Mohon tunggu...
Aulia Emma Pratiwi
Aulia Emma Pratiwi Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa

Halo saya Aulia Emma Pratiwi, saat ini sedang menempuh pendidikan S1 Akuakultur di Universitas Diponegoro, Semarang.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno Pilihan

KKN UNDIP di Desa Dagen Melakukan Penyuluhan Pengelolaan Sampah dengan Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF)

13 Agustus 2022   09:57 Diperbarui: 13 Agustus 2022   10:26 189 3 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Dokumentasi Kondisi TPS di Desa Dagen Tahun 2022 (Dokpri)

Desa Dagen, Karanganyar (12/08/2022), Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2022, melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan penyuluhan terkait budidaya Maggot BSF yang diikuti oleh UMKM divisi pengembangan sampah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Dagen, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar pada Sabtu (23/07).

Sampah merupakan permasalahan wilayah yang tidak ada habisnya. Sampah yang berasal dari limbah rumah tangga masih menjadi permasalahan serius di Kabupaten Karanganyar. Tercatat tahun 2021, Kabupaten Karanganyar menghasilkan sampah yang masuk ke TPA Sukosari mencapai 170 ton per hari. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar, namun masih banyak tingkat pemahaman yang rendah di masyarakat terkait pemilahan sampah. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Karanganyar memberikan arahan agar setiap desa yang terletak di Kabupaten Karanganyar memiliki TPS maupun badan usaha yang berfokus terhadap pengelolaan sampah untuk meminimalkan volume sampah yang dibuang ke TPA. "Saya ingin sampah -- sampah ini bisa habis di desa, untuk sampah an-organik sudah bisa dikelola dengan baik. Namun, sampah organik ini sampai sekarang belum tau mau di kelola bagaimana, karna saat ini upaya dari kami hanya dengan cara dibakar" Ungkap Kepala Desa Dagen.

Kegiatan Penyuluhan Pengelolaan Sampah dengan Budidaya Maggot BSF (Dokpri)
Kegiatan Penyuluhan Pengelolaan Sampah dengan Budidaya Maggot BSF (Dokpri)

Maggot BSF merupakan larva yang berasal dari lalat Black Soldier Fly (BSF) dapat berperan untuk mengurangi sampah organik, dan juga kini mulai banyak dikenal untuk dijadikan sebagai pakan alternatif bagi ikan dan ternak, karena mudah berkembangbiak, harganya yang murah, serta memiliki kandungan protein tinggi berkisar 40 - 50% dan lemak berkisar 29 - 32% (Putra dan Ade, 2020).

Maggot BSF memiliki fase metamorfosis atau siklus hidup dimulai dari telur, bayi larva, larva dewasa, prepupa, pupa dan lalat dewasa. Setiap 1 siklus hidup lalat memakan waktu sekitar 40 hari.

Budidaya Maggot BSF dapat dilakukan dengan alat dan bahan yang sederhana, terutama untuk para pemula. Alat dan bahan yang diperlukan yaitu baskom atau ember bekas cat, sampah organik yang sudah di fermentasi atau dihancurkan menjadi ukuran kecil dan telur maggot. Langkah pertama budidaya yaitu memasukkan sampah organik secukupnya berkisar 1 - 2 kilo gram ke dalam baskom atau ember, kemudian letakkan telur maggot sebanyak 10 gram dengan dialasi kertas dan diletakkan di atas media budidaya berupa samaph organik tersebut. Seletah 2 - 3 hari kemudian larva maggot akan menetas. Larva maggot yang sudah menetas di kontrol ketersediaan pakannya dan setiap 1 - 2 hari sekali dilakukan pengadukan agar suhu dan kelembaban media tetap terjaga. Suhu optimum untuk pertumbuhan maggot yaitu berkisar 30 - 36C. Maggot dapat dipanen pada usia 19 - 25 hari dengan cara di ayak.

Banyaknya masyarakat yang memiliki hewan ternak, kolam ikan dan pasar di Desa Dagen sangat mendukung keberlangsungan kegiatan budidaya Maggot BSF tersebut. Maggot BSF memiliki harga jual berkisar Rp 10.000 - Rp 15.000 per gram, dan maggot pada fase pupa memiliki harga Rp 80.000.

Peserta UMKM menunjukkan ketertarikan dengan budidaya Maggot BSF karena dinilai mudah dilakukan dan memiliki peluang usaha yang menjanjikan. Selain itu, kegiatan budidaya Maggot BSF juga sangat berpengaruh untuk mengurangi sampah organik di Desa Dagen.

Kami berharap, setelah pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini diharapkan UMKM divisi pengembangan sampah dapat menjadikan budidaya maggot BSF sebagai inovasi dan peluang usaha baru melalui kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Dagen yang berfokus terhadap pengelolaan sampah.

Penulis : Aulia Emma Pratiwi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan