Mohon tunggu...
andry natawijaya
andry natawijaya Mohon Tunggu... apa yang kutulis tetap tertulis..

yang enteng-enteng aja...

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Artikel Utama

"Food Hybrids" dan Strategi Bersaing Usaha Kuliner

4 Mei 2018   21:27 Diperbarui: 5 Mei 2018   00:46 0 7 1 Mohon Tunggu...
"Food Hybrids" dan Strategi Bersaing Usaha Kuliner
Sumber: fashionhealthbeauty.com

Adalah seorang psikolog asal Amerika Serikat dengan nama Abraham Harold Maslow (1908-1970) yang memperkenalkan teori hirarki kebutuhan manusia. Mulai dari kebutuhan mendasar, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan untuk mencintai dan dicintai, kebutuhan untuk dihargai, dan puncaknya adalah kebutuhan aktualisasi diri. 

Maslow merumuskan bahwa kebutuhan paling mendasar adalah kebutuhan yang harus terlebih dahulu dipenuhi, lantas kemudian tuntutan kebutuhan manusia akan bertambah sesuai dengan tingkatan yang dirumuskan. Salah satu kebutuhan mendasar bagi manusia adalah soal makanan. Semua manusia membutuhkan makanan, karena rasa lapar merupakan sifat alami manusia. 

Dan walaupun rasa lapar manusia sudah dikenyangkan melalui makanan, pada dasarnya manusia adalah mahluk yang senantiasa mencari kesenangan dan kenikmatan. Faktor kesenangan dan kenikmatan juga dapat ditemukan melalui cita rasa makanan.

Sumber: simplypsychology.org
Sumber: simplypsychology.org
Karena faktor-faktor tersebut, usaha kuliner akan selalu menjadi salah satu peluang usaha yang paling menjanjikan. Usaha kuliner lantas maju dan berkembang sesuai dengan tuntutan pasar.

Konsumen memang selalu menjadi raja, karena tanpa konsumen, sebuah usaha tidak akan pernah mengalami kemajuan. Konsumen akan selalu menuntut kualitas, rasa, dan pelayanan. Pada dasarnya konsumen tidak pernah akan bisa dipuaskan dengan kualitas yang disajikan secara biasa-biasa saja.

Lazim dalam dunia usaha, pasti terdapat persaingan. Termasuk di usaha kuliner, para pesaing akan selalu berupaya merebut konsumen dari pelaku usaha lainnya.

Apa yang mereka lakukan guna merebut perhatian konsumen? Tentunya para pesaing tersebut juga akan berusaha meningkatkan kualitas, rasa dan pelayanan. Akhirnya konsumen dihadapkan pada banyak pilihan, dan konsumen memiliki daya tawar lebih kuat, karena konsumen memiliki posisi untuk menentukan pilihan menu makanan mana yang sesuai dengan selera mereka untuk dikonsumsi.

Jika dahulu usaha kuliner dapat mengandalkan kelangsungan usaha melalui menjajakan cita rasa semata, dengan adanya perubahan perilaku konsumen dan juga tuntutan persaingan usaha, maka cara pandang pelaku usaha kuliner dengan sendirinya mengalami perubahan dan perkembangan. Di era persaingan yang ketat, pelaku usaha perlu senantiasa kreatif dan jeli dalam memanfaatkan peluang.

Tren Food Hybrids Pada Usaha Kuliner

Demi menjaga eksistensi usaha dan juga memenangkan persaingan, maka diperlukan inovasi. Berawal dari kreasi para ahli kuliner lahirlah menu food hybrids dan kemudian beberapa tahun belakangan ini upaya menggabungkan beberapa jenis makanan menjadi satu kesatuan merupakan tren tersendiri di dunia kuliner.

 Ahli kuliner melakukan eksperimen dengan mencampur berbagai kombinasi makanan untuk menciptakan makanan yang dapat memberikan perpaduan sempurna serta memiliki cita rasa lezat dan juga menjadi sensasi bagi konsumen.

Sebut saja cronut hasil karya Dominique Ansel yang merupakan gabungan dari croissant dan doughnut (donat). Cronut disebut-sebut sebagai pelopor food hybrids memang mengejutkan dunia kuliner. Hal ini terjadi karena keberanian dari Ansel untuk bereksperimen serta kejeliannya untuk menciptakan cara mendorong usahanya agar lebih berkembang.

Sumber: metro.co.uk
Sumber: metro.co.uk
Croissant adalah roti yang biasa ditemui, donat juga merupakan makanan populer, tidak ada yang aneh dari kedua jenis makanan ini, rasanya semua toko kue dan roti dapat membuat makanan tersebut. Tetapi cronut merupakan jenis makanan unik dan tentunya berhasil mencuri perhatian publik. Paduan rasa croissant dengan tekstur garing renyah bercampur gurih manisnya donat, rasanya sulit menyangkal nikmatnya rasa cronut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4