Mohon tunggu...
Arif Budi Setiawan
Arif Budi Setiawan Mohon Tunggu... Psikolog - M.Psi., Psikolog

Psikolog Klinis Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr. Arif Zainuddin Surakarta | Psikolog Klinis Aplikasi Daring Alodokter http://s.id/telekonseling | Founder www.psikologklinis.com

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Bagaimana Mengatur Pikiran yang Mengganggu dan Pikiran Negatif?

12 September 2022   12:00 Diperbarui: 13 September 2022   04:56 284 13 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi mengatur pikiran negatif (Sumber gambar dari Kompas.com)

Pasien wanita usia 20-an datang ke klinik psikologi dengan ditemani oleh ayahnya. Pasien tersebut sudah bekerja dan meluangkan waktu untuk ke rumah sakit di sela-sela kesibukannya. Ia mengeluhkan bahwa ia memiliki kehidupan yang tidak menyenangkan. 

Sejak SMA, ia memiliki kedekatan dengan laki-laki selama beberapa bulan, ia memiliki perasaan yang mendalam terhadapnya, akan tetapi hubungan tersebut berakhir dengan laki-laki tersebut kembali ke mantannya. Begitu pula dengan 3 kali hubungannya dengan laki-laki di tahun-tahun berikutnya. 

Kondisi yang terus berulang tersebut membuatnya menjadi "trauma" dan kepercayaan dengan laki-laki menjadi sangat berkurang. 

Ilustrasi Overthinking (Sumber gambar: freepik.com)
Ilustrasi Overthinking (Sumber gambar: freepik.com)

Kondisi yang ia rasakan hingga berpengaruh pada kondisi fisiknya, misalnya ia bisa tiba-tiba merasa sesak nafas. 

Ia mengungkapkan harapannya agar bisa memiliki hubungan dengan laki-laki yang lebih baik, efek pikiran ke kondisi tubuh yang tidak nyaman menjadi berkurang, serta dapat menjalani hidup yang lebih rileks. 

Beban yang sama sedang ia rasakan dalam minggu-minggu terakhir. Ia dekat dengan laki-laki akan tetapi kandas dan laki-laki tersebut kembali ke hubungannya dengan mantannya. 

Kondisi ini menyebabkannya memikirkan "apa yang kurang dari saya?", "apakah masih ada laki-laki yang bisa dipercaya dan setia?", "apakah kondisi fisik saya kurang menarik?", dan pikiran negatif lainnya. 

Pikiran negatif tersebut membuatnya mengalami gangguan tidur, gemetar, jantung berdetak cepat, serta sulit untuk rileks. 

Ilustrasi Overthinking (Sumber gambar : freepik.com)
Ilustrasi Overthinking (Sumber gambar : freepik.com)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan