Mohon tunggu...
Maria Margaretha
Maria Margaretha Mohon Tunggu... Guru - Guru SD. Blogger.

Teaching 1...2...3. Knowledge is a power. Long Life Learner

Selanjutnya

Tutup

Film

Serius Nest, Hantu Bisa Nulis? (Bukan Review)

9 Juni 2019   04:07 Diperbarui: 9 Juni 2019   04:26 133
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Hai, 

Selamat subuh 

Tulisan ini bukan review. Cuma curhat habis nonton film si Ernest. Pada tahu kan Ernest Prakasa yang bikin film Ngenest, Cek Toko Sebelah dan Susah Sinyal? 

Nah, lebaran pas, aku tuh nonton film Ghost Writer. Nontonnya di Grand Paragon Mall. Lumayan penuh sih studionya. 

Jujur nih, dengan sejarah Ernest main film atau buat film itu selalu lucu walaupun kadang ya adalah di sana sini ngga sesuai, tapi masih layak tonton banget lah film Ernest ini. Kali ini aku beneran bete banget nontonnya. 

Bener sih, emang salah aku juga nonton ngga pakai lihat sinopsis atau cek genre, tapi ya ngga gini juga betenya. Jadi, film ini tuh ternyata horor... Hantu hantu gitu. Ya ampun... Kecele banget deh. 

Mana nontonnya sendiri gitu. Berasa mati gaya banget dah. Mau kabur dari bioskop ngga berani keluar. Dalam bioskop pasang headset juga. Pokoknya ngga asyik deh nontonnya. Sound seremnya itu lho bikin jantungan. Ampun deh Nest... 

Ekspektasi aku baca judul itu ya penulis bayangan gitu. Bukan hantunya nulis beneran. Jadi walaupun sebenarnya ceritanya masih bagus, jujur aku bete abis. 

Sebenarnya aku tetap suka pesan moralnya, yang drama drama gimana gitu karena tokoh hantu ini memang kejadiannya terus ngga jadi hantu lagi. Aku suka endingnya. Tapi dari awal sampai mau terakhir itu jantungan. 

Ini sinopsisnya, 

Jadi, Ghost Writer ini mengisahkan tentang sebuah buku diary tua berisi rahasia kelam yang menyayat hati. Bagi Galih (Ge Pamungkas), buku ini adalah sebuah pembelaan terhadap prasangka salah kedua orang tuanya. Bagi Naya (Tatjana Saphira), buku ini adalah materi brilian untuk novel terbarunya setelah 3 tahun kering ide. Maka sebuah kerjasama beda alam pun dimulai. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun