Ardi
Ardi Guru

Tenaga Kependidikan di SMP Ulun Nuha Medan Alumnus STAI Bahriyatul Ulum KH. Zainul Arifin Tapanuli Tengah

Selanjutnya

Tutup

Hiburan

Pesan Moral pada Film "Sweet 20"

15 April 2018   08:08 Diperbarui: 15 April 2018   09:11 947 0 0
Pesan Moral pada Film "Sweet 20"
Sumber: https://www.brilio.net/

Keluarga tidak terlepas dari ayah, ibu, anak, menantu, mertua dan seterusnya. Memutuskan untuk berumah tangga berarti telah siap mental menghadapi, baik itu keharmonisan ataupun prahara rumah tangga yang akan dijalani. Karena tak selamanya menjalani rumah tangga itu langgeng saja. Ada kalanya bahtera itu goyang di terpa badai.

Drama keluarga berbalut komedi ini tergolong fiksi atau cerita di luar nalar. Bagaimana mungkin seorang nenek usia lima puluh tahun dapat kembali menjadi usia dua puluh tahun. Terlepas dari itu, ada pesan baik yang disampaikan dalam film ini. Fatmawati yang diperankan oleh Niniek L. Karim adalah seorang nenek yang tinggal bersama keluarga anaknya, Aditya yang diperankan oleh Lukman Sardi.

Sifat tua Fatmawati membuat menantunya, Salma yang diperankan oleh Cut Mini, merasa tidak nyaman. Mencampuri urusan keluarga anaknya. Suatu hari, Salma sakit hingga masuk rumah sakit. Aditya membuat rapat kecil bersama kedua buah hatinya, Juna dan Luna yang diperankan oleh Kevin Julio dan Alexa Key, di rumahnya.

Luna menyarankan agar Fatmawati dibawa saja ke panti jompo sebab mamanya sakit karena kesal dengan sang nenek. Tanpa sadar, Fatmawati mendengar rapat yang mereka adakan dari balik dinding. Iapun galau karena merasa menjadi perusak rumah tangga anaknya. Ia meninggalkan rumah.

Malam itu Fatmawati berjalan melewati studio photo bertulis "Young Forever." Ia ingin di ambil photonya dengan tampilan lima puluh tahun yang lalu. Saat sang nenek berusia dua puluh tahun. Kini ia menjadi gadis berusia dua puluh tahun. Singkat cerita, Juna mengalami kecelakaan. Ia kekurangan darah dan golongan darah itu hanya dimiliki oleh neneknya, dalam silsilah keluarga mereka.

Sebelumnya Aditya telah diberi tahu oleh teman Fatmawati, Hamzah yang diperankan oleh Slamet Rahardjo, bahwa gadis dua puluh tahun itu adalah ibunya. Namun ia tak mempercayainya. Ia heran saat gadis itu mempunyai golongan darah yang sama dan ingin mendonorkan darahnya untuk Juna.

Aditya menjumpai gadis itu dan meminta maaf atas apa yang telah ia lakukan. Ia menceritakan kisah kecilnya. Ayahnya meninggal dunia saat ia berada dalam kandungan. Ia dibesarkan seorang diri oleh ibunya dengan berjualan kue seadanya untuk mencukupi ekonominya. Kini ia telah meraih gelar masternya. Ia merasa telah durhaka karena merencanakan untuk menempatkan Fatmawati ke panti jompo.

Gadis dua puluh tahun itupun tersentuh hatinya mendengar pengakuan anaknya. Kini ia mengaku bahwa ia adalah Fatmawati yang hilang sejak rapat kecil itu diadakan. Ia kembali menjadi tua setelah darahnya berhasil diambil untuk didonorkan.

Berada pada posisi Aditya memang serba salah. Disatu sisi, ia adalah anak seorang tua yang harus dirawatnya sebagaimana ia telah dirawat sejak dalam kandungan dengan keringat seorang tua itu. Disisi lain ia adalah seorang suami dan ayah dari anak-anak yang ingin menerapkan prinsipnya dalam keluarga tanpa dicampuri oleh orang tua.

Pada nyatanya, bukan sedikit kasus anak meninggalkan orang tuanya demi istrinya. Ada juga yang bercerai gegara mertua. Menjadi seorang Aditya tentu tidak mudah. Dua wanita yang harus dihadapi dengan karakter yang berbeda. Keduanya sama-sama ingin diperhatikan.

Laki-laki sebagai pemimpin rumah tangga harus mampu menggiring istrinya agar mencintai ibunya layaknya ibu kandung sendiri. Berbakti kepada orang tua adalah kewajiban lelaki hingga orang tuanya wafat. Namun bagi wanita, berbakti kepada orang tua hanya sebatas sampai ia menikah. Setelahnya, ia wajib berbakti kepada suaminya. Karena surga istri itu ada pada suami. Begitu yang saya pahami.

 Semoga bermanfaat