Mohon tunggu...
Arifin Indra Sulistyanto
Arifin Indra Sulistyanto Mohon Tunggu... Konsultan - Pemerhati * Narasumber * Konsultan * Advisor * Assessor * Ilustrator

Telah belajar dan mengalami, terus belajar untuk mengerti dan memberi, ijinkan hamba berbagi literasi , menanti hingga datangnya senja hari. Menulis ibarat melukis kata dengan kuas, media kertas bagai kanvas, fiksi adalah warna bebas. Hitam dan putih adalah fakta dengan batas tegas.

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Kematian Start Up

17 Juni 2022   10:22 Diperbarui: 19 Juni 2022   17:26 847
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Di Indonesia kira-kira ada 27 Startup di kelas ini (misal : Akulaku, Kredivo, Blibli) sedangkan kalau di seluruh ASEAN akan mencapai 100 perusahaan.

Unicorn, adalah tingkatan keempat dengan nilai valuasi USD 1 sd 10 miliar ( Rp. 14,8 T sd Rp. 148 T ).

Di Indonesia, terdapat beberapa nama antara lain Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, OVO dan JD.id

Decacorn, adalah tingkatan kelima dengan nilai valuasi USD 10 sd 100 miliar ( Rp. 148 T sd Rp. 1480 T).

Di ASEAN terdapat nama-nama perusahaan yang masuk kelas ini antara lain Gojek dan Grab. Sedangkan di tingkat global antara lain  adalah Airbnb, Pinterest, Uber, Xiaomi, Snapchat, dan  SpaceX

Hectocorn, adalah tingkatan keenam dengan nilai valuasi diatas USD 100 miliar (diatas Rp. 1480 T).

Beberapa perusahaan global yang sudah mencapai antara lain Facebook, Apple, Microsoft, Google, Alipay dan ByteDance

Kematian Startup.

Menurut Alexandar Olic (2017),  kematian Startup bisa terjadi di setiap tahapan siklus kehidupan perusahaan.

Kita mulai di tahap "Courtship" (pacaran). Semua bisnis dimulai sebagai visi yang berasal dari ide seseorang. Bisa jadi merupakan perwujudan mimpi sang pendiri yang mencurahkan passionnya untuk mengukir ambisi demi masa depan. Sang pendiri menyampaikan idenya, menularkan antusiasme yang tinggi sehingga semuanya tampak potensial. Selalu ada yang mencela, " bagaimana jika ide tersebut tidak berhasil".

Kematian "prematur" bisa terjadi di tahap "courtship" ini, jika sang pendiri "omong doang" tidak pernah ambil risiko dan tidak mau mengeluarkan duit untuk mewujudkan ide-ide besarnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun