Mohon tunggu...
Ardi Winangun
Ardi Winangun Mohon Tunggu... Wiraswasta - seorang wiraswasta

Kabarkan Kepada Seluruh Dunia

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Relawan Jangan Mendahului Partai Politik

17 Juni 2021   08:15 Diperbarui: 17 Juni 2021   08:37 125
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Perseteruan Ganjar Pranowo dan Puan Maharani, yang kedua merupakan politisi elit Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), terkait isu pencalonan presiden Ganjar pada tahun 2024, memancing para Relawan Jokowi keluar dan mengeluarkan berbagai macam 'pernyataan' sikap. 

Salah satu komunitas Relawan Jokowi, Jokowi Mania Nusantara (Joman) yang dipimpin oleh Immanuel Ebnezer, dalam perseteruan itu dirinya berpihak pada Ganjar. Bahkan organisasi yang dipimpin itu siap mendukung Ganjar sebagai calon presiden (capres) 2024. 

Dukungan diberikan kepada pria yang saat ini menjadi Gubernur Jawa Tengah itu sebab kinerja yang dilakukan telah dirasakan oleh masyarakat. "Kita mendukung Ganjar untuk 2024", ujarnya dalam suatu berita online.

Relawan Jokowi itu banyak, tidak hanya Joman dan komunitas organisasi, persatuan, dan paguyuban lainnya namun juga ada perorangan. Dari perorangan biasanya mereka dari kalangan artis, penyanyi, dan public figure. Dari sekian organisasi dan perorangan Relawan Jokowi, sepertinya Joman yang berkata tegas mendukung Ganjar capres 2024.

Pastinya Joman ingin Ganjar bisa jadi capres dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2024. Sebagai politisi PDIP, tentu Joman ingin Ganjar didukung oleh partai berlambang banteng bermoncong putih itu. 

Dukungan dari PDIP tentu sangat diharapkan sebab partai ini merupakan partai terbesar sehingga kemungkinan Ganjar terpilih sebagai presiden pada tahun 2024 sangat mungkin.

Nah bagaimana peluang Ganjar bisa jadi capres? 

Kalau dilihat dari survei-survei yang ada, harus diakui posisi Ganjar sangat potensial untuk bisa ke sana. Dengan bekal itu ditambah poles kanan - kiri selama 3 tahun ke depan, posisi Ganjar akan semakin matang.

Nah, apakah posisi relawan bisa mengantarkan Ganjar atau sosok lain menjadi capres 2024? Syarat seseorang bisa menjadi calon presiden itu sudah jelas diatur dalam UUD NRI Tahun 1945 dan UU No. 07 Tahun 2017 Tentang Pemilu. 

Aturan itu ada yang sifatnya normatif, ada pula yang sifatnya teknis. Dalam semua pasal baik dalam UUD maupun UU No. 07 Tahun 2017, inti dari pen-capres-an adalah pada Pasal 221 dan Pasal 222 dari UU No. 07 Tahun 2017. 

Dalam Pasal 221 menyebut, Calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan dalam (satu) pasangan oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik. Sedang Pasal 222 mengatakan, Pasangan Calon diusulkan oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik Peserta Pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 2O% (dua puluh persen) dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25% (dua puluh lima persen) dari suara sah secara nasional pada Pemilu anggota DPR sebelumnya.

Dari aturan ini jelas terlihat bahwa yang berhak mengusulkan atau mengajukan seseorang menjadi capres adalah partai politik atau gabungan partai politik. 

Jadi meski relawan itu teriak-teriak mengusulkan seseorang untuk menjadi capres hal demikian akan sia-sia sebab yang berhak mengusulkan atau memajukan seseorang menjadi capres, mutlak di tangan partai politik atau gabungan partai politik. Aturan memang dibuat seperti demikian sehingga relawan harus paham ini.

Meski Ganjar atau siapapun memiliki elektabilitas dan popularitas yang tinggi untuk pen-capres-an namun bila partai politik atau gabungan partai politik tidak ada yang mendukung atau mengajukan maka elektabilitas dan popularitas yang ada akan sia-sia. Undang-undang yang mengatur demikian memang merugikan bagi seseorang yang memiliki peluang tinggi menjadi presiden namun tidak didukung oleh partai politik atau gabungan partai politik.

Sebelum pilpres biasanya banyak lahir organisasi relawan namun pastinya relawan itu bekerja setelah partai politik atau gabungan partai politik bekerja atau menyelesaikan masalahnya soal siapa yang telah di-capres-kan. Jadi tugas relawan tidak bisa mendahului partai politik atau gabungan partai politik dalam soal mengusulkan atau mengajukan capres.

Bila partai politik atau gabungan partai politik sudah bekerja, sudah menetapkan siapa pasangan capres dan cawapres-nya, selanjutnya relawan mulai melakukan penggalangan massa, kampanye door to door, menyebarkan pengaruh, serta tugas-tugas yang meningkatkan elektabilitas dan popularitas bagi calon yang didukung.

Tugas berat memenangkan capres inilah yang membuat banyak tim sukses dan pendukungnya membentuk relawan, baik komunitas maupun perorangan. Komunitas relawan yang dibentuk pun dari berbagai kelas, ada relawan dari kalangan pedagang nasi, tukang becak, anak muda, generasi milineal, ibu-ibu atau emak-emak, artis, musisi, dan kelompok masyarakat lainnya.

Biasanya relawan ada yang bekerja serius, ada pula yang sifatnya penggembira dan hura-hura. Kehadiran mereka pun ada yang murni, tekad, dan niat untuk mendukung seseorang namun ada pula kehadiran mereka karena faktor uang atau pekerjaan.

Sampai kapan 'masa kerja' relawan ini? Bila ia merupakan relawan yang bekerja murni kepada calon yang didukungnya, bila calon itu sudah terpilih atau tidak, setelah itu biasanya ia langsung membubarkan diri. Selepas pilpres biasanya mereka bubar. Namun bila kelompok relawan itu dibentuk karena faktor uang dan pekerjaan, maka ia berdiri atau beraktivitas sampai orang yang berada di belakangnya kuat memberinya bayaran. Pemenang pilpres biasanya tetapi memelihara relawan itu untuk jangka panjang. Mereka dipelihara selain sebagai pion-pion menjaga harkat dan martabat pemenang pilpres juga untuk kepentingan pilpres selanjutnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun