Mohon tunggu...
Ayunda IzzatulIman
Ayunda IzzatulIman Mohon Tunggu... Psikolog - mahasiswi

saya mahasiswi biasa aja, bikin akun cuma buat tugas tapi semoga akun ini berguna kedepannya. terimakasih :)

Selanjutnya

Tutup

Foodie

Serba-serbi Popcorn, Mulai Jadi Jajanan Pasar hingga Jadi Pasangan Setia Saat Nonton

15 Juni 2019   22:20 Diperbarui: 17 Juni 2019   14:47 82
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kuliner. Sumber ilustrasi: SHUTTERSTOCK via KOMPAS.com/Rembolle

Menonton film menjadi aktivitas yang dapat dinikmati seluruh kalangan. Amerika yang saat itu mengalami krisis ekonomi yang dinamakan Great Depression, membuat menonton film menjadi hiburan murah yang dapat memberikan kenyamanan.

Popcorn menjadi makanan yang sering diselundupkan oleh penonton. Membelinya di pinggri jalan atau pasar yang dekat dengan bioskop dan membawanya kedalam. 'Jajanan pasar' ini berhasil menyelundupkan dirinya ke tempat yang mewah dan mengajaknya turun sejajar dengan masyarakat penikmat hiburan.

2. POPCORN MULAI MASUK BIOSKOP

Pada tahun 1930, pengunjung bioskop mencapai 90 juta orang per pekan. Pemilik bioskop melirik cara lain untuk mencari keuntungan. Popcorn yang pada saat itu hanya berharga 5 hingga 10 sen, pihak bioskop pun mulai menyewakan lobby sebagai tempat dagang para penjual popcorn. Pada akhirnya cemilan tersebut melekat dan menjadi 'pasangan setia saat nonton' . Banyak bioskop yang mulai menjual popcorn untuk menambah keuntungan mereka.

Namun, pada pertengahan 1930, para pemilik bioskop mulai memutuskan menghentikan sewa penjual popcorn dan mebuat mesin popcorn sendiri dikarenakan pemasukannya lebih besar daripada uang sewa.

3. PENJUALAN MENINGKAT SELAMA PERANG DUNIA II

Filipina mulai berhenti sebagai eksportir gula ke Amerika Serikat. Dampaknya, produsen makanan manis yang membutuhkan gula mulai kewalahan dan mengalami penurunan keuntungan. Hal ini berpengaruh pada keuntungan pedagang popcorn, karena keadaan tersebut tak mempengaruhi produksi popcorn mereka yang belum menggunakan gula sebagai perasa. Selain itu pedagang popcorn merasa pesaing mereka dalam bisnis makanan ringan berguguran.

Pada 1945, popcorn sudah sepenuhnya jadi bagian dari kegiatan menonton film. Iklan yang ditayangkan sebelum film mulai pun bertujuan untuk memberi waktu kepada penonton untuk membeli popcorn di lobby bioskop. Seiring perkembangan teknologi dan ekonomi, iklan sebelum film dimulai menjadi bisnis yang menarik bagi pemilik bioskop.

POPCORN DAN KESEHATAN

1. MENGENYANGKAN DAN RENDAH KALORI

Berbahan dasar jagung yang mengandung serat,karbohidrat, dan mentega yang berkalori rendah, popcorn tetap mengenyangkan. Durasi menonton film di dalam bioskop sekitar 1-3 jam, atau bahkan lebih lama membuat seseorang menjadi lapar, memakan popcorn yang berbahan dasar jagung akan membuat kita kenyang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun