruktur di bumi, kita bisa berpergian jauh karena adanya kereta dan relnya, kita dapat menyebrangi kedua pulau yang terpisahkan oleh sungai dengan jembatan. 

Nah, bagaimana kalau di luar angkasa? Sekarang masih belum ada "rel" atau "jalan tol" yang dapat memudahkan akses manusia untuk melintasi luar angkasa. Tetapi ilmu pengetahuan terus berkembang hingga diusulkan sebuah ide pengait raksasa yang memanfaatkan pertukaran momentum. Itulah alat yang diberi nama skyhook atau kalau di Bahasa Indonesiakan berarti pengait langit.

Oke, sampai sejauh ini mungkin kita masih bertanya-tanya, bagaimana bisa sebuah pengait raksasa dapat dikatan sebuah infrastruktur yang dapat menyelesaikan masalah penjelajahan luar angkasa.

Ketapel Luar Angkasa
Skyhook sebenarnya memiliki prinsip kerja yang cukup sederhana, strukturnya sendiri, kurang lebih hanya seperti pengait yang diikatkan ke tali lalu di ujung tali yang satunya diberikan pemberat. Lalu bagaimana dia bekerja?

Bayangkan sebuah sistem pengait-tali-pemberat yang berputar-putar di angkasa, dengan pemberat sebagai porosnya, benda ini akan menangkap pesawat yang akan pergi meninggalkan bumi lalu melemparnya seperti ketapel. Pesawat yang dating dari bumi ini memanfaatkan energi dari putaran skyhook sehingga pesawat akan keluar dari bumi dengan kecepatan yang lebih tinggi, karena pesawat ini "mengambil" momentum dari si skyhook. Dengan kecepatan yang lebih tinggi, pesawat tidak membutuhkan lebih banyak bahan bakar ataupun cadangan makanan daripada ketika dengan kecepatan normalnya.

Oke, pesawat akan pergi dengan energi yang diterima dari skyhook, ini bukan tanpa konsekuensi, karena energi dari skyhook diambil, maka energi skyhook akan berkurang yang mana ini merupakan hal yang fatal apabila energinya habis. 

Ketika skyhook tidak memiliki cukup energi lagi untuk berputar, maka dia akan melambat dan akhirnya tertarik ke dalam bumi, ini akan berakibat fatal, bayangkan sebuah ketapel raksasa jatuh dari langit dengan kecepatan tinggi, tidak hanya kita mengalami kerugian, tetapi itu mungkin juga akan menyebabkan kecelakaan, yang saya yakin tidak ada satupun dari kita mengharapkan tertimpa sebuah ketapel raksasa. 

Tapi jangan kuatir, energi di alam kita ini kekal, kita bisa mendapatkan energi untuk skyhook dengan memanfaatkan energi dari pesawat yang akan masuk ke bumi, simpelnya, skyhook tidak hanya bekerja sebagai pelontar tetapi juga sebagai penangkap, ketika skyhook menangkap pesawat dan memasukkannya ke bumi, pesawat akan  mengalami perlambatan karena energinya sebagian tertransfer ke skyhook dengan begitu energi yang tadi diberikan untuk pesawat yang keluar dapat terbayarkan dengan menerima energi pesawat yang datang.

Skyhook melontarkan objek keluar dari bumi www.niac.usra.edu
Skyhook melontarkan objek keluar dari bumi www.niac.usra.edu
Jembatan Luar Angkasa

Kita sudah memahami bagimana konsep dasar skyhook. Kita bisa melihat di sini, konsep yang sederhana ini ternyata sangat cemerlang, konsep ini dapat kita manfaatkan untuk menjadikan skyhook ini sebagai jembatan antara planet yang satu dengan planet yang lainnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun