Mohon tunggu...
Ayuning Arisanti Nugrahani
Ayuning Arisanti Nugrahani Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Management Pemasaran Pariwisata - Universitas Pendidikan Indonesia

Akun ini Bertujuan Sebagai Bentuk Publkasi KKN Tematik yang Bertema Literasi Digital Semester Genap - Universitas Pendidikan Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

KKN Tematik UPI 2021: Sulitnya Belajar Membaca Mandiri di Tengah Pembelajaran Daring bagi Siswa Sekolah Dasar

24 September 2021   23:19 Diperbarui: 24 September 2021   23:21 56 0 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
KKN Tematik UPI 2021: Sulitnya Belajar Membaca Mandiri di Tengah Pembelajaran Daring bagi Siswa Sekolah Dasar
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Penyebaran virus Covid-19 pada tahun 2020 menyebabkan perubahan dalam kehidupan sehari-hari. 

Kegiatan dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dilakukan dimana saja tanpa adanya batasan namun pada saat adanya virus Covid-19 ini membuat kegiatan yang dapat dilakukan dimana saja menjadi terbatas hanya dapat dilakukan dirumah saja. 

Masyarakat berkegiatan dirumah dengan tujuan untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 termasuk kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan melalui tatap muka virtual.

Penerapan pembelajaran daring ini memiliki dampak yang buruk bagi beberapa siswa terdapat siswa yang sulit memahami pembelajaran sehingga menimbulkan penurunan prestasi siswa dengan mendapatkan nilai rapor yang rendah pada saat pembelajaran online atau daring. Siswa sulit beradaptasi dalam mengikuti pembelajaran online ini menyebabkan menurunnya motivasi siswa.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebutkan bahwa adanya 51 pengaduan dari berbagai wilayah, siswa mengeluhkan banyaknya tugas dari guru yang perlu dikerjakan dalam jangka waktu yang sempit dan tugas tersebut diberikan dari beberapa guru menjadikan siswa merasa bingung dalam membagikan aktivitasnya dalam kegiatan sehari-hari. 

Kesulitan dalam membeli kuota pun menjadi suatu masalah untuk sebagian siswa karena tidak bisanya mengakses informasi mengenai pembelajaran melalui internet apabila tidak tersedianya kuota untuk mengikuti pembelajaran daring.

Dalam mengikuti pembelajaran daring siswa sulit mengikuti dengan baik karena berbagai faktor alasan yang  paling banyak yaitu mengenai jaringan internet yang terkadang kurang stabil, mahalnya uang kuota yang diperlukan untuk mengikuti pembelajaran daring, kurangnya fasilitas yang dimiliki oleh anak misalnya tidak adanya laptop atau telepon genggam yang dapat membantu anak dalam melakukan kegiatan pembelajaran.

Sulitnya mengikuti pembelajaran dengan baik ini berdampak pada sulitnya siswa di tingkat sekolah dasar untuk belajar membaca. Bersumber dari katadata.com bahwa menurut laporan UNESCO mencatat terdapat 101 anak didunia ini kesulitan belajar membaca akibat adanya penutupan sekolah karena pandemi Covid-19. 

Menurunnya keterampilan generasi penerus bangsa dalam literasi ini dapat menciptakan masyarakat yang kurang kompetitif dan sulitnya mengikuti teknologi karena akan terciptanya kesulitan untuk memahami sesuatu.

Pembelajaran daring kurang efektif untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa karena terbatasnya komunikasi yang dapat dilakukan oleh guru terhadap siswa. Untuk siswa yang sejak awal masuk sekolah sudah harus mengikuti secara virtual hal tersebut menajdi sebuah tantangan tersendiri karena sulitnya beradaptasi dan kurangnya interaksi menyebabkan timbulnya siswa yang kesulitan belajar membaca dasar.

Setiap tingkatan sekolah memiliki peran yang penting dalam perkembangan anak, tingkat sekolah dasar merupakan awal pembelajaran mengenai belajar membaca dan mulai mempelajari memaknai yang sudah dipelajari, namun akibat adanya pandemi Covid-19 ini terciptanya pembelajaran dalam jaringan atau daring sehingga menyebabkan siswa kesulitan belajar membaca, berikut faktor-faktor penyebab siswa sulit membaca dalam pembelajaran daring :

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan