Mohon tunggu...
Siska Dewi
Siska Dewi Mohon Tunggu... Administrasi - Count your blessings and be grateful

Previously freelance writer https://ajournalofblessings.wordpress.com/

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Kisahku: Antara Kanker Rahim dan Hiperplasia Endometrium

23 April 2021   20:22 Diperbarui: 24 April 2021   13:58 3244
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi menelepon - foto: freepik/diana.grytsku

Dokter menyarankan agar saya memasang IUD sekali lagi. Kami sepakat pemasangan IUD dilakukan di tempat praktik dokter BJ agar saya tidak perlu bolak-balik Jakarta-Malaka untuk kontrol.

Kembali dari Malaysia, saya kembali menjalani pemasangan IUD. Pertengahan tahun 2018, IUD kedua dilepas. Saya bersyukur bahwa setelah itu tidak ada lagi gangguan hingga saat ini.

Hikmah yang saya petik dari pengalaman ini

Pertama, tidak apa-apa mencari second opinion

Saat divonis kanker rahim, saya tidak panik. Karena tidak yakin dengan diagnosis dokter pertama, saya mencari opini kedua. Karena opini kedua berbeda dengan opini pertama, saya mencari opini ketiga.

Bagaimanapun, dokter juga manusia. Setiap manusia ada kemungkinan melakukan kesalahan. Jika kita ragu dengan diagnosis seorang dokter, adalah hak pasien untuk mencari second opinion.

Kedua, jangan abaikan pemeriksaan rutin Kesehatan

Di tempat kerja saya, pegawai wajib menjalani medical check-up (MCU) dua tahun sekali. Untuk pegawai yang sering bertugas ke proyek dan pegawai yang sudah berusia 40 tahun ke atas, MCU diwajibkan setahun sekali.

Dengan melakukan MCU, kita dapat mengetahui sejak dini penyakit apa saja yang sudah bersarang atau kemungkinan menyerang tubuh kita. Penyakit yang terdeteksi lebih dini akan lebih mudah diobati.

Ketiga, jaga asupan makanan dan kendalikan berat badan

Berat badan ideal perlu tetap dijaga agar tidak menimbulkan berbagai penyakit metabolik, dan tidak mencetuskan kejadian penyakit yang sudah ada.

Pengendalian berat badan perlu dilakukan dengan benar dan asupan makanan bergizi tetap perlu dijaga. Hal ini untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita.

Keempat, usahakan melakukan aktivitas fisik secara teratur

Aktivitas fisik yang teratur dapat meningkatkan kekuatan otot dan meningkatkan daya tahan tubuh. Latihan dan aktivitas fisik memberikan oksigen dan nutrisi ke jaringan dan membantu sistem kardiovaskular bekerja lebih teratur.

Demikian sekelumit kisah yang saya alami ketika divonis menderita kanker rahim. Semoga bermanfaat.

Referensi: satu

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun