Mohon tunggu...
Arundati Swastika W
Arundati Swastika W Mohon Tunggu... Mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, konsentrasi studi Komunikasi Massa dan D`igital. Sedang belajar menulis artikel.

Selanjutnya

Tutup

Media

Pentingnya Verifikasi dan Keberimbangan Berita di Media Siber

19 Mei 2020   12:57 Diperbarui: 19 Mei 2020   13:02 23 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pentingnya Verifikasi dan Keberimbangan Berita di Media Siber
Peta Kunjungan Keempat Idol. Sumber : Insertlive

Tulisan akan berfokus pada pandemi COVID-19 di Korea Selatan, di mana 6 Mei lalu muncul gelombang kedua pandemi dengan adanya satu orang positif berkunjung ke kelab malam yang berlokasi di Itaewon (Pikiran Rakyat, 2020). Kasus positif baru ini kemudian menjadi perhatian khusus pemerintah Korea Selatan, yang kemudian memperketat kembali perintah social distancing. Setelah sebelumnya sempat dilonggarkan.

Isu yang akan dibahas berkaitan dengan artis yang disebut tidak mematuhi social distancing dengan berkunjung ke Itaewon pada 25 April 2020. Ada empat artis yang disebut berkunjung ke Itaewon; Jungkook BTS, Cha Eun Woo ASTRO, Jaehyun NCT, dan Mingyu Seventeen. Keempat artis terkenal ini berkunjung ke 3 tempat di Itaewon pada tanggal yang disebutkan. Berita ini kemudian menjadi topik yang hangat dibicarakan di media sosial, dan banyak portal berita yang juga merilis artikel terkait hal ini. Salah satunya dan yang akan menjadi perhatian penulis, adalah detikcom.

Penulis menemukan jika artikel mengenai isu kunjungan ini terdiri atas lima artikel. Hal ini dengan artikel pertama sebagai awalan yang menjelaskan isu, kemudian diikuti dengan artikel-artikel yang isinya hanya mengutip pernyataan resmi dari agensi yang menaungi keempat artis tersebut. Hal yang akan disoroti dalam isu pemberitaan artis ini, adalah ketepatan pemberitaan dan informasi yang kemungkinan bisa menimbulkan misinformasi bahkan hoax.

Isu dilihat dengan pertimbangan Pedoman Media Siber. Terutama dengan menyoroti pada keberimbangan fakta pada artikel berita mengenai kunjungan keempat idol ini ke daerah Itaewon. Telah disebutkan dalam Pedoman Media Siber, jika setiap berita yang dipublikasikan perlu untuk melalui verifikasi dan sifatnya harus berimbang. Namun melihat dari unggahan berita oleh detikcom, nampaknya tidak ada keberimbangan berita yang baik. Terutama ketika berita ini memiliki pengaruh yang cukup negatif bagi mereka yang disebutkan dalam berita.

Detikcom selaku media yang merilis berita ini seharusnya melakukan verifikasi yang bisa lebih baik terhadap berita yang ditulis. Berita dengan judul 'Jungkook 'BTS' hingga Cha Eun Woo 'ASTRO' Disebut Clubbing di Tengah Pandemi' (Larasati, 2020) menunjukkan opini tanpa konfirmasi kebenaran dari agensi artis terkait. 

Judul dengan menggunakan kata 'clubbing' memberikan konotasi yang negatif, dan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Perlu diketahui jika laporan mengenai kunjungan artis ini dilaporkan oleh Dispatch, yang merupakan media di Korea Selatan. 

Melansir dari Soompi (2020) selaku media yang menerjemahkan berita dari Dispatch, disebutkan jika keempat artis tersebut melakukan 'hangout' dan bukan 'clubbing' seperti yang dinyatakan oleh detikcom. Hal ini jelas menunjukkan jika berita dari detikcom tidak memilik verifikasi yang baik sehingga memiliki konotasi negatif dan dapat mempengaruhi artis terkait.

Dari kiri ke kanan; Jungkook BTS; Cha Eunwoo ASTRO; Jaehyun NCT; Mingyu Seventeen. Sumber : Wowkeren
Dari kiri ke kanan; Jungkook BTS; Cha Eunwoo ASTRO; Jaehyun NCT; Mingyu Seventeen. Sumber : Wowkeren

Dispatch (Soompi, 2020) menyebutkan jika para artis ini melakukan kunjungan ke satu restoran dan dua bar, sedangkan detikcom menyebutkan jika keempatnya mengunjungi kelab malam di Itaewon. Hal ini merupakan misinformasi yang fatal dan bisa berujung pada hoax. Pasalnya, amatan penulis pada terjemahan artikel Dispatch tidak spesifik menyebutkan jika lokasi hangout keempat artis sama dengan pasien positif COVID-19; yang artinya detikcom tidak menunjukkan verifikasi dengan melihat terjemahan berita aslinya.

Namun, pernyataan tanpa verifikasi yang paling nampak pada berita di detikcom, adalah pernyataan pada paragraf kedua berita, yaitu bahwa keempatnya berkunjung ke Itaewon pada 25 April 2020, waktu yang sama dengan kunjungan pasien positif ke Itaewon (Larasati, 2020). Hal ini lantas memberikan misinformasi jika keempat artis berada di tempat yang sama dengan pasien positif tersebut. Padahal, kembali mengutip terjemahan Dispatch di Soompi (2020) pasien positif mulai mengunjungi kelab malam di Itaewon pada tanggal 2 Mei 2020, dan terkonfirmasi positif pada 6 Mei 2020. Hal ini menunjukkan adanya kelalaian dalam verifikasi informasi dan keberimbangan berita. Bahkan menjadi sebuah kesalahan fatal karena adanya kesalahan informasi tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x