Mohon tunggu...
Anthony Tjio
Anthony Tjio Mohon Tunggu... Administrasi - Retired physician

Penggemar dan penegak ketepatan sejarah.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Asal Mula Pangsit dan Mengapa Dijadikan Hidangan Imlek

16 Januari 2017   08:02 Diperbarui: 17 Januari 2017   10:22 4141
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Perayaan Imlek bukan perayaan kepercayaan maupun agama, melainkan sekadar kebiasaan warga Tionghoa yang berasal dari Tiongkok Utara. Dari dulu, merupakan perayaan di perdesaan untuk menyambut musim semi yang menjelang tahun yang baru ini, dan memperingatkan diri mereka sudah waktunya memulai menggarap ladang dan sawah mereka. Maka penamaannya pada umumnya disebut “Sin Cia”, dalam kata Tanglang orang Hokkian yang artinya “hari raya baru”.

Tionghoa biasanya berkaitan dengan makanannya, ada makanan yang disediakan untuk setiap perayaan hidup maupun upacara kematian, dan untuk Imlek ini, kebiasaannya adalah makan dumpling.

Apa itu dumpling? Penulis Wikipedia dalam Bahasa Indonesia pun juga sukar menerjemahkannya, sehingga menyimpangkan cerita dan penjelasannya di sana. Dumpling ya dumpling.

Pertama-taman, kata dumpling itu bukan terjemahan dari Tionghoa yang menyebut makanan Sin Cia itu jiao-zi 饺子 (yang di Jepang disebut gyoza).

Asal muasal dumpling jiao-zi ini merupakan makanan pengobatan penyakit yang disebabkan kedinginan di Tiongkok Utara.

Ceritanya sejauh pada zaman Dinasti Han Timur di abad ke-3 Masehi, di Tiongkok Utara ada seorang tabib ternama Zhang Zhong-jing 张仲景 (150-219 M) yang sedang pulang pensiunan ke kampung halamannya. Sewaktu sudah dekat di kampungnya di kabupaten Nan-yang Henan 河南南阳, cuaca di sana sedang dingin-dinginnya. Dia kelihatan banyak orang sekampung halamannya sedang kelaparan dan kedinginan sampai daun telinga mereka membiru di sepanjang tebing sungai Bai-he 白河. Segera ia memelopori rakyat desanya di Dong-guan 东关 sana membangun gubuk pengobatan dan sedekah makanan hangat.


Sebagai seorang tabib yang berspesialisasi mengobati penyakit masuk angin, dia menyediakan makanan yang memakai resep khusus untuk badan bisa menangkis kedinginan, yaitu yang disebut 'sup tolak angin dengan jiao-er' 祛寒嬌耳湯. Jiao-er嬌耳 inilah nama aslinya dumpling jiao-zi yang sudah ada di Tiongkok sana ratusan tahun sebelumnya.

Dari catatan yang terdapat di zaman Sam Kok (220-280 M) dapat diketahui apa jiao-er itu. Makanan terbuat dari daging kambing dan rempah yang dibentuk serupa daun telinga, maka disebut jiao-er yang artinya 'telinga buatan', itu bisa mengobati radang dingin daun telinga.

Tabib Zhang Zhong-jing bersama kawan-kawannya terus mengobati penyakit kedinginan dengan 'telinga buatan' jiao-er tersebut, dengan daging kambing yang banyak lemaknya, dengan jahenya, dengan kua panasnya, bisa membuat badan penderitanya berasa hangat setelah memakannya. Pengobatan derma ini diteruskan bagi yang membutuhkan hingga pada Tengah Malam Sin Cia.

Demikianlah seterusnya menjadikan kebiasaan rakyat Tionghoa di Utara beramai-ramai membungkus, menggodok dan memakan telinga buatan jiao-erdalam kua pada malam Sin Cia. Karena pukul waktu tengah malam Tionghoa disebut jam “zi” 子时, sedangkan jaio-er yang terbenam dalam sup itu bagaikan bulan sabit (yan-yue jiao-zi 偃月角子), maka telinga buatan jiao-ersekarang disebut saja sebagai makanan betuk bulan sabit pada tengah malam (jiao-zi 饺子).

Jadi nama makanan ini semata-mata permainan bahasa. Jiao-zi ini sebutan Tionghoa di utara, yang kemudian menjadi makanan kecil di pelabuhan Tian-jin 天津 yang terletak di timur Beijing, dan di sana disebut saja 'makanan kecil' bian-shi 扁食. Suatu ketika bian-shi ini juga dibawakan orang Hakka ke Hokkian, yang dengan lafal mereka menyebutnya pangsit.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun