Arako
Arako mantan kuli tinta, freelance writer, mahasiswi

Random woman • Pekerja Teks Komersial • ADHD Person • Tukang Review • Pawang kucing profesional di kucingdomestik.com

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Waspada Kopi Luwak Palsu, Ini Sebab Rasa Kopi Luwak Asli Lebih Enak dan Berkarakter

9 Februari 2018   21:23 Diperbarui: 9 Februari 2018   21:46 954 5 11
Waspada Kopi Luwak Palsu, Ini Sebab Rasa Kopi Luwak Asli Lebih Enak dan Berkarakter
Kopi Luwak (pict : goodnewsfromindonesia.com)

Pamor kopi luwak yang naik daun membuat produk-produk kopi luwak palsu dan oplosan bermunculan. Paling gampang mengidentifikasinya adalah tentu saja lewat harga. Harga kopi luwak asli bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah per cangkirnya. Sementara yang palsu, Anda bisa memperolehnya hanya dengan modal kurang dari Rp 5 ribu saja. Padahal, dari segi rasa maupun khasiat jelas sangat berbeda. Lebih jauh, dalam produk kopi luwak palsu terdapat zat pengawet yang berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi terus menerus. Urine Anda menjadi beraroma kopi.

Hal tersebut tidak akan terjadi jika Anda mengonsumsi kopi luwak asli. Bahkan, sederet manfaat kesehatan bisa Anda nikmati jika mampu rutin mengonsumsinya. Selain itu, rasanya yang enak dan berkarakter itu tentu akan selalu menjadi primadona para pecinta kopi.

Namun tahukah Anda, kenapa rasanya bisa seenak itu? Berikut daftar penyebabnya :

1. Kopi Luwak Lahir dari Biji Berkualitas

Luwak hanya memilih biji kopi terbaik (satwapedia.com)
Luwak hanya memilih biji kopi terbaik (satwapedia.com)
Manusia memang makhluk paling cerdas, namun rupanya dalam soal menyelisik kualitas biji kopi, agaknya kemampuan kita ini masih kalah dengan luwak. Ketika luwak hendak memakan kopi, dia lebih dulu mengendus dan memilih mana yang sekiranya sudah benar-benar matang. Kopi yang berstatus setengah matang langsung dianulir dan tidak diperhatikan lagi.

Hal tersebut bisa terjadi karena luwak tidak mau memakan makanan yang masih prematur. Bukan tanpa sebab, namun kopi yang baru dimakan tidak langsung bisa dikeluarkan. Dalam waktu semalam, kopi tersebut harus mengalami proses fermentasi terlebih dulu di dalam perut luwak. Berkat biji pilihan itulah yang bikin rasanya jadi enak.

2. Fermentasi Kopi Luwak Setara dengan Fermentasi Buatan

Hanya perlu waktu semalam bagi luwak untuk proses fermentasi (masrawy.com)
Hanya perlu waktu semalam bagi luwak untuk proses fermentasi (masrawy.com)
Sebetulnya untuk menghasilkan biji kopi berkualitas, manusia juga bisa melakukan fermentasi. Hanya saja diperlukan alat-alat tertentu untuk menjaga kualitas kopi dalam waktu lama. Dalam fermentasi buatan, setidaknya diperlukan waktu selama puluhan tahun agar bisa menghasilkan biji kopi berkualitas.

Waktu yang lama itu bisa dipangkas oleh luwak hanya dengan waktu semalam saja. Inilah bedanya fermentasi melalui asam makhluk hidup dengan zat asam buatan. Hasil fermentasi dari luwak tersebut bisa dibuktikan sendiri dari segi rasa dan aroma. Meskipun jenis kopinya sama, kopi hasil fermentasi dalam tubuh luwak rasanya pasti lebih enak.

3. Proses Pembuatan Kopi yang Lebih Lengkap

Tak ada proses instan dalam pembuatan kopi luwak asli (infokebali.com)
Tak ada proses instan dalam pembuatan kopi luwak asli (infokebali.com)
Pembuatan kopi biasa mungkin bisa dilakukan oleh semua orang. Hanya dengan memetik biji kopi, kemudian menjemur, sangrai, tumbuk, lalu dihidangkan. Aroma dan cita-rasanya terasa "nanggung". Padahal kopi jenis apa pun bisa dipertajam lagi rasa dan aromanya, sebagaimana yang terjadi pada kopi hasil fermentasi dari dalam tubuh luwak.

Kopi yang sudah dimakan luwak akan dikeluarkan bersama fesesnya. Mau tidak mau, para peracik kopi pun harus mencuci berulang-ulang kali kopi tersebut agar bersih dan steril. Penjemuran dan pengolahan kopi tersebut juga dilakukan dengan hati-hati daripada untuk kopi biasa. Istilah lainnya diistimewakan. Alhasil, rasanya pun lebih mantap.

4. Kopi Luwak Berasal dari Kopi Arabika

Kopi Arabica jadi pilihan utama (bloomingbeancoffee.com)
Kopi Arabica jadi pilihan utama (bloomingbeancoffee.com)
Luwak tidak sembarangan dalam memiliki varietas kopi. Sejauh ini dia lebih suka kopi Arabika daripada lainnya. Kenapa? kopi Arabika diketahui memiliki ukuran biji yang lebih besar. Di samping itu, teksturnya juga lebih halus. Kopi Arabika juga terkenal dengan kadar kafein yang rendah.

Sebetulnya luwak itu hanya mengambil zat glukosa dari kopi Arabika saja. Sisanya dibuang. Dengan demikian, kopi luwak pun tampil dengan kadar glukosa dan kafein yang sangat rendah.

Selain itu, jenis kopi Arabika merupakan kopi yang paling luas persebarannya di seluruh dunia. Manusia saja suka, apalagi luwak?

5. Prestise Kopi Luwak Sangat Tinggi

Prestise kopi luwak belum tertandingi jenis kopi lain (TripAdvisor.com)
Prestise kopi luwak belum tertandingi jenis kopi lain (TripAdvisor.com)
Bukan tidak mungkin, bahwa prestise juga mampu mempengaruhi rasa minuman kopi. Rata-rata orang masih berpikiran kalau benda yang lebih mahal pasti lebih bagus dan lebih enak, seperti kopi luwak, misalnya. Begitu kopi ini disajikan, pembelinya pasti tidak lantas meminumnya dengan tergesa-gesa, tapi sedikit demi sedikit. Baru terasa nikmatnya.

Kopi luwak biasanya memiliki kemasan khusus yang sangat profesional. Hal ini tidak terlepas dari harganya yang mahal. Produsen mana pun pasti akan berhati-hati dalam menjaga kualitas kopi luwak mulai dari pembuatan hingga penyajian dalam bentuk bubuk. Demi pelanggan. Agar penikmat kopi luwak puas dengan kualitasnya.

Dengan cara pembuatannya yang cukup rumit, ini tentunya berbanding lurus dengan harganya. Mungkinkah kopi luwak asli pantas dihargai seribu atau dua ribu rupiah saja?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2