Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Membaca, menulis, mendongeng, dan berkebun menjadi kegiatan-kegiatan menarik yang tak henti-hentinya mengisi hari-hari saya. Mari terus menginspirasi sesama dalam karya kita. Salam literasi.

Suka: membaca, mengoleksi buku, menanam bunga, menulis puisi dan kisah lain, mendongeng, dan mengajar.

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

1.111 Tulisan Persembahan Hati (Sebuah Kisah Konsistensi)

24 Oktober 2020   16:40 Diperbarui: 24 Oktober 2020   19:04 497 70 37 Mohon Tunggu...
Lihat foto
1.111 Tulisan Persembahan Hati (Sebuah Kisah Konsistensi)
Dokpri Ari Budiyanti

Menulis menjadi kegemaran saya sejak lama. Kumpulan tulisan terbanyak adalah karya fiksi. Berawal dari 1 artikel pada 1 Desember 2018 kini telah menjadi 1.111 pada 24 Oktober 2020. 

Itu perjalanan menulis di Kompasiana yang saya ceritakan dengan super singkat. Sebagai penulis puisi, pada bulan pertama di Kompasiana saya mempersembahkan 100 puisi. Kini sudah tak terhitung lagi  banyaknya.

Menurut penuturan dari Bapak Rudy Gunawan, sang numerolog pertama di Indonesia, saya mendapatkan informasi berikut ini. Angka 1 melambangkan ekspresi diri. Sementara menuju angka 1.111 yang jika dijumlahkan menjadi 4 menuju kestabilan.

Selain itu, angka 4 juga melambangkan sebuah kerja keras dan kedisiplinan. Setidakmya itu yang saya dapatkan dari Beliau. Entah mengapa saya tiba-tiba menanyakan arti angka 1.111 kepada Beliau.

Baiklah, saya akan ambil pelajaran dari pencapaian saya ini. Artikel pertama saya berupa puisi berjudul Ketika Alam Marah merupakan sebuah ekspresi saya di Kompasiana. Satu langkah awal membuka karya saya untuk menjadi konsumsi umum sebagai ekspresi diri.

Jika sekarang artikel saya sudah mencapai jumlah 1.110 artikel, tentunya saya membutuhkan disiplin dan juga kerja keras. Jika tidak demikian, artikel ke 1.111 tidak akan pernah tercapai. 

Tepat bersamaan dengan bulan lahir Kompasiana, dan juga peringatan bulan bahasa, saya menulis artikel ke 1.111. Seribu seratus sebelas artikel sudah saya tulis di Kompasiana. 

Almarhum Bapak saya salah satu sumber inspirasi dalam karya-karya saya. Beliau sempat memberi motivasi pada saya, jika ingin menjadi penulis, menulislah. Meski Beliau tidak bisa melihat pencapaian saya sekarang, bangga selalu saya rasakan bila mengenang Bapak.

Setidaknya, pernah satu kali dalam hidup saya, Bapak melihat karya tulisan saya dimuat di media online. Saya mendapat kiriman hadiah  tabloid dan surat pemberitahuan pemuatan artikel. Bapak saya yang menerimanya di rumah dan memberi selamat. 

Sebuah kisah saat saya masih seorang mahasiswa. Kenangan manis bersama Bapak.

....

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN