Mohon tunggu...
Angeline Wijoyo
Angeline Wijoyo Mohon Tunggu... Writing for Fun

Hello, I am Angeline Wijoyo and I am a writer. My writing is originally base on my thought, most things that happened in our life which i made it into a piece of article. Hopefully this writing can be an inspiration or encouragement for people out there who need it. I like to know about you more, gave me your opinions about my pages. Thanks

Selanjutnya

Tutup

Karir

Passion Vs Reality, Salary tidak Sesuai dengan Selera?

12 November 2019   16:01 Diperbarui: 12 November 2019   16:34 0 0 0 Mohon Tunggu...

Jakarta- Passion Vs Reality, menjadi objek kegalauan yang sering dihadapi oleh anak-anak "Jaman Now". Kegalauan untuk membuat suatu pilihan yang sangat sulit, tantangan untuk menyingkirkan ego dan kembali pada realita kehidupan, karena pada dasarnya anak-anak jaman sekarang cenderung mengikuti ego mereka.

Siapa yang tidak tau bagaimana kerasnya tinggal di Ibukota ini? masyarakat yang tinggal diluar daerah berlomba-lomba untuk migrasi dan mengadu nasib di ibukota, mengejar prestasi dan masuk kedunia pekerjaan yang mereka impi-impikan, mengorbankan waktu, pikiran dan tenaga. Meniti karir dibidang yang mereka minati.

Ekspektasi yang terlalu tinggi membuat situasi anak-anak jaman now ini terkurung dalam imaginasi yang mereka ciptakan, sehingga akhirnya mereka lupa untuk berkaca pada realita, kerasnya kehidupan di ibukota ini. Kesalahan yang tidak dimulai sejak dini, masih bersantai dan menganggap segala segala sesuatunya gampang. Berkarya dan meniti karir dibidang yang kita minati memang terasa begitu menyenangkan dan sangat mudah untuk dijalani, namun bagaimana jadinya jika apa yang didapatkan tidak sebanding dengan apa yang dikerjakan? Semua orang akan berubah haluan bukan?

Ketika ego menjadi lebih besar, semua orang tidak akan sadar apalagi berkaca pada realita, namun jika keadaan berbalik dan menjepit seseorang maka ego itu seketika akan hilang dalam sekejap dan mereka pun kehilangan gairah untuk melanjutkan passion-nya, akhirnya mereka terkurung dalam kegalauan, kebingungan yang berujung pada persimpangan. Ketika Salary tidak mencukupi kebuthan hidup maka orang tidak lagi menjadi idealis dan berpegangan teguh pada prinsipnya.

Prestasi bagus tidak mejadi sebuah penentu nasib seseorang di kemudian hari apalagi dalam dunia pekerjaan saat ini, karena pada saat memasuki realita kehidupan dan dunia pekerjaa, bukan hanya ilmu yang diuji tetapi keterampilan, etika, dan cara kerjalah yang menjadikan patokan apakah anda layak untuk ditempatkan pada posisi yang lebih baik dan mendapatkan bayaran yang sesuai.

Pastikan anda mengikuti passion anda namun, saat realita dalam kehidupan anda berkata lain, maka beralihlah sebelum semuanya terlambat. Tetap fokus pada setiap perubahan dalam kehidupan dan mulailah belajar beradaptasi. Menjadi idealis bukan berarti anda mengabaikan kebutuhan kehidupan anda.

VIDEO PILIHAN