Mohon tunggu...
Anne Grace
Anne Grace Mohon Tunggu... Freelancer - Human being

Learn and Grow

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Belum Mendapatkan Tak Menjadikanmu Buruk

6 Januari 2022   16:01 Diperbarui: 4 Januari 2023   22:37 987
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Mikha sudah berusia 22 tahun saat menyelesaikan kuliahnya. Setelah itu ia memutuskan untuk bekerja dan mengejar mimpinya menjadi seorang penyanyi. Singkat cerita setelah melewati proses yang tidak mudah, Mikha akhirnya  berhasil meraih cita-citanya menjadi seorang penyanyi profesional.  

Semua waktu, tenaga, dan hatinya dia berikan pada impiannya tersebut. Mikha bersyukur untuk apa yang telah dijalaninya saat ini. Dia  menemukan kebahagiaan saat dia bisa menyalurkan energi kepada orang lain pada saat dia bernyayi, saat dia mampu memberikan senyuman di wajah para pendengarnya.

Semua terasa indah hingga suatu ketika seorang kenalan memberikan ungkapan 'pujian' kepadanya, "Wah! kamu hebat ya sudah terkenal tapi usiamu sudah sudah semakin tua. Seorang perempuan itu akan lebih sempurna apabila jika memiliki pasangan dan keturunan. Semoga kamu segera menemukannya ya.." 

Mikha hanya tersenyum tipis sembari mengucapkan terima kasih kepada kenalan tersebut.

Ungkapan yang terdengar indah dengan harapan yang sepertinya baik ternyata membuat Mikha merenungkannya dalam hati. Apakah saat ini dia adalah seorang yang buruk hanya karena belum atau tidak memiliki pasangan atau keturunan? 

Mikha sadar betul bahwa dia sangat bahagia dengan apa yang dia jalani sekarang, ketika dia bisa menjadi salah satu sumber kebahagiaan bagi orang lain serta ingin terus melakukannya. 

Mikha tidak pernah menutup diri terhadap suatu hubungan pasangan yang lebih serius, hanya saja pernyataan dari kenalannya tadi telah membuatnya mempertanyakan kembali apa tujuan hidupnya.

Apakah menjadi seseorang yang bahagia dengan dirinya lantas membuatnya lebih buruk dari mereka yang sudah menikah dan punya keturunan? Lalu, apakah seseorang yang sudah menikah dan tidak bisa memiliki keturunan lantas menjadi lebih buruk? Mengapa begitu mudah menentukan kualitas diri orang lain hanya dari kaca mata sendiri.

Mungkin kita perlu merenungkan apakah sesuatu yang kita anggap buruk adalah benar-benar buruk? dan sebaliknya apakah yang kita anggap baik sudah benar-benar baik? 

Sejatinya, tidak semua hal ada dalam kendali kita. Walaupun memang kita perlu berusaha, namun jangan terlalu memaksakan diri seolah-olah kita terjebak dalam keadaan yang hina hanya karena belum mendapatkan yang kita inginkan atau tidak sesuai dengan standar kebahagiaan orang lain. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun