Analisis

Kekecewaan Santri terhadap Terorisme Atas Nama Agama

15 Mei 2018   23:18 Diperbarui: 15 Mei 2018   23:24 222 0 1

Akhir-akhir ini indonesia di landa berbagai problem baik itu politik, sosial, ekonomi, dll, bahkan dalam masalah keyakinan yang di anut.

Masyarakat saat ini di hadapi oleh masalah dan cobaan yang sangat genting dari berbagai lini berbagai aksi dan propaganda seperti aksi radikal, pengeboman, dan aksi terorisme.

Aksi pengeboman, aksi teroris akhir-akhir ini membuat masyarakat indonesia resah dan bingung, khususnya masyarakat surabaya, lebih-lebih kepada pemeluk agama non islam yang berdomisili di kota tersebut yang saat ini sedang di rundung kesedihan yang mendalam karena rumah ibadahnya yang telah di bom oleh pelaku pengeboman.

Pertanyaan nya adalah, mengapa hal itu bisa terjadi? Karena adanya pencucian otak dari negara syiria dimana ada kesalah fahaman dalam memaknai istilah jihad dan sitem khilafah guna menegakkan hak-hak islam, juga bentuk istilah toleransi antar ummat ber agama.

Mari kita analisis dari segi definisi dan ruang lingkup nya:

  • Jihad
  • Dari segi etimlogi makna jihad adalahberasal dari kata  yang berartikesulitan/kemampuan. Artinya jihad itu berarti mengerahkan dan mencurahkan segala kemampuannya baik berupa perkataan ataupun perbuatan. Dan secara istilah terminology berarti seorang muslim mengerahkan dan mencurahkan segala kemampuannya untuk memperjuangkan dan menegakkan islam demi mencapai ridlo allah dan menegakkan syariat allah.

Dalam istilah kebiasaan ungkapan jihad selalu di iringi oleh kata fi sabilillah artinya bahwa seorang telah bisa di katakana jihad yang sejati ketika dia melaksanakan jihad sesuai tuntunan yang di ajarkan oleh allah melalui nabinya tidak melampaui batas sebagaimana yang di sabdakan oleh nabi  : - -: :" ". : :

  • " ". : : " "
  • Hukum dari jihad adalah fardu ain sebagaimana yang telah di kemukakan oleh para ulama namun di telisik lebih mendalam konsep pelaksanaan jihad tidak harus seperti orang-orang terdahulu sebagaimana di zaman nabi, melainkan di sesuaikan dengan berjalannya perkembangan zaman karena hukum itu tidak monoton melainkan juga menyesuaikan dengan zamannya, hingga pada akhirnya konsep jihad era sekarang tidak harus dengan peperangan fisik melainkan peperangan intelektual seperti yang kita rasakan saat ini bahwa non muslim berusaha menggrogoti akidah para kader muslim dengan sedemikian cara.
  • Hingga pada akhirnya bahwa belajar mencari ilmu merupakan juga bagian dari konsep jihadm dakwah dengan model yang di kemas majlis sholawat juga merupakan bagian dari konsep jihadd dimana semua itu semata-mata demi terwujudnya syariat-syariat islam di hati para muslim
  • Artinya bahwa jihad itu lah adalah pengorbanan dalam melaksanakan hal yang bersifat wajib
  • Terorisme
  • Terorisme berawal dari sebuah kesalah fahaman dalam memahami makna jihad. Jihad yang sejatinya di artikan sebagai pentingnya kesungguhan dan kesabaran yang kemudian berubah menjadi pemahaman ideology yang melahirkan sikap puritan.
  • ada empat ciri:
  • Tidak toleran pada perbedaan antar umat ber agama
  • Cenderung berpikir literalis dan mengabaikan social dan sejarah
  • Meilih jalur kebencian dan terkesan kekerasan
  • Bersikap picik dan eksklusif
  • Istilah teroris oleh para ahli kontraterorisme mengacu kepada para pelaku yang tidak ter organisasi dalam angkatan bersenjata resmi atau tidak menuruti peraturan angkatan bersenjata tersebut. Aksi terorisme juga mengandung makna bahwa serang-serangan teroris yang dilakukan tidak berperikemanusiaan dan tidak memiliki justifikasi, dan oleh karena itu para pelakunya ("teroris") layak mendapatkan pembalasan yang kejam

Hingga jelas sudah bahwa dalam terorisme telah keluar dalam rangkaian definisi jihad yang di maksud dan tidak sesuai tuntunan ajaran nabi. Yang juga sangat telah keluar dari ranah toleransi antar ummat ber agama sebagaimana yang telah banyak di bahas dalam penjelasan terkait masalah toleransi dimana rosulullah banyak mengajarkan kepada kita dalam metode dakwah yang ber nuansa islami yang sejati

Hingga dari kejadian pengeboman di kota Surabaya banyak orang tak bersalah terkena imbas dari penangkapan dan tuduhan terorisme sampai santri pun yang sedang menikmati liburan sepulang dari pesantren ikut menjdai objek sasaran peng klaiman terorisme.

hingga pada akhirnya muncullah hukum makruh dalam bercadar dan berpakaian ala islam untuk menghilangkan identik terorisme