Mohon tunggu...
ARI ISWAHYUDI
ARI ISWAHYUDI Mohon Tunggu... Guru - INFULANCER PSIKOLOGI AND TEACHER OF SPECIAL NEED STUDENT

PSIKOLOGI, EDUCATION,RELIGION,CHILD AND LIFE

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Intip Sistem Pembelajaran dalam Sekolah Inklusi

18 Oktober 2021   21:28 Diperbarui: 21 Oktober 2021   00:21 128 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi pembelajaran di sekolah inklusi. Sumber Gambar : Kompas.com

Sekolah inklusi merupakan sekolah yang penyelenggaraan sistem pendidikannya memberikan kesempatan pada semua peserta didik yang memiliki kelainan atau berkebutuhan khusus dan potensi kecerdasan bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik lainnya. Dimana tujuan adanya sekolah inklusi ini adalah :

  1. Memberikan kesempatan yang sama kepada semua peserta didik tidak terkecuali anak dengan kebutuhan khusus.
  2. Menghargai keanekaragaman dan keunikan individu.
  3. Tidak diskriminati.
  4. Mengajarkan empati.
  5. Meminimalisir hambatan pada anak berkebutuhan khusus
  6. Mengoptimalkan dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak berkebutuhan khusus.

Ada beberapa prinsip yang harus dipegang oleh sekolah inklusi diantaranya adalah :

  1. Sekolah inklusi harus memiliki pendidikan yang ramah, artinya sistem pendidikan,lingkungan sekolah, dan fasilitas sekolah harus ramah dan mendukung peserta didik berkebutuhan khusus.
  2. Sekolah inklusi sebisa mungkin harus dapat mengoptimalkan dan memfasilitasi potensi yang dimiliki oleh peserta didik berkebutuhan khusus.
  3. Sekolah inklusi harus seoptimal mungkin menjalin kerja sama yang baik antara sekolah dengan orang tua peserta didik berkebutuhan khusus.
  4. Perubahan sistem, artinya sistem yang ada disekolah harus bersifat fleksibel dan dapat menyesuaikan dengan peserta didik berkebutuhan khusus.

Ayah dan bunda, perlu diketahui bahwa dengan menyekolahkan anak berkebutuhan khusus (ABK) pada sekolah inklusi maka akan memberikan manfaat salah satunya, Anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di sekolah inklusif akan dapat menumbuhkan rasa percaya diri karena ia dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan teman sebaya lainnya, belajar mandiri, dan menumbuhkan potensi mereka.

Bagi peserta didik berkebutuhan khusus maka kurikulum pada sekolah inklusi pun dapat disesuaikan dengan peserta didik tersebut. Seperti kurikulum sekolah dapat dimodifikasi, dapat ditambah atau dikurangi, bahkan bisa dirubah semuanya sesuai dengan kemampuan peserta didik berkebutuhan khusus tersebut. Untuk itu biasanya  kurikulum di sekolah inklusi ini disesuaikan dengan Program Pembelajaran Individu (PPI).

Program pembelajaran individu (PPI) adalah suatu program pembelajaran yang direncanakan untuk membantu peserta didik berkebutuhan khusus dalam belajar sesuai dengan kemampuannya. Sebelum PPI ini dibuat biasnya pihak sekolah atau Guru Pendamping Khusus (GPK) akan melakukan identifikasi melalui observasi pada peserta didik berkebutuhan khusus atau juga dengan mengumpulan data anak melalui orang tua, kemudian akan dilakukan Assesmen pada peserta didik berkebutuhan khusus tersebut, setelah itu disusunlah PPI anak tersebut, yang kemudian dilaksanakan dan dievaluasi setiap satu semester atau bisa satu tahun sekali.

Perlu ayah dan bunda ketahui dalam penyusunan PPI ini harus melibatkan orang tua, wali kelas,tenaga ahli atau psikolog, kepala sekolah, guru pendamping khusus. Guru mata pelajaran, dan juga shadow teacher. Hal ini bertuan agar penyusunan program pembelajaran untuk anak nanti akan efisien dan maksimal.

Adapun komponen yang terdapat pada Program Pembelajaran Individu (PPI) adalah deskripsi singkat tentang kemampuan anak saat ini, penjabaran program PPI yang mencakup materi yang akan diajarkan,bentuk kegiatan pembelajaran, lama waktu dan media yang dibutuhkan, target tujuan jangka panjang dan jangka pendek yang dapat dicapai anak secara realistis dan terakhir bentuk evalusi PPI bisa berupa observasi.tes tulis atau lisan dan wawancara pada orang tua atau pihak yang terkait.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan