Mohon tunggu...
Arnilah Ahoro Sidi
Arnilah Ahoro Sidi Mohon Tunggu... Guru - A mother and a teacher

arnilah@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Fenomena Unik Berbagi Masa Kini

7 Juni 2022   09:30 Diperbarui: 7 Juni 2022   09:41 384
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Fenomena Unik Berbagi Masa Kini

Berdasarkan kamus KBBI, berbagi memiliki dua makna yakni, membagi sesuatu bersama, dan membagi diri; bercabang; atau pengalaman. Berbagi pengalaman di KBBI ini dijelaskan dengan tujuan saling memberitahukan pengalaman sehingga yang satu dapat memetik manfaat dari pengalaman yang lain.

Dari kedua penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa berbagi merupakan bagian dari perilaku mulia. Tidak mudah melakukan kegiatan berbagi dengan memberikan yang kita punya. Manusia cenderung menjaga segala sesuatu yang dimilikinya, apalagi jika itu didapatkan dengan cara tidak mudah.

Namun, fenomena berbagi pengalaman di era sekarang ini begitu mudah kita dapati. Internet telah memudahkan penggunanya untuk berbagi kisah dan pengalamannya dengan mudah dan menarik. Begitu banyak flatform yang bisa digunakan untuk berbagi kisah ini, diantaranya melalui whatsapp, facebook, Instagram, blog, you tube dan yang terkini melalui tik tok.

Jika kita mencermati makna KBBI tentang berbagi pengalaman yaitu  agar bermanfaat bagi orang lain. Kita bisa mendapati banyak sekali tulisan atau video hal-hal baik seperti tips-tips parenting, memasak, dll. Apa pun yang kita cari semua ada di internet, dan hebatnya rata-rata itu gratis loh. Kita hanya modal kuota internet. Menarik, bukan?

Mungkin awalnya para pembuat konten baik melalui tulisan atau video itu, hanya iseng untuk menuangkan apa yang ada di pikiran mereka. Namun, ternyata itu bisa mendatangkan uang. Semakin banyak penonton, semakin banyak pemasukan.

Terlepas dari niatan apa pun seseorang membuat konten positif berbagi kisah, pengalaman, atau apa pun di internet, harus kita apresiasi. Selain menambah ilmu, relasi, kreatifitas, kit  juga  mendapat hiburan.

Catatan positifnya, mereka para pembuat konten itu tidak pelit berbagi. Mereka tidak khawatir akan banyak yang meniru atau memodifikasi apa yang dilakukannya. Inilah konsep berbagi yang sangat menarik di era masa kini.

Namun, sayangnya ada juga orang-orang yang tidak malu untuk berbagi hal-hal yang tidak etis atau tidak baik. Memang hukum pasar yang berlaku, ternyata ada juga penggemarnya.

Nah, untuk orang dewasa kita bisa memproteksi diri kita untuk memilih apa yang ingin kita tonton dan bisa menilai hal yang baik dan buruk. Lalu, bagaimana dengan anak-anak yang belum mengerti?

Di sini pentingnya peran orang tua, guru, dan orang dewasa lainnya untuk mengedukasi dan mengawal penggunaan gawai anak-anak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun