Mohon tunggu...
Awaly Ilham Dewantoro
Awaly Ilham Dewantoro Mohon Tunggu... Relawan

Seorang mahasiswa Teknologi Industri Pertanian di salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Mengenal Bunga Korejat dan Manfaatnya bagi Kesehatan

23 Mei 2019   07:51 Diperbarui: 24 Mei 2019   18:35 0 6 1 Mohon Tunggu...
Mengenal Bunga Korejat dan Manfaatnya bagi Kesehatan
Tanaman Korejat (Ki Tolid, Hippobroma longiflora)| Dokumentasi pribadi



 

Tentu kita pernah bermain di pinggiran sungai atau pun di sekitar pematang sawah bukan? Baik itu saat dulu masih anak-anak maupun saat ini yang mungkin malah sudah punya anak. Tapi, pernahkah kita mendapat sebuah tanaman yang bunganya berwarna putih dan saat kita pegang lalu buang kemudian mengucek-ngucek mata terasa perih? Nah, itu dia yang akan kita bahas sekarang juga!

Korejat (nama daerah) atau Ki tolod (nama dalam Bahasa Indonesia) sering kali kita temukan di pinggiran sungai atau pun pematang sawah. Dia memang hidup, tumbuh dan berkembang di tempat yang dekat dengan sumber air sehingga mudah sekali untuk ditemukan. 

Tanaman ini merupakan tanaman khas di negara-negara tropis yang konon katanya banyak ditemukan di dalam hutan hujan tropis. Hal ini menyebabkan korejat dipandang sebelah mata dan jarang menjadi pusat perhatian banyak orang.

Pandangan sebelah mata terhadap korejat pun terjadi di ekosistem sawah. Tanaman dengan nama ilmiah Hippobroma longiflora ini dianggap sebagai gulma di sana. Ya, gulma, tanaman yang tak diinginkan. Bahkan biasanya banyak ditemukan di pematang-pematang sawah.

Sehingga sering kali dimusnahkan dari ekosistem sawah tanpa diketahui manfaat yang didapatkan apabila dipergunakan dengan baik. Istilahnya, mati ya matikan saja, cabut ya cabut saja, tanpa adanya "peri-kegulmaan sawah".

Sampai saat ini, apabila menemukan korejat, respon pertama yang dikukan hanya menghindarinya karena takut membuat mata perih. Tapi telusur demi telusur, tenyata korejat ini memiliki manfaat yang luar biasa. Mulai dari menjadi obat mata yang ringan hingga yang terberat dan katanya dapat dijadikan obat anti kanker. Padahal selama ini, kita tahu tanaman tersebut dapat membuat mata perih.

Mari kita berselancar lebih jauh mengenai "si Pembuat Mata Perih" ini. Banyak literatur yang mengatakan bahwa korejat ini dapat dijadikan sebagai obat-obatan herbal. Bahkan dalam penelitian yang dilakukan oleh Selviana pada tahun 2016 menyatakan korejat ini memiliki kandungan berbagai jenis antioksidan yang sedang banyak dicari oleh umat manusia untuk menghalau radikal bebas. 

Menjadi obat luka saat tergores? 
Korejat ini dapat digunakan sebagai obat luka goresan saat tidak memungkinkannya mencari obat merah di hutan. Biasanya, korejat ini digunakan oleh orang-orang yang sedang berada di hutan dengan cara memeras-meras daun korejat hingga bentuknya lunak agar dapat menutup luka goresan. 

Obat mata dan katarak dari pemanfaatan bunga putihnya
Perihnya bunga korejat ini sebenarnya bukan tanpa sebab. Namun dijadikan sebagai sistem pertahanan tubuh karena sebenarnya lapisan cairannya ternyata bersifat toxic! 

Toxic pada lapisan cair di bunga korejat ini ternyata malah banyak digunakan sebagai obat mata dengan cara menyimpannya di dalam air sebelum digunakan sebagai cairan pencuci mata.

Memang, untuk pencuci mata lebih terasa efeknya, namun apakah bunga korejat dapat digunakan sebagai obat miopi (rabun jauh) atau pun katarak. Hal tersebut perlu dilakukan penelitian lebih lanjut agar terbukti secara ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan setelah dipergunakan secara luas.

Daun korejat dapat mengobati penyakit gangguan pernafasan?
Konon katanya sepert iitu. Dalam beberapa artikel penelitian mengenai kesehatan memberikan data-data bahwa korejat dapat dijadikan sebagai obat radang tenggorokan, bronchitis hingga asma. 

Penelitian-penelitian tersebut dilakukan di daerah-daerah pedalaman dan menanyakan mengenai proses konversi daun korejat menjadi obat pernafasan. Prosesnya sangat sederhana, beberapa helai daun korejat diseduh pada air mendidih yang kemudian dibiarkan agak hangat sebelum dikonsumsi airnya. 

Pemanfaatan daun korejat sebagai obat gangguan pernafasan ini didukung pula dari berbagai penelitian mengenai fitokimia yang menyatakan bahwa korejat mengandung senyawa alkaloid. Senyawa-senyawa alkaloid ini memiliki sifat anti radang dan anti asma bila dikonsumsi pada dosis tertentu.

Masih penasaran dengan kandungan antioksidannya? Ayo baca ini!
Tanaman ini menghasilkan metabolit sekunder berupa alkaloid, saponin, polifenol, flavonoiddan tanin. Pernah mendengar alkaloid? Ya, senyawa ini sebenarnya tidak disukai oleh mikroorganisme yang merugikan kesehatan manusia. Tapi, alkaloid ini apabila dikonsumsi terlalu banyak pun dapat memberikan efek yang buruk bagi manusia. 

Empat senyawa lainnya merupakan antioksidan yang sering kita dengar sehari-hari. Bahkan tanin adalah senyawa antioksidan yang paling mudah ditemui karena beradadalam teh. 

Namun, apakah kandungan antioksidan pada korejat ini aman untuk dikonsumsi oleh sistem pencernaan manusia? Lebih baik kita tunggu penelitian lebih lanjutnya ya!

Karena polifenol, korejat bisa diekstrak dan dijadikan sebagai anti mikroorganisme
Polifenol, polimer dari senyawa fenol yang apabila terhisap oleh manusia dapat membahayakan hidupnya sendiri. Ternyata, selain bersifat antioksidan, polifenol ini dapat dijadikan sebagai zat anti bakteri maupun anti fungi (anti-jamur). 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2