Mohon tunggu...
Siska Dewi
Siska Dewi Mohon Tunggu... Administrasi - Count your blessings and be grateful

Previously freelance writer https://ajournalofblessings.wordpress.com/

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Kisahku: Antara Kanker Rahim dan Hiperplasia Endometrium

23 April 2021   20:22 Diperbarui: 24 April 2021   13:58 3244
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi USG transvaginal - foto: Alomedika.com

Ilustrasi kuretase - foto: popmama.com
Ilustrasi kuretase - foto: popmama.com

Penanaman IUD di dalam Rahim

Dokter BJ menjelaskan bahwa "hiperplasia endometrium" dapat berulang. Beliau menyarankan agar saya menggunakan sejenis alat KB IUD yang terbuat dari plastik dan di dalamnya terdapat salah satu bentukan hormon progestin.

IUD ini ditanam di dalam rahim. Ketika hormon estrogen saya terlalu tinggi, IUD ini akan menyemprotkan hormon progestin untuk menetralkannya. Alat ini bertahan selama lima tahun.

Awal Juli 2008, saya menjalani kuretase pertama. Sungguh bersyukur bahwa hasil biopsi tidak memperlihatkan tanda-tanda kelainan sehingga saya tidak perlu menjalani operasi pengangkatan rahim. Tidak lama setelah kuretase, saya menjalani penanaman IUD pertama.

Ilustrasi IUD yang tertanam di dalam rahim - foto: www.fpv.org.au
Ilustrasi IUD yang tertanam di dalam rahim - foto: www.fpv.org.au

Dikuret untuk kedua kalinya

Awal Juli 2013, saya menjalani pelepasan IUD. Saat itu saya belum menopause. Namun, saya memutuskan untuk tidak langsung memasang IUD pengganti. Niat saya, ingin membiarkan tubuh berproses.

Dua bulan kemudian, gejala "hiperplasia endometrium" muncul lagi. Darah menstruasi jauh lebih banyak dari yang biasa dialami. 

Menstruasi berlangsung lebih dari sepuluh hari. Jarak antara haid pertama bulan ini dengan haid pertama di bulan berikutnya kurang dari 21 hari.

Saat itu anak kedua saya sedang kuliah di Malaysia. Atas saran seorang tante, saya memutuskan untuk konsultasi dengan dokter obgyn langganannya di Malaka.

Dokter mengonfirmasi bahwa dinding rahim saya memang sudah kembali menebal dan menyarankan agar segera dikuret. Beliau juga menyarankan agar sebagian jaringan yang dikuret diambil untuk biopsi. 

Syukur kepada Allah, hasil biopsi tidak menunjukkan tanda-tanda keganasan. Namun, pada kontrol berikutnya sepuluh hari kemudian, tampak lagi tanda-tanda penebalan dinding rahim.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun