Mohon tunggu...
Anita SukmaPutri
Anita SukmaPutri Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia

KKN TEMATIK MDBPE - MBKM UPI 2021

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Sampah jadi Berkah selama #DiRumahAja

1 Agustus 2021   08:00 Diperbarui: 1 Agustus 2021   08:02 29 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sampah jadi Berkah selama #DiRumahAja
Foto: Dokumentasi Pribadi

Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sampai dengan saat ini, mewajibkan kita masyarakat Indonesia untuk tetap #dirumahaja. Dengan mengurangi mobilitas dan juga interaksi diharapkan mampu menekan penambahan jumlah kasus positif covid-19. Dan juga membantu pemerintah dalam mempercepat penanggulangan dampak covid-19 di berbagai sektor.

Namun ternyata dengan kita tetap #dirumahsaja ada masalah baru yang timbul, yaitu konsumsi pangan meningkat sehingga membuat produksi sampah rumah tangga pun meningkat. Bahkan saking banyaknya sampah yang diproduksi, membuat petugas sampah kewalahan untuk mengangkut sampah rumah tangga. Jika kondisi tersebut terjadi disetiap daerah, bisa dibayangkan berapa banyak sampah yang harus diangkut dan dibuang ke TPA.

Sungguh mengkhawatirkan juga ya, sampah-sampah yang kita produksi tiap harinya harus menumpuk di TPA. Dan kalau kita tahu, tumpukan sampah yang tidak terkendali bisa berpotensi menimbulkan bencana lho, diantaranya adalah longsoran sampah dan juga berpotensi menjadi sumber penyakit. Tapi tak usah khawatir masalah itu bisa kita cegah lho dengan konsep “Sampah jadi Berkah”.

Apa itu konsep “Sampah jadi Berkah”??? Mari kita cari tahu yuk, apa makna dibalik kalimat itu. Ternyata eh ternyata, sampah yang kita produksi tiap harinya itu mempunyai nilai ekonomis lho. Jika kita mau untuk memilah sampah tersebut minimal menjadi sampah organik dan an organik, nah sampah tersebut bisa kita olah agar memiliki nilai ekonomis.

Seperti yang dilakukan oleh beberapa ibu-ibu di RT.008 RW.006 Kelurahan Cihaurgeulis bersama mahasiswi KKN UPI pada bulan Juli 2021 yang mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos padat dan cair. Pupuk tersebut nantinya digunakan untuk memberikan nutrisi kepada tumbuhan diantaranya tumbuhan sayur mayur agar tumbuh dengan  subur, dan bisa cepat di panen hasilnya.

Dengan begitu ada 2 manfaat yang akan didapat jika kita mau mengolah sampah organik. Yang pertama tentu mengurangi volume sampah, dan yang kedua adalah pupuk yang dihasilkan dari proses pengomposan bisa digunakan untuk memberi nutrisi kepada sayur mayur yang ditanam. Yang secara tidak langsung bisa mengurangi anggaran belanja kebutuhan sayur mayur tiap harinya. Dan jika produksi pupuk dan juga sayur mayur sudah banyak, bisa juga lho untuk dijual dan kita akan menghasilkan pundi-pundi uang.

Tidak sampai disitu saja, ternyata eh ternyata sampah an organik pun gak mau kalah. Sampah an organik terpilah memiliki nilai ekonomis yang tidak jauh beda dengan sampah organik. Kita bisa menyetorkan sampah an organik terpilah kita ke bank sampah. Diantaranya yang ada di Kota Bandung yaitu Bank Sampah Resik dan juga Bank Sampah Bersinar. Kita bisa mendapatkan top up saldo di rekening tabungan kita dan juga bisa mendapatkan emas batangan.

Sayang banget kan kalau kita gak mau pilah sampah. Harusnya sampah bisa jadi berkah, tapi malah jadi bencana. Maka dari itu, kepada seluruh masyarakat Indonesia selama #dirumahaja ini mari kita mengambil manfaat dari nilai ekonomis sampah dengan memilahnya. Dengan begitu kita bisa mendapat berbagai manfaat yang akan terasa bukan hanya untuk diri kita, tetapi juga bagi masyarakat sekitar dan juga lingkungan.

KKN UPI Kelompok 49

DPL: Dr. Eka Surachman, S.Si., M.T.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN