Mohon tunggu...
Ayah Tuah
Ayah Tuah Mohon Tunggu... Penikmat kata

Pedagang kaki lima Terlambat turun gunung

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Saat Sekjen PBB Pulang ke Desa

2 Januari 2021   09:59 Diperbarui: 2 Januari 2021   10:09 162 34 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Saat Sekjen PBB Pulang ke Desa
Ilustrasi. Sumber: Pinterest 

Aliz sengaja datang saat hari masih gelap. Ia sudah memperkirakan saat tiba di stasiun, jelang subuh tadi. 

Agak ragu, sedikit gugup. Berdiri di pintu pagar bambu, dan Yudi membelakanginya, sedang menyiangi tanaman dari rerumputan. 

Diam beberapa saat. 

Tapi kemudian Yudi menyadari. Ketika berbalik, ia  terkejut. "Liz, Aliz?" Yudi langsung berdiri membuka pagar. "Jam berapa dari Jakarta? Naik kereta?" tanya Yudi lagi seraya mengambil ransel kecil yang disandang Aliz. 

Aliz hanya tersenyum tipis, mengikuti langkah Yudi masuk ke dalam rumah. Entah kenapa ia merasa canggung. Padahal rumah ini pernah ia tempati bersama Yudi, dulu. 

"Aku buatkan teh, ya? Biasa, kan, gulanya sedikit?" kata Yudi, dan langsung ke belakang. 

Aliz mengangguk pelan, tersenyum. Yudi masih mengingatnya. 

Dipandanginya sekeliling ruangan. Resik. Yudi memang begitu, berbanding terbalik dengan dirinya yang berantakan. Ada foto-foto dan, heh, foto perkawinannya dulu masih dipajang? 

"Sengaja tak kuturunkan," suara Yudi seperti menjawab pikiran Aliz, "agar Gendis tak merasa kehilangan ibunya. Aku selalu mengatakan kamu bekerja di tempat yang jauh. Sangat sulit bagiku untuk menceritakan arti kata perpisahan, perceraian kepada anak usia tiga tahun. 

"Dan kini Gendis sudah kelas tiga SD. Sedikit-sedikit ia mulai mengerti. Tapi tetap saja aku tak sanggup menceritakan hal yang sebenarnya. Aku dihantui rasa bersalah," kata Yudi sambil meletakkan secangkir teh. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x