Mohon tunggu...
Arief Ismayanto
Arief Ismayanto Mohon Tunggu...

Saya salah satu pengajar di sebuah Pesantren Tahfidz di Sragen Jawa Tengah. Melihat sebuah film yg sangat mendidik yaitu Man Jada Wa jadda, kami tertarik untuk ikut serta dalam kompetisi ini. Oleh karena itulah kami ikut sertakan karya santri-santri kita. Semoga yang terbaik yang menjadi juara. Allahu Akbar

Selanjutnya

Tutup

Hiburan

Kayu Kering yang Memberiku Motivasi

14 April 2012   14:20 Diperbarui: 25 Juni 2015   06:37 0 0 1 Mohon Tunggu...

Kesenangan seorang anak yang lulus dari SMP yang menginginkan seperti Habibie bersama sahabatnya dengan masuk SMA negri di Bandung.Kemudian ingin melanjutkan kuliah di ITB. Tetapi impian itu luntur ketika ibunya memikirkan nasib umat. Anak itupundi suruh masukpondok, yang di mana pondok itu penuh dengan kedisipllinan,ketekunan, dan suasana yang dipenuhi ajaran islami.

Seorang ustad muda dengan senyumnya yg khas masuk ke dalam kelas Alif dengan membawa kayu kering dan golok. Lalu ustadz itupun memotong kayu dengan goloknya sampai kayu itu patah. Lalu ustadz dengan lantang berkata ‘bukan yang tajam yang berhasil tetapi yang bersungguh-sungguh, itulah yang akan berhasil ‘. Alif tidak tahu dan terbengong, ustad itupun melanjutkan motivasinya “Man Jadda wa Jada”. Suasana kelas yang begitu hening saat ustad memberikansebuah motivasi dengan lantunan bahasa arab yang singkat tapi penuh makna. Sejak saat itu kegiatan positif, Alif di pondok madani melakukan segala kegiatan dengan mantra man jadda wajada. Shokhibul 5 menara, ya itulah sebutan dari persahabatan Alif, Baso, Dzulmajid, Atang, Said, dan Raja. Di sebut shohibul 5 menara karena mereka sering berkumpul di menara masjid, sedangkan sahibul dari kata bahasa arab yang mempunyai arti punya. Ketika sahibul menara sedang berkumpul di menara , imajinasi merekapun munculketika awan langit membentuk sebuah peta dunia. Lalu sahibul 5 menara saling bermimpi tentang negara yang mereka tuju. Baso yang ingin menjadi hafidz, sementara alif yang ingin menjadi seperti Habibie, Atang yang ingin kuliah di luar negri, sementara Said dan Dzulmajid ingin mendirikan sebuah partai.

Alif yang ingin menjadi Habibie dengan sekolah di ITB, tetapi sangat ragu baginya. Karena Pondok Madani yang tidak mengeluarkan ijazah, sementara Baso yang neneknya sedang dirumah sendirian dengan keadaan sakit. Baso pun harus pulang demi merawat neneknya. Kepulangan baso menambah bulat tekad Alif untuk keluar dari Pondok Madani dan melanjutkan ke SMA NEGERI. Alif kemudian mengirim surat kepada maknya tentang tekad bulatnya itu, akan tetapi maknya menyuruh Alif untuk menamatkan sekolah di Pondok Madani. Sahibul menarayang sering berkumpul dan bercanda, sakarang mulai runtuh. Baso yang keluar dan Alif yang berniat tekad untuk keluar. Tetapi Said yang paling dewasa angkat bicara dan serentak membangunkan sahibul menara yang dulunya diam sekarang dipenuhi keceriaan. Tetapi di samping itu, Alif masih berfikir tentang kata Randai untuk masuk ke SMA NEGERI dan menjada seperti Habibie.

Randai adalah sahabat Alif yang sering memberi Alif semangat. Tetapi semenjak Alif masuk PM, Randai mulai menurunkan semangat Alif untuk di pondok. Randai memang sombong dan selalu menurunkan semangat Alif di pondok, tetapi Baso yang memiliki karakter selalu memberikan semangat kepada Alifdan sahibul menara tentang mimipi-mimpi yang luar biasa, membuat semangat sahibul menara untuk tetap belajar di Pondok Madani. Sementara Alif yang berkarakter gundah bimbang, yang kadang ikut kata-kata Randai, kadang ikut kata-kata Baso, tetapi said yang paling dewasa di sahibul menara dan mempunyai karakter ceria, Said pun selalu menghibur Alif.

Semangat yang selalu ada di Pondok Madani membuat mereka benar-benar mencapai impiannya. Mantra sakti, dari Man Jadda Wa Jada, membuatku terinspirasi untuk selalu menghafal Al-qur’an dan mempelajarinya. Film yang sungguh luar biasa, dengan dipaksa dan terpaksa tetapi membuahkan hasil yang sungguh luar biasa. Membuat para penonton selalu terinspirasi oleh mantra sakti Man Jadda Wa Jada. Walaupun hanya dengan kayu kering dan golok yang tidak terlalu tajam tapi memberiku sebuaah motivasi dan inspirasi yang luar biasa. Selain itu, semangat terus di SMP Baitul Qur’an dan selalu menghafal Al-Qur’an. Man Jadda Wa jada.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x