Arif Rochman

Profil
Komite dan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI)SMK Ma'arif 2 Gombong, Kebumen, Jateng. Mahasiswa S.2 Pasca sarjana Magister Pendidikan Islam (M.Pd.I)Universitas Sains Al- Qur'an (UNSIQ)Jawa Tengah di Wonosobo. Pemerhati masalah Politik,Sosial, Pendidikan, Hukum, Budaya, dan Wacana- wacana Ke- Islam- an, Hubungan antar agama, Mutikulturalisme. Penceramah dan Motivator progresif. Aktivis Muda Nahdlatul Ulama (NU)
Bergabung 17 Maret 2013
Statistik
:
11
:
5,594
:
5
:
1
:
0
:
2
FOLLOWERS1
FOLLOWING2
Arif Rochman
04 Juni 2013 | 4 tahun lalu

Tuhan-Ku dan Hidup Berkah

TUHAN- KU dan HIDUP BERKAH Tuhan walaupun uang yang aku miliki

Novel
88
1
0
Arif Rochman
03 Juni 2013 | 4 tahun lalu

Penegakan Hukum dan Keteladanan Aparatnya

PENEGAKKAN HUKUM dan KETELADANAN APARATNYA Penegakan hukum yang harus dilakukan adalah

Catatan
210
1
2
Arif Rochman
19 Mei 2013 | 5 tahun lalu

Pembatasan Masa Kepemimpinan dan Regenerasi

PEMBATASAN MASA KEPEMIMPINAN dan REGENERASI Pembatasan masa kepemimpinan memang harus mutlak

Politik
221
1
2
Arif Rochman
29 Maret 2013 | 5 tahun lalu

Berbuat Baik dengan Mertua

Mertua memiliki jasa yang sangat besar pada diri kita, karena

Edukasi
248
1
2
Arif Rochman
28 Maret 2013 | 5 tahun lalu

Konsep Pendidikan Sufistik Abdurrahman Wahid

BAB  I A.  Latar Belakang Masalah Abdurrahman Wahid atau yang akrab dan lebih dekenal sebagai Gus Dur ini merupakan sosok seorang tokoh yang banyak memiliki berbagai macam sebutan dan julukan yang masing- masing memiliki kualitas yang menonjol dari mulai seorang Pemimpin organisasi besar NU, Politisi, aktivis LSM, Kolumnis, Budayawan, Pengamat sosial, sampai pengamat sepak bola. Semua hampir terdapat pada diri Gus Dur. Dari masing- masing yang melekat pada diri Gus Dur hampir- hampir bisa dikatakan memiliki kualitas yang mendalam. Sebagai contoh sebagai seorang praktisi politik Gus Dur menempati posisi yang berpengaruh dalam peta politik yang ada di negeri ini, dimulai sebagai ketua Dewan Syuro PKB sampai menjadi seorang Presiden Indonesia. Sebagai seorang budayawan Gus Dur juga mampu memberikan berbagai analisa- analisa dan wacana- wacana kebangsaan yang menjadi perhatian elemen Bangsa, sebagai seorang Cendekiawan Muslim atau Ulama Gus Dur mampu memberikan tafsir dan nilai- nilai pencerahan didalam kehidupan beragama, seperti halnya bagaimana Agama (Islam) harus bisa saling toleran, menghormati dan menghargai didalam pergaulan, bermasyarakat dan berbangsa antar seagama dan antar umat beragama. Nilai- nilai keberagaman dan perhatian Gus Dur dalam kehidupan umat manusia menjadi cerminan sosok Gus Dur yang mendekati utuh sebagai seorang hamba Tuhan yang mendapatkan amanah sebagai seorang pemimpin (Kholifah fil ard), sebagaimana memang disebutkan dalam ayat Al- Qur'an bahwa setiap orang adalah pemimpin (Kholifah), yang harus kita tafsiri sebagai pemimpin dirinya sendiri, pemimpin untuk keluarga, pemimpin masyarakat, atau pemimpin bangsa. Peran Gus Dur di masyarakat lebih dikenal sebagai seorang Pemimpin sebuah orgnisasi besar NU, Presiden (mantan) ke 4, Tokoh Politik, Budayawan, aktifis LSM, pembela golongan minoritas dan Tokoh Ulama. Dari sekian apa yang ada pada diri Gus Dur hampir bisa dikatakan merata, namun yang paling menonjol adalah sebagai seorang Tokoh Politik dan Tokoh Agama. Dalam Proposal Tesis ini penulis berupaya untuk menjelaskan Konsepsi Pendidikan Sufistik dalam perannya sebagai seorang Tokoh Agama. Menjelaskan Gus Dur dari sisi aktifitas peranan perhatian Gus Dur dalam bidang politik, wacana kehidupan bernegara dan berbangsa, wacana kehidupan beragama, wacana- wacana  penyegaran kehidupan beragama adalah hal yang biasa dilakukan oleh para peneliti, namun menjelaskan Gus Dur dari sisi kehidupan spiritualitas kesufian dalam pandangan penulis belumlah ada yang secara sungguh- sungguh secara mendalam untuk menjelaskannya dalam sebuah karya yang utuh, maka untuk itu pada kesempatan ini penulis ingin menjelaskan sisi Sufistik tindakan Gus Dur yang berimplikasi pada aspek nilai- nilai Pendidikan Sufistik. Ada beberapa alasan mengapa penulis meneliti permasalahan ini, diantaranya adalah: Pertama, Gus Dur adalah tokoh besar dengan gagasan besar, dengan sendirinya dia merupakan sosok yang layak untuk dikaji karena pikirannya dan tindakannya menjadi bahan perbincangan dan wacana yang selalu menarik perhatian publik. Kedua, sebagai seorang yang menjadi pelaku sejarah dari kehidupan beragama (islam) yang menempati posisi sentral dalam masanya, bahkan sampai akhir hidupnya, yang banyak memiliki pengikut dan pendukung (Jama'ah).

Edukasi
1103
1
2