Mohon tunggu...
Guruji wa
Guruji wa Mohon Tunggu... Induk Art Terapis - konsultan - penulis

"Tak perlu jadi tercemerlang, keindahan konfigurasi rasi bintang di langit tercipta, semua bintang bersahaja bersinar, satu dan lainnya tidak merasa lebih" ---Gurujiwa--

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Sini Sayang, kita Ngopi, Pakai Hati

20 Oktober 2020   12:59 Diperbarui: 21 Oktober 2020   09:21 32 4 1 Mohon Tunggu...

Di kafe kopi Sini Sayang
Sore itu, hatiku berbunga - bunga, setelah pendekatan yang sulit dan rumit.

Akhirnya Aneke siap datang, kencan ditemani kopi dingin dan panas.

Mirip perasaanku yang meriang dangdut , setiap kali bersitatap, bertemu binar bola matanya, yang bukan sekedar indah, tapi isinya hanya cinta.

Dan datanglah Aneke..
Gadis pujaanku, tapi tidak sendiri, bersama rombongan keluarganya, Ayah Ibu, Tante Om dan Neneknya. O, la la.

Pucat pasi ku, antara kesal dan takjub. Syukurnya semua ramah, dari percakapan kaku, berubah menyenangkan kini.

Waktu berjalan seru, dan tiba waktunya bayar
 Ternyata semua dibayarin oleh sang Nenek yang baik hati, nampaknya Aneke kesayangan beliau.

"Datang ya, kalau malam minggu cukup di rumah saja ya
 Ada.kue kue enak bikinan nenek. Dan keluarga besarku yang menerimamu dengan tangan terbuka semua ",bisik Aneke sambil menggamitku saat berjalan pulang ramai - ramai.

"Jadi ini tadi fit and proper test. Ya ?", bisikku kaget.

Aneke tersenyum. Sumpah manis sekali.

Dan seluruh keluarga besar itu, tersenyum lebar, ramah, terbuka. indahnya, bila suatu saat yang baik, aku jadi bagian dari mereka.

**
Sejak malam itu, aku tak pernah bermalam minggu di kafe kopi Sini Sayang lagi.

Kami selalu kencan ramai dengan keluarga besar Aneke di teras rumahnya tidak.ideal, bukankah ini bagian paling seru dari cinta ?.

**
Di luar malam minggu.
Kita ngopi yuk di Kafe Kopi Sini Sayang..
Kita kupas dunia,  dan menghabiskan waktu muda.

Sini Sayang ..!?.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x