Mohon tunggu...
Angeline Wijoyo
Angeline Wijoyo Mohon Tunggu... Writing for Fun

Hello, I am Angeline Wijoyo and I am a writer. My writing is originally base on my thought, most things that happened in our life which i made it into a piece of article. Hopefully this writing can be an inspiration or encouragement for people out there who need it. I like to know about you more, gave me your opinions about my pages. Thanks

Selanjutnya

Tutup

Finansial

Kegagalpahaman Peribahasa Hemat Pangkal Kaya Ternyata Menjerumuskan Kita Selama Ini

8 November 2019   13:01 Diperbarui: 8 November 2019   13:25 0 0 1 Mohon Tunggu...

Jakarta- Pada jaman dahulu kebanyakan dari orang tua  selalu mengajarkan anak-anak untuk menabung dan berhemat sejak dini. Seperti Pribahasa Hemat itu Pangkal Kaya

Pengajaran yang diturunkan oleh orang tua dari generasi ke generasi ini membuat anak-anak secara tidak langsung mengadopsi cara berfikir yang salah terhadap Financial, sehingga saat dewasa mereka tidak dapat mengolah dan mengatur keuangan mereka ataupun aliran dana yang diperoleh.

Banyak sekali dari kalangan masyarakat di Indonesia khusunya anak-anak muda jaman sekarang dengan perkiraan rentang umur 18-27 Tahun yang memiliki tabungan tetapi mereka tidak pernah tau bagaimana cara untuk mengatur keuangan mereka karena pengajaran yang diberikan oleh orang tua mereka sehingga secara tidak langsung mereka mengikuti cara berfikir yang sama seperti apa yang dilakukan oleh generasi sebelumnya.

Kegagal Pahaman seperti inilah yang menggiring generasi muda sekarang susah untuk mencapai kebebasan secara financial, karena cara berfikir yang salah dan kurangnya pengetahuan tentang financial. Ini yang akan menjadi tantangan terbesar masyarakat khusunya generasi muda pada saat ini.  Namun, yang menjadi pertanyaannya bagaimana bisa kita bebas secara financial jika kita tidak berhemat?

Tips untuk Bebas Secara Financial?

1. Kamu Harus Mengubah Cara Berfikir Terlebih Dahulu.

Hal ini menjadi tantangan yang berat walaupun terlihat simple. Mengubah cara pandang bukanlah sesuatu yang bisa kamu rubah seketika, cara pandang yang selama ini ditanamkan oleh generasi terlebih dahulu secara tidak langsung sudah mandarah daging di dalam diri kamu. Tapi banyak cara yang dapat ditempun untuk dapat mengubah cara berfikir kamu dengan mencoba untuk berkonsultasi kepada Financial Planner, membaca buku tentang financial, mengikuti seminar, dan lain sebagainya.

2. Banyak Membaca dan Mencari Tau Tentang Produk-Produk Keuangan Lainnya.

Tidak hanya bank yang menyediakan tempat untuk menabung, jika kamu mencari tau lebih dalam lagi, ternyata banyak loh produk-produk keuangan lainnya yang bisa membantu kamu untuk menabung dan mengalokasikan uang kamu secara tepat berdasarkan sifat kamu, seperti saham, deposito, reksa dana, dan masih banyak lagi. Perbanyaklah membaca tentang keuangan dan mencari tau produk-produk tersebut konsultasikan kepada Financial Planner kamu atau mungkin kamu bisa mengikuti komunitasnya dan bertukar pikiran dengan mereka.

3. Ketahui Dulu Sifat Kamu dan Tujuan Kamu Menabung.

Setelah mencari tau produk-produk keuangan dan memahami cara kerja masing-masing produk, kamu harus menentukan sikap dengan mengambil langkah yang bijaksana tidak mengikuti ego. Ketahui dulu sifat dasar kamu, apakah kamu tipikal orang yang mencari aman atau agresif, setelah itu baru tentukan produk mana yang sesuai. Jangan lupa ketahui juga tujuan kamu untuk menabung itu sebenarnya apa? apakah untuk dana pendidikan, dana pensiun, hanya mengambil keuntungan saja atau lainnya?

4. Buatlah List Pro dan Kontra.

Pentingnya membuat list ini agar kalian bisa memperhitungkan keuntungan dan kerugian sebelum menabung pada produk-produk keuangan tersebut, karena cara kerja setiap produk tidaklah sama.

5. Budgeting Dana.

Setelah mencari tahu tentang produk-produk keuangan dan kalian membuat keputusan untuk memakai salah satu dari produk-produk keuangan tersebut, langkan selanjutnya kalian perlu melakukan budgeting. Mengapa? jawabanya simple, karena setiap produk memiliki cara kerja yang berbeda. Sebagai contoh, jika kamu memilih saham sebagai produk untuk menabung dan kamu mengalokasikan semua dana yang kamu punya didalamnya maka resiko kerugian yang kamu alami juga besar lebih parahnya lagi kalian tidak punya dana cadangan untuk meng-cover kerugian yang kami alami. Itulah pentingnya budgeting dilakukan untuk menghindari kerugian yang besar terjadi.