Ayu Sundari Lestari
Ayu Sundari Lestari

Writer, Blogger, Traveler, Book Lover, Kdramer, Kpoper, Fotografer

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup

Menjaga Suhu Kreatifitas

13 Januari 2018   23:53 Diperbarui: 14 Januari 2018   01:21 272 1 1
Menjaga Suhu Kreatifitas
20171229-204304-1-5a5a3a5aab12ae477673a2c2.jpg

Membaca dan menulis telah menjadi bagian dari hidupku. Dulu saat sekolah, mata pelajaran yang paling kusukai adalah bahasa Indonesia, karena di dalamnya ada dongeng, lagenda, cerpen, potongan novel, puisi, pantun, dan berbagai artikel. Ketertarikkan aku terhadap sastra tanpa disadari sudah terpupuk sejak dini. Semua yang berbau sastra di dalam buku bahasa Indonesia pasti telah habis kubaca.

Selain membaca, menulis juga sudah menjadi sebuah kebiasaan untukku. Setiap hari aku selalu menulis buku harian yang menceritakan kejadian apa yang membuatku terkesan. Bahkan sampai sekarang pun aku masih mempunyai buku harian, meski sekarang buku harian itu berubah menjadi bentuk file-file di laptop.

Namun, sejak kuliah barulah aku mulai menekuni dunia kepenulisan dengan mengikuti berbagai workshop menulis. Aku pun memberanikan diri untuk mengikuti lomba cipta puisi maupun cerpen. Aku juga mencoba mengirimkan tulisan ke majalah dan koran. Tetapi  tentunya, tidak selamanya ide dan inspirasi itu selalu datang seperti sungai yang mengalir. Terkadang aku berada dalam kebuntuan bahkan kejenuhan. Saat itulah aku membutuhkan sebuah kreatifitas.

Kreatifitas tentunya sangat aku butuhkan dalam mencari ide dan inspirasi bahkan dalam meramu kata menjadi alur cerita yang menarik. Tetapi, kreatifitas juga suhunya suka berubah-ubah seperti cuaca. Kadang panas. Kadang pula bisa dingin membeku. Lalu apa yang aku lakukan sebagai creative people zaman now, untuk menjaga suhu kreatifitas agar selalu hangat bahkan mendidih? Nah, biasanya yang aku lakukan untuk menjaga suhu kreatifitasku tetap hangat dengan cara, yaitu:

1. Mendengar musik

Mendengarkan musik dapat mengubah suasana hati kita menjadi lebih tenang dan bisa membuat kita berkonsentrasi terhadap apa yang sedang kita kerjakan. Menurut seorang psikolog dari London, Dr Victoria, mendengarkan musik bisa memengaruhi reaksi yang sangat luas dalam tubuh dan pikiran,dan beberapa bagian otak bisa diaktifkan oleh sebuah musik.

2. Menonton

Ternyata menonton dapat meningkatkan daya imajinasi kita. Dengan imajinasi, kita dapat berpikir lebih kreatif sehingga dapat dijadikan inspirasi dalam berkarya. Albert Einstein mengatakan bahwa imanjinasi sangat penting bagi hidup kita. "Imagination is more important than knowlegde. Knowledge is limited. Imagination encircles the world" Tutur Albert Einstein.

3. Berpergian sendiri

Berpergian sendiri dapat menumbuhkan kesadaran pada diri sendiri, lingkungan dan masalah yang sedang kita hadapi. Kita dapat menemukan sebuah pengalaman baru dan menjadi orang baru untuk kembali memulai kegiatan.

4. Menggunakan minyak kayu putih aroma

Menggunakan minyak kayu putih aroma dapat memberikan sensasi hangat pada tubuh serta memiliki aroma lebih lembut, sehingga memberikan efek menenangkan. Selain itu, minyak kayu putih merupakan minyak essensial yang dapat memberikan sensasi aromaterapi, yang dapat digunakan untuk mengurangi kabut otak, kelesuan, dan meningkatkan konsentrasi. Selain itu, dapat membantu mengusir kecemasan serta mendorong perasaan percaya diri.

Musik, menonton, berpergian sendiri dan minyak kayu putih aroma adalah paket sempurna untuk menjaga suhu kreatifitasku agar selalu tetap hangat sehangat aroma kayu putih aroma.