Mohon tunggu...
Aqil Nedhio Wibowo
Aqil Nedhio Wibowo Mohon Tunggu... -

Orang yang terbaik adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Wawasan Kebangsaan Mahasiswa di Indonesia

13 Mei 2019   22:30 Diperbarui: 13 Mei 2019   22:33 0 0 0 Mohon Tunggu...
Wawasan Kebangsaan Mahasiswa di Indonesia
Source : id.wikipedia.org


Wawasan Kebangsaan adalah cara pandang suatu bangsa mengenai diri dan ideologinya, serta cita-citanya, yang diorientasikan untuk memperkokoh dan menjaga persatuan bangsa dan ketahanan bangsa. Ketahanan bangsa adalah kondisi dinamik bangsa yang berisi ketangguhan, keuletan, dan kehandalan yang dibangun agar mampu menghadapi tantangan, dari dalam dan luar negeri. 

Terdapat beberapa tujuan dari wawasan kebangsaan. Yang pertama adalah terbentuknya bangsa yang kuat, kukuh bersatu, berdaya saing tinggi, dan sejahtera. Selain itu, wawasan kebangsaan juga menjaga sejarah kebangsaan Indonesia & kecintaan akan NKRI. Tujuan lain dari wawasan kebangsaan adalah revitalisasi dan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila, serta secara khusus meredam berkembangnya penonjolan primordialisme sempit, kesukuan, kedaerahan, dan mencegah disintegrasi bangsa. Terakhir, wawasan kebangsaan dapat meningkatkan kualitas penangkal maya demi lestarinya bangsa.

Wawasan kebangsaan Indonesia tercetus pada sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 1928 sebagai tekad perjuangan dan merupakan konvensi nasional. Terdapat dua aspek wawasan kebangsaan, yaitu aspek moral dan aspek intelektual. 

Berdasarkan dua aspek tersebut, wawasan kebangsaan memiliki 6 nilai, yaitu penghargaan terhadap harkat dan martabat sebagai makhluk Tuhan Yang Mahakuasa, tekad bersama untuk berkehidupan yang bebas, merdeka, dan bersatu, cinta tanah air dan bangsa, demokrasi dan kedaulatan rakyat, kesetiakawanan sosial, dan masyarakat adil dan makmur. Selain nilai-nilai tersebut, wawasan kebangsaan juga memiliki makna penting, yaitu mengamanatkan kepada seluruh bangsa agar menempatkan persatuan dan kesatuan serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.

Pentingnya wawasan kebangsaan timbul dari suatu kumpulan pikiran dimana kita sebagai bangsa Indonesia memiliki suatu cita-cita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mewujudkan tujuan nasional. Wawasan kebangsaan ini merupakan pemersatu dan pemberi dasar keberadaan dalam diri kita sebagai bangsa Indonesia. 

Wawasan kebangsaan sendiri memiliki tuntutan untuk kita sebagai bangsa Indonesia dalam menjaga keutuhan NKRI dalam mewujudkan jati diri dan pengembangan perilaku melalui sikap dan tindakan-tindakan yang mencerminkan budaya-budaya Indonesia dengan konsep wawasan kebangsaan dengan perkembangannya yang bersifat dinamis. 

Adanya perbedaan perbedaan nilai dan budaya yang kemudian bercampur dan menjadi suatu paham wawasan kebangsaan inilah yang harus kita jaga sebagai bangsa Indonesia.

Sebagai bangsa Indonesia, kita harus menjaga nama baik NKRI dengan wawasan kebangsaan yang akan menanamkan sifat nasionalisme di dalam diri kita sebagai bangsa Indonesia. Peran kita untuk menjaga keutuhan wawasan kebangsaan adalah dengan menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini dan mengaplikasikan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari dalam berbangsa dan bernegara. 

Selain itu upaya-upaya yang dapat kita lakukan yaitu menanamkan jiwa patriotik di dalam diri sehingga menyadari akan pentingnya untuk mempertahankan nilai-nilai kebangsaan sebagai bangsa Indonesia dan menumbuhkan jiwa, semangat dan nilai-nilai kreatif dan inovatif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. 

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kita sebagai bangsa Indonesia memegang peran penting dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan wawasan kebangsaan karena kita sendiri sebagai bangsa Indonesia memegang peran krusial dalam kemajuan dan ketahanan keutuhan NKRI.

Akhir-akhir ini, sering terjadi pertikaian antar kelompok masyarakat yang diakibatkan oleh perbedaan suku, agama, ras, dan sebagainya. Sering pula terjadi konflik yang disebabkan oleh perbedaan pendapat dalam suatu golongan yang sama. Salah satu kasus pertikaian yang terjadi adalah kericuhan antara warga dan massa simpatisan partai politik di Yogyakarta saat kampanye Pilpres pada awal April 2019 yang lalu. Menurut pihak kepolisian, penyebab kejadian ini adalah aksi saling ejek antar kedua kelompok tersebut, dilanjutkan dengan saling lempar batu. Contoh kasus lain yang cukup mengerikan adalah konflik berdarah antara suku Dayak dan Madura di Sampit, Kalimantan Tengah pada 2001 silam. Dipicu oleh berbagai faktor, 500 orang meninggal dunia dan ratusan ribu warga terpaksa mengungsi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x