Mohon tunggu...
Annie Nugraha
Annie Nugraha Mohon Tunggu... Seniman - Crafter, Blogger, Photography Enthusiast

Seorang istri dan ibu dari 2 orang anak. Menyukai dunia handmade craft khususnya wire jewelry (perhiasan kawat), senang menulis lewat blog www.annienugraha.com dan seorang penggemar photography

Selanjutnya

Tutup

Book Artikel Utama

Memahami Anggi Lewat Bersemi di Mentari

10 September 2022   20:05 Diperbarui: 22 September 2022   01:00 654
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bersemi di Mentari | Design karya pribadi

Anggi yang tadinya mulai bangkit dari keterpurukan mendadak harus terjun bebas kembali ke titik asal. Semangatnya untuk mengikuti rangkaian seleksi sebuah event studi banding ke sebuah sekolah di Sydney pun mulai mengkeret di pojokan. Padahal berbagai persiapan untuk menghadapi proses pemilihan 3 terbaik sudah dilakukan Anggi semaksimal mungkin.

Akankah Anggi mampu mengalahkan dirinya sendiri?

Merubah Diri | Design karya pribadi
Merubah Diri | Design karya pribadi

Menilik Bersemi di Mentari

Bidhari Andana (Nana) berhasil mengajak saya mengakhiri 120-an halaman novel ringan ini dengan senyum mengembang hanya dalam waktu tak lebih dari 2 jam waktu membaca.

Setelah melewati 5 hari dalam ruang perawatan rumah sakit, novel Bersemi di Mentari sangat menghibur tanpa harus terlibat dalam sebuah pemikiran yang ruwet. Berhari-hari melewati masa tanpa membaca, Bersemi di Mentari nyatanya berhasil meletupkan banyak kerinduan saya akan sebuah kisah remaja yang menarik untuk disimak.

Problematikanya disajikan natural dengan diksi sederhana dan plot cerita yang tergiring rapi dari awal hingga akhir, dari Bab 1 hingga Bab 16. Masalah khas usia remaja yang terkadang harus melewati masa-masa sensi, waktu-waktu penuh riak yang butuh sedikit waktu untuk dilewati. Sebuah proses menuju usia dewasa yang nyatanya memang harus dialami.

Nana pun menyajikan karakter Anggi dengan begitu lugasnya. Gak ribet. Sederhana saja.

Bahkan saya sudah bisa menebak 1/3 bagian proses pendewasaan Anggi setelah melewati 2/3 bagian dari buku Bersemi di Mentari. Terutama di saat Anggi harus mengakhiri performance menarinya saat pita kaset pengiring tetiba kusut dan macet lalu ketahuan siapa pelakunya.

Mungkin kemampuan menebak ini diakibatkan karena keseringan nonton drama atau film-film remaja, yang populer dengan tema pergolakan remaja dan sering jadi pembicaraan.

Satu hal lain yang seru untuk dibicarakan adalah masa dimana cerita ini dihadirkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Book Selengkapnya
Lihat Book Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun