Mohon tunggu...
Aprili Kurnia Fatmawati
Aprili Kurnia Fatmawati Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi

-

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Kesenian Hadrah sebagai Kebudayaan Islam di Dusun Dlangu

3 Maret 2021   19:22 Diperbarui: 3 Maret 2021   21:43 2817
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Hadrah merupakan salah satu kesenian lokal yang biasanya dijalankan oleh kaum laki-laki dengan membawakan sholawat bernafaskan islam diiringi rebana. Beriringan dengan jamiyah hadrah yang semakin banyak bermunculan, diubahlah nama dari jamiyah hadrah menjadi ISHARI (Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia) pada tahun 1959, tetapi kemudian kata 'republik' pada kepanjangan ISHARI dihapuskan tahun 1961. Kesenian merupakan bagian dari kebudayaan, hal ini berarti hadrah juga merupakan bagian dari kebudayaan islam. Pada saat ini kesenian hadrah telah berkembang di berbagai daerah, tidak hanya di Jawa Timur tetapi juga berkembang di Pulau Jawa, termasuk di Dusun Dlangu Desa Mondoluku. Bersama seorang narasumber yaitu Bapak Mulyono yang merupakan salah satu pendahulu kesenian hadrah di Dusun Dlangu, saya akan memperkenalkan kesenian hadrah di Dusun Dlangu ini kepada masyarakat luas.

Grup hadrah Dusun Dlangu berdiri pada tahun 1980-an, pada saat awal berdiri itu pula Bapak Mulyono bergabung menjadi salah satu anggotanya. Sampai saat ini Beliau berperan sebagai vokal dalam grup ini. Tidak ada penamaan khusus bagi setiap grup hadrah, hanya menggunakan nama desa atau dusun sebagai identitas ketika tergabung dalam ISHARI. Sejak didirikan pada tahun 1959, kepengurusan ISHARI terstruktur dengan jelas dan berjenjang mulai dari pusat, wilayah, cabang, anak cabang, ranting, serta anak ranting. Namun pada saat ini kepengurusan tersebut sedikit berubah menyempit menjadi pusat, wilayah, dan cabang. 

Tujuan utama didirikannya ISHARI adalah untuk membumikan sholawat terhadap Nabi Muhammad SAW, serta sebagai sarana dakwah islam. Dan tujuan didirikannya grup hadrah di Dusun Dlangu adalah untuk mensyiarkan sholawat dengan tujuan dakwah islam kepada masyarakat Dusun Dlangu dan sekitarnya, tujuan tersebut senantiasa dipegang teguh hingga saat ini meskipun memang tidaklah mudah mensyiarkan sholawat dengan cara yang sama seperti pada zaman dulu di zaman modern ini, namun susah  bukan berarti tidak bisa. Dengan cara yang sedikit diubah dan dikembangkan, upaya untuk mencapai tujuan tersebut akan tetap terlaksana, hal ini dibuktikan dengan grup hadrah Dusun Dlangu yang masih tetap eksis sampai saat ini. 

Hingga saat ini anggota aktif grup hadrah Dusun Dlangu mencapai kurang lebih 30 orang. Jumlah ini diperkirakan akan selalu berubah seiring bertambahnya waktu. Bisa berkurang ataupun bertambah jumlahnya tergantung minat masyarakat Dusun Dlangu terutama generasi mudanya terhadap kesenian hadrah ini. 

Adapun kegiatan yang melibatkan grup hadrah Dusun Dlangu antara lain, haul dan kegiatan rutin. Haul merupakan tradisi peringatan kematian seorang tokoh yang berpengaruh bagi masyarakat yang biasanya diperingati setiap satu tahun sekali, ini merupakan salah satu kegiatan yang melibatkan ISHARI yang berarti juga melibatkan setiap grup hadrah anggota ISHARI. 

Lalu kegiatan rutin yang dimaksudkan terbagi menjadi dua, yaitu kegiatan rutin ISHARI yang diselenggarakan secara rutin dari wilayah satu ke wilayah lain atau dari dusun satu ke dusun lain, dengan diikuti seluruh grup hadrah yang tergabung dalam ISHARI dan yang kedua yaitu kegiatan rutin grup hadrah Dusun Dlangu sendiri yang diselenggarakan secara rutin pada setiap kegiatan yasinan atau tahlilan. 

Wawancara Bersama Bapak Mulyono
Wawancara Bersama Bapak Mulyono

Menurut Bapak Mulyono, adanya grup hadrah di Dusun Dlangu ini merupakan salah satu bentuk partisipasi dalam mengembangkan kesenian islam. Hal ini juga berarti mengembangkan kebudayaan islam karena kesenian sendiri merupakan bagian dari kebudayaan. Terdapat berbagai macam perbedaan antara grup hadrah Dusun Dlangu pada awal didirikan sampai dengan sekarang. 

Pada awal didirikan kegiatannya lebih terbatas, terutama saat haul karena hambatan transportasi, namun untuk kegiatan rutin mandiri tetap dilaksanakan. Sedangkan pada saat ini (sebelum pandemi Covid-19) kegiatan lebih leluasa karena tidak ada hambatan apapun. Dan pada saat pandemi Covid-19 melanda, kegiatan mulai dibatasi kalaupun ada kegiatan harus menggunakan protokol kesehatan yang ketat. 

Di era globalisasi ini tentu tidaklah mudah untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan lokal agar tidak tergerus oleh kemajuan zaman. Berbagai upaya pun dilakukan oleh para pengurus grup hadrah Dusun Dlangu agar hadrah tetap bertahan bahkan berkembang di Dusun Dlangu. Salah satu upayanya adalah dengan mengadakan pembinaan oleh pengurus kepada anggota. Terkadang juga ada pembinaan dari kepengurusan ISHARI tingkat yang lebih atas terhadap kepengurusan tingkat bawahnya. Biasanya pembinaan tersebut berbentuk sosialisasi seberapa penting dan berpengaruhnya kesenian hadrah sebagai sarana dakwah islam melalui sholawat yang dilantunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Disini generasi muda memiliki peran yang sangat penting, yaitu sebagai penerus grup hadrah ini. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun